
Di setiap daerah maupun desa sering terjadi peperangan yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Kemudian muncul seorang bernama Rikudou Sennin yang datang untuk menyelamatkannya dunia, dengan memperkenalkan chakra, dan mengajarkan tehnik Ninshu
Rikudo Sennin tidak lain adalah Otsusuki Hagoromo, salah satu musuh Ars yang paling tangguh.
Di era ini, masyarakat sangat menghormatinya dan memberinya gelar Rikudo Sennin (Sage of Six Paths), dan namanya akan terlupakan di generasi mendatang.
Malam hari.
Ada sebuah bangunan besar yang bisa menampung pulang orang. Di tempat itu terdapat banyak orang yang mengenakan pakaian sama, mereka duduk bersila dan mendengarkan seorang pria tua yang mengajarkan mereka tentang Ninshu.
Pria itu tidak lain adalah Otsusuki Hagoromo.
Tidak seperti sebelumnya, ada banyak kerutan di wajahnya, dan masa mudanya telah menghilang.
*BOOM*
Tiba-tiba muncul suara ledakan disertai dengan gempa.
"Apa yang sedang terjadi?"
Putra kedua Hagoromo, Asura berdiri dan berlari keluar.
"Haaa..." Hagoromo menghela napas panjang. Dia tahu siapa penyebab keributan ini.
"Kalian semua tetap disini, jangan ada yang keluar." Perintahnya pada semua orang.
Tidak ada yang berani menentang perkataan Hagoromo, dan mereka melihatnya pergi.
Di luar.
Hagoromo dan Asura melihat seorang pemuda dengan aura ungu disekelilingnya.
Pemuda itu adalah Indra, putra kedua Hagoromo.
"Kakak!"
'Indara..."
Hagoromo dan Asura berdiri berdampingan, sedangkan Indra menjaga jarak dari ayah dan adik laki-lakinya.
Ketiga orang itu tidak menyadari Ars yang mengawasi mereka dari jauh.
(Konflik keluarga telah dimulai...)
Ars sangat berhati-hati dengan tindakannya. Tidak hanya dia menggunakan sihir [Light of Reflection] untuk membuat tubuhnya menjadi tidak terlihat, dia juga menonton dari jarak hampir satu kilometer menggunakan sihir [Far Sight].
Dia tidak berani gegabah mengingat kekuatannya tidak pada puncaknya.
Melihat Hagoromo yang lebih tua dari yang diingatnya, Ars merasa melankolis.
(Tidak peduli seberapa kuat Hagoromo, dia masih tidak menghancurkan belenggu fana yang mengikatnya. Dia akan mati karena usia tua seperti manusia lainnya. Mungkinkah karena garis keturunan Otsutsuki bercampur karena garis keturunan manusia?)
Ini topik yang sangat menarik bagi Ars. Dia tahu anggota klan Otsusuki dengan garis keturunan murni memiliki masa hidup yang panjang.
Di sisi lain.
"Apa maksud dari semua ini?"
Hagoromo mempertanyakan tindakan putra tertuanya.
"Kenapa? Kenapa kau tidak memilih ku sebagai penerus mu?"
Biasanya Indra sangat menghormati ayahnya, tapi kali ini berbeda. Dia berkata dengan nada dingin seperti orang asing.
"Asura, aku tidak seperti dulu lagi. Aku tidak bisa kembali menjadi orang seperti itu."
Indra memejamkan matanya, dan ketika membuka matanya, pola pupil matanya berubah bentuk menjadi bintang segi enam.
"Indra... Mata mu!"
Hagoromo dan Asura terkejut melihat perubahan pada mata Indra.
Indra tidak menjawab. Untuk mendapatkan mata ini, dia telah membunuh dua sahabatnya, dan mengalami pergolakan emosi yang hebat.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan ku?"
Arus petir biru muncul di belakangnya, dan meleset ke depan.
*Swoosh*
Berdiri di depan ayahnya, Asura menyatukan telapak tangannya dan petir aliran angin meniadakan petir itu.
"Apa?!" Indra heran betapa mudahnya serangannya dihalau.
"Wooooo!"
Kini giliran Asura melawan balik. Hanya dalam beberapa detik, dia telah menciptakan bola besar biru yang berisi beberapa bola kecil, lalu melemparkan itu ke Indra.
*BOOM*
Serangan itu mengenai Indra, tetapi sosok tengkorak ungu besar melindunginya.
"Serangan Asura seperti perpaduan Rasengan dan Rasenshuriken." Ars berkomentar di kejauhan dan kehadirannya tidak di sadari siapapun. Kemudian, ia melihat Susano'o itu bertransformasi menjadi bentuk sempurna dengan kaki, armor, katana, dan sayap.
"Tinggi Susano'o itu kira-kira 150 meter. Itu cukup besar di bandingkan Susano'o bentuk sempurna klan Uchiha di masa depan, yang hanya setinggi 100 meter. Tapi Susano'o milik Indra masih lebih kecil dari milik Hagoromo, itu masih belum seberapa."
Ars datang tidak hanya sekedar menonton, tetapi melakukan analisa.
"Sharingan, huh... Sekarang aku mengerti alasan Orochimaru sangat terobsesi dengan mata itu. Bahkan aku juga menginginkannya."
Ars tergoda untuk mencungkil mata pemilik Sharingan dan mentransplantasikannya ke matanya.
Di sisi lain.
Berdiri di dahi Susano'o, Indra merasa seperti bisa melakukan apapun.
"Rasakan ini!"
Susano'o mengangkat kakinya untuk menginjak dua orang di bawah.
*🪨🪨🪨*
Hanya satu hentakkan kaki Susano'o telah menimbulkan gempa.
Asura khawatir pada keselamatan orang-orang di desa. Mau tidak mau, dia harus menghentikan kakak laki-lakinya.
*Whooosh*
*🪨🪨🪨*
Indra tidak memberikan adik laki-lakinya waktu berpikir. Tangan Susano'o meninju dan menyebabkan gempa lebih besar.
Kali ini banyak rumah roboh karena serangan itu.
"Hentikan, kakak laki-laki!"
Asura menggunakan jurus tipe elemen api, tetapi tidak menyebabkan kerusakan apapun pada Susano'o. Namun, tindakan ini memancing kemarahan Indra.
"Beraninya kau mengarahkan pedang padaku..."
Susano'o menarik katana dari sarungnya, dan menebas secara horizontal. Tetapi Asura berhasil mengelak.
Tidak menyerah begitu saja, Indra melanjutkan serangannya.
"Berakhir sudah!"
"Kakak laki-laki!"
Tepat saat Indra akan menebas adik laki-lakinya, tiba-tiba di belakang Asura muncul enam Gudodama dan di tangannya memegang tongkat hitam.
"Rikudo no Chikara (Six Paths Power)."
Mata Indra terbuka lebar melihat tebasannya dihentikan Asura. Selain itu, ia mengenali kekuatan yang digunakan pihak lain.
"Jangan bercanda!"
Di tangan kiri Susano'o terbentuk katana lainnya yang terbuat dari chakra, lalu kedua katana saling menyilang untuk menekan Asura.
Asura yang telah membangkitkan Rikudo no Chikara tidak seperti sebelumnya, dia telah menjadi lebih kuat!
Chakra berbentuk tangan raksasa mendorong kedua katana Susano'o menjauh. Kemudian Asura menyatukan telapak tangannya, dan sebuah buddha raksasa yang terbuat kayu muncul di belakangnya.
Selain memiliki ribuan tangan, buddha kayu itu berukuran lebih besar dari Susano'o.
"Asura!" Indra meraung marah.
Susano'o bentrok dengan buddha kayu.
Dan hasilnya sangat tragis. Sebelum Susano'o mengayunkan pedang, tangan yang tak terhitung jumlahnya memukulnya ke tanah berulang kali.
"Arghhh!!!"
Bahkan Susano'o yang terkenal dengan pertahanannya yang kuat tidak mampu menahan serangan bombardir dari buddha kayu, lalu Susano'o dihancurkan.
"Cough.... Ugh..."
Di kawah, Indra yang terluka parah mencoba berdiri dengan susah payah, dan berkata terbata-bata pada adik laki-lakinya di depannya.
"Aku tidak pernah... Mengakui Ninshu maupun dirimu!"
Setelah mengatakan itu, tubuh Indra diselimuti petir biru dan sosoknya menghilang.
Asura tidak mencoba menghentikan kakak laki-lakinya.
"Kakak laki-laki..." Dia berkata tak berdaya.
Di sebuah bukit, Ars melompat turun dari pohon dan melihat arah kepergian Indra.
"Haruskah aku... Tidak, risikonya terlalu besar. Meski Indra memberontak, pada akhirnya dia masih putra Hagoromo. Jika dia dalam situasi mengancam jiwa, Hagoromo tidak hanya akan diam saja."
Ars berniat ingin menyerang Indra yang terluka untuk mencuri mata Sharingan. Tetapi dia membatalkan niatnya, mengingat kondisinya yang sekarang.
"Bersabarlah... Aku hanya perlu menunggu Hagoromo meninggal. Setelah itu, aku bisa mengambil tindakan pada Indra."
Mempertimbangkan pro dan kontra, ia memilih metode paling aman, walaupun harus menunggu lama.
Meski tubuh klon memang tidak abadi, tetapi itu masih mempunyai bakat bawaan Idaten, yaitu tidak akan pernah menua. Jadi selama klon ini tidak dibunuh, secara teknik bisa hidup selamanya.
"Tunggu saja... Umur Hagoromo tidak terlalu banyak."
Setelah mengatakan itu, Ars menghilang kedalam kegelapan.