
Dibawah Genjutsu Madara, Kyubi mengamuk menghancurkan bangunan di sekitarnya.
Cakarnya merobohkan bangunan tiga lantai, sembilan ekornya bergoyang menghancurkan rumah.
Hanya dalam waktu singkat, Kyubi telah membuat banyak kerusakan.
Di mulutnya, konsentrasi chakra memadat menjadi bola.
Bijuudama!
Kyubi menembakkan Bijuudama ke arah patung kepala Hokage Pertama yang terukir di bukit.
Ars muncul di atas kepala patung, ekspresinya tenang menunggu kedatangan Bijuudama.
Ketika Bijuudama hanya beberapa meter darinya, ia mengambil tindakan.
*👏🏻*
Bersamaan dengan tepuk tangannya, Bijuudama itu tiba-tiba menghilang.
*BOOOMMMM*
Adegan selanjutnya, ledakan hebat terlihat di kejauhan.
"Akhirnya kamu muncul, Ars..."
Berdiri di atas kepala Kyubi, Madara dengan tangan terlipat di dadanya, menatap sosok di atas kepala patung itu.
Ars muncul di bangunan empat lantai di depan Kyubi.
Keduanya saling menatap dan suasana begitu hening.
Suasana itu tidak berlangsung lama setelah Hashirama dan Shinobi lainnya datang.
"Madara, hentikan semua ini!"
"Hashirama. Tidak ada yang perlu kita bicarakan." Madara berkata acuh tak acuh.
Kyubi melanjutkan amukannya, tetapi kayu berbentuk naga dengan mudah menahannya.
"Ars, bisakah kamu memindahkan kami. Jika terus seperti ini, Konoha bisa hancur."
Hashirama bertanya sambil melawan Madara dalam pertarungan Taijutsu.
Dia tahu pencapaian ruang waktu Ars lebih mendalam dibandingkan adik laki-lakinya.
Tobirama dan Shinobi lainnya juga bergabung, tetapi mereka bukan tandingan Madara, dan dikalahkan.
"Oke, waktunya menggunakan formasi yang telah aku siapkan sebelumnya."
"[Teleportasi]."
Setelah Ars mengatakan itu, lingkaran sihir raksasa muncul di tanah.
Dibawah tatapan tercengang semua orang, Kyubi, Hashirama, dan Madara menghilang.
Tobirama muncul di depan Ars, dan bertanya:
"Kemana kamu memindahkan mereka?"
"Lembah Akhir." Ars berkata.
"Tobirama, kamu harus mengurus masalah disini. Aku akan menonton pertarungan mereka."
"Tunggu---"
Tidak menunggu Tobirama menyelesaikan minatnya, Ars menghilang.
"Tsk, kenapa orang seperti itu menjadi Wali Konoha. Dia lebih seperti ancaman dibandingkan sekutu."
Tobirama tidak pernah menyukai Ars. Menurutnya, pemuda itu terlalu berbahaya dan perlu dikekang. Sayangnya, keputusan menjadikanya Wali ditentukan oleh Madara dan kakak laki-lakinya.
"Biarlah, kakak laki-laki pasti menang. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan."
Melihat kehancuran yang disebabkan Kyubi, Tobirama cemberut.
Dia sama sekali tidak mengkhawatirkan keselamatan kakak laki-lakinya. Dia yakin Madara akan kalah.
...
Ars muncul 1000 meter di atas Lembah Akhir, dan menggunakan [Far Sight] untuk menyaksikan menonton pertarungan keduanya.
"Menonton secara langsung memberikan sensasi yang jauh berbeda dibandingkan menonton melalui layar."
Sambil memakan popcon, ia tidak berniat ikut campur. Ini bentuk rasa hormatnya pada mereka berdua sebagai pejuang.
Di Lembah Akhir, Hashirama membuka gulungan dan melemparkan shuriken, kunai, dll.
Pupil mata Madara berputar, lalu semua senjata itu mundur.
"Jadi itu Dojutsu Madara, memundurkan waktu dan menghentikan waktu orang lain."
Sebagai pengamat, Ars terkejut melihat ini.
Setelah 30 menit bertarung, keduanya mulai serius.
Madara menggabungkan Susano'o dan Kyubi, sedangkan Hashirama membuat patung kayu raksasa dengan naga kayu raksasa di bahunya.
Pertarungan antar raksasa di mulai!
"Pertarungan reinkarnasi Indra dan Asura di generasi ini melampaui para pendahulunya. Ini pertarungan yang spektakuler!"
Pertarungan terus berlanjut, Hashirama telah menggunakan Mode Pertapa, dan Madara berada di situasi yang tidak menguntungkan.
Gunung terbelah oleh tebasan Susano'o, pohon-pohon di hutan musnah, tanah membentuk jurang, dan kerusakan alam lainnya.
Tanpa terasa, pertarungan keduanya sudah berlangsung 6 jam lebih. Tetapi tidak ada tanda-tanda akan segera berakhir.
Hashirama bisa mengisi ulang chakra dengan menyerap chakra alam dengan Mode Pertapa. Disisi lain, Madara mengontrol Kyubi untuk mengisi ulang chakra.
Meski Hashirama memang lebih kuat dari Madara, perbedaan kekuatan keduanya tidak terlalu jauh, jadi pertarungan ini terus berlarut-larut.
Di udara, Ars menonton sambil menghisao rokok.
"Tidak heran Kyubi sangat membenci Madara, hingga ia rela membantu Naruto. Dia tidak lebih dari alat di mata orang-orang kuat."
Kyubi memiliki chakra hampir tak terbatas, ada banyak orang ingin memanfaatkannya.
Ars sendiri tidak terlalu tertarik terhadap Bijuu. Tubuh utamanya memiliki energi tidak terbatas, jadi untuk apa menangkap Bijuu?
...
Pukul 4:22 pagi.
Pertarungan berada di puncaknya.
Hashirama menciptakan Buddha kayu yang berukuran super besar, bahkan lebih besar dari gabungan Susano'o dan Kyubi.
Tidak hanya sampai disitu, Buddha kayu itu memiliki tangan yang tak terhitung jumlahnya.
"Ini seperti pertarungan Indra dan Asura dulu."
Ars merasa nostalgia.
Dia adalah fosil tua yang menyaksikan kemajuan dunia ini, dan pertarungan ini mengingatkannya pertarungan Asura dan Indra yang terjadi 800 tahun yang lalu.
*Crush-Bang*
Susano'o pada Kyubi hancur setelah dipukul tangan yang tak terhitung jumlahnya. Memanfaatkan kesempatan ini, Hashirama membebaskan Kyubi dari Genjutsu.
"Madara!!!"
"Hashirama!!!"
Keduanya memulai pertarungan sengit lainya.
...
Meski hujan turun, itu tidak menghentikan pertarungan antar dua sahabat yang memiliki ideologi yang saling bertentangan.
Setelah berjam-jam bertarung, medan perang rusak parah. Sekarang, keduanya berdiri di dasar lembah yang hancur.
Hashirama bernapas terengah-engah sambil memegang katana di tangan kanannya, baju zirahnya hancur sebagian, terdapat luka di seluruh tubuhnya, dan tangan kirinya terdapat luka bakar sehingga tidak bisa di gerakkan.
Disisi berlawanan, Madara tidak dalam kondisi yang jauh lebih baik. Dia bernapas berat karena kelelahan ekstrim, baju zirahnya benar-benar hancur dan ia hanya mengenakan pakaian Klan Uchiha, tubuhnya dipenuhi luka, dan matanya terasa sakit akibat pengguna Sharingan yang berlebihan.
"Inilah saatnya, kau tidak akan pernah sampai ke seberang!" Madara berkata sambil tersenyum sinis.
Hashirama tidak membalas, dan berlari ke arahnya.
*Whooosh*
Keduanya saling melewati satu sama lain sambil mengayunkan senjata di tangan mereka.
Hashirama terjatuh tengkurap di permukaan air, sedangkan Madara memegang sabit dan kipas di tangannya dengan gemetar.
"Akulah satu-satunya orang yang mampu bertahan hingga detik-detik terakhir." Ucap Madara tanpa berbalik.
"Gh... Aku akan melindungi mimpi kita, yang sudah sejauh ini. Aku tidak akan membiarkan mu..."
Memegang dadanya yang memiliki luka tebasan, Hashirama berusaha berdiri.
"Kau terlihat depresi sekali, Hashirama. Seperti saat kau tidak mau menghadapi ku." Madara menatap dingin Hashirama.
Hashirama menutup mata, dan kenangan masa lalu muncul di bekalnya.
*JLEB*
Mata Madara terbuka lebar saat melihat katana menembus dada kirinya dari belakang. Melirik ke belakang, ia melihat Hashirama berada di belakang dan menusuknya, lalu ia menoleh ke depan untuk melihat Hashirama telah menjadi kayu.
"Klon... Bagaimana kau tiba di belakang ku?"
"Tidak ada yang perlu dipikirkan. Aku akan tetap pada mimpi kita... Bukan, desa kita."
"Aku tetap percaya... Melindungi desa adalah jalan terbaik melindungi orang-orang, Shinobi, dan anak-anak. Siapapun yang berani merusaknya, meski pun dia adalah teman ku, saudara ku, atau anak ku, maka..."
"Aku tak akan memaafkannya."
Untuk pertama kalinya, Hashirama sikap tegasnya, yang sangat mengejutkan Madara.
"Kau telah berubah Hashirama..." Jawab lemah Madara saat katana yang menusuk dadanya di tarik, dan ia berlutut satu kaki.
"Kaulah penyebab kesalahan atas semua ini... Suatu saat nanti, apa yang menjadi kegelapan... Dan menyelimuti desa..."
*Gedebuk*
Mata Madara perlahan menutup, suaranya semakin lemah, dan terjatuh ke tanah.
Setelah merasakan tidak adanya vitalitas pada Madara, saraf tegang Hashirama menjadi rileks. Dia berlutut satu kaki, dan menahan rasa sakit akibat luka-lukanya.