Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Kematian Senju Tobirama


Perang Dunia Shinobi Pertama telah berlangsung lebih dari 10 tahun.


Perang itu memakan banyak korban di Lima Negara Besar Shinobi, merusak masing-masing dari mereka. Meski begitu, itu tidak menganggu kehidupan Ars.


Kadang-kadang akan ada Shinobi dari desa lain yang ingin membuat kekacauan, tapi mereka dihabisi oleh Ars sebelum mereka bisa bertindak.


Dengan ada Ars sebagai Wali, penduduk Desa Konohagakure menjalani kehidupan sehari-hari seolah-olah perang tidak pernah terjadi. Tentu saja, itu hanya berlaku untuk warga sipil, sedangkan Shinobi harus terjun ke medan perang yang kejam dan tanpa ampun.


Di rumah, Ars menghisap rokok sambil membaca buku. Karena perang, teknologi tidak terlalu berkembang, jadi ia hanya bisa mencari hiburan dengan membaca buku.


*Knock Knock Knock*


"Oh, tidak biasanya ada orang yang mencari ku."


Ars jarang berinteraksi sosial dengan orang lain, sehingga tidak banyak orang mengenalnya.


Membuka pintu rumah, ia melihat dua pria dan dua perempuan dengan pakaian tempur lengkap.


"Bukankah kalian adalah tim Tobirama? Ada perlu apa mencari ku?"


Ars mengenali para pemuda di depannya.


Mereka adalah Sarutobi Hiruzen, Mitokado Homura, Utatane Koharu, dan Shimura Danzo.


"Nidaime Hokage telah meninggal di medan perang." Hiruzen berkata dengan suara yang dalam.


"Oh." Ars tidak terlalu terkejut, lalu bertanya: "Hanya itu yang ingin kamu sampaikan? Jika tidak ada yang lain, silahkan pergi."


"T-Tunggu dulu, Nidaime menunjuk ku sebagai Hokage Ketiga." Hiruzen menahan pintu yang hampir tertutup.


"Nah, karena Tobirama memilih mu sebagai penerusnya, jangan kecewakan dia. Ada banyak masalah yang memerlukan kehadiran Hokage, cepat pergi dan jangan menganggu ku."


Ars membanting pintu dengan keras di hadapan keempat pemuda yang terkejut itu.


"Apa-apaan orang itu! Dia tidak terlihat sedih mendengar berita kematian Nidaime, apakah orang itu bahkan punya hati!"


Utatane Koharu tidak menyukai sikap acuh tak acuh Ars. Dia adalah murid Tobirama, melihat gurunya diperlakukan seperti itu, ia sangat marah.


"Shhh.... Jangan berbicara sembarangan, Koharu. Sensei bilang orang itu adalah kartu truf Konoha. Selama dia berjaga di desa, tidak akan ada yang terjadi. Dan yang dikatakannya ada benarnya, kita harus menemui tetua desa dan memberitahukan wasiat terakhir Sensei."


Mitokado Homura menenangkan temannya. Dia khawatir Ars akan mendengar kata-kata itu dan tersinggung.


"Tapi---"


"Jangan membuat masalah, Koharu. Ayo pergi."


Hiruzen menyela dan berbalik pergi.


Shimura Danzo mengepalkan tinjunya. Ia kesal sekaligus benci karena tidak diangkat menjadi Hokage.


Mereka berempat menemui tetua desa dan melaporkan semua hal yang terjadi.


Disisi lain, Ars duduk di balkon sambil minum bir dingin.


"Pada akhirnya, orang yang aku kenal meninggal satu per satu, sementara aku terus menjalani hidup yang kekal. Tidak peduli berapa kali aku mengalami perpisahan, aku tidak pernah terbiasa."


Dia mencoba membuat dirinya mabuk, tetapi karena efek Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan yang memberikan kekebalan terhadap semua efek negatif, Ars tidak bisa mabuk bahkan jika dia mau.


"Mereka terlalu lancang... Tidak hanya membunuh Tobirama, tetapi juga menginvasi Konoha. Tampaknya pencapaian membunuh Hokage Kedua membuat mereka menjadi terlalu percaya diri."


Sambil meminum birnya yang ke-32, Ars merasakan sihir pendeteksi yang dia pasang lima kilometer dari desa telah memberi peringatan.


"[Magic Sense]."


Ars menyebarkan persepsi sejauh 10 kilometer. Dalam radius itu, tidak ada yang bisa lepas dari persepsinya. Semuanya terlihat jelas olehnya, bahkan koloni semut di tanah pun tidak luput.


Apa yang dia lihat adalah lebih dari 1000 Shinobi berlari menuju Konoha dengan kecepatan tinggi, ekspresi haus darah terlihat jelas di wajah mereka.


Di antara mereka semua, ada dua Shinobi yang paling menonjol, satu pria berambut perak, dan satunya lagi pria berambut pirang.


Selain mereka berdua, ada dua Shinobi yang memiliki jumlah chakra yang tidak normal. Sekilas, Ars memastikan bahwa mereka berdua adalah Jinchuriki.


"Kinkaku dan Ginkaku, dan Shinobi Desa Kumogakure. Bagus, bagus, bagus, karena kalian sudah datang, jangan harap bisa pergi."


Meskipun Ars tidak terlalu menyukai Tobirama karena pihak lain memperlakukannya dengan tidak baik. Lagi pula, pihak lain adalah adik temannya. Dia tidak bisa berdiri dan menyaksikan pembunuh adik laki-laki temannya bertindak begitu angkuh di wilayahnya.


...


Lima kilometer dari Konoha.


Tidak semua Shinobi Kumogakure maniak bertarung, ada beberapa yang berpikir rasional diantara mereka.


"Kamu pengecut! Sekarang waktu terbaik menyerang, Konoha telah kehilangan Hokage untuk memimpin. Kita harus memanfaatkan peluang ini dan menunjukkan kepada dunia bawah Desa Konohagakure adalah yang terkuat!" Ginkaku menyeringai jahat.


"Tidak ada yang perlu ditakuti. Senju Hashirama telah mati, dan Senju Tobirama terbunuh di tangan kita. Tanpa mereka berdua, Shinobi Konoha hanya sampah!" Kinkaku tidak menganggap serius.


Menurutnya, tanpa Uchiha Madara dan Senju Hashirama, Desa Konohagakure tidaklah kuat.


*Ta Ta Ta Ta*


Kejadian tak terduga terjadi, tiba-tiba Shinobi Kumogakure berjatuhan dengan lubang berdarah di tubuh mereka.


"Serangan musuh! Menyebar!"


Kinkaku merespon cepat, berteriak untuk memperingatkan yang lainnya, ia bersembunyi di balik pohon.


"Tsk, serangan menyelinap." Ginkaku mendecakkan lidah sambil mencari lokasi musuh.


"Ahhhh, apa ini!"


"Tidak bagus, senjata musuh terlalu kuat!"


"Tidak!!!"


"Tolong aku, Kinkaku-sama!!!"


Meskipun menggunakan pohon sebagai pelindung, Shinobi Kumogakure menemukan serangan musuh tidak bisa dihentikan. Selain itu, mereka tidak melihat senjata macam apa yang digunakan, sehingga mereka tidak bisa membuat tindakan pencegahan.


Di hutan gelap itu, hanya ada suara keras dari senjata misterius yang membantai Shinobi Kumogakure.


"Sialan! Apa yang sebenarnya terjadi!"


Kinkaku terus mundur sambil memegang tangan kirinya yang berdarah. Untungnya, serat ototnya yang tebal membuat senjata musuh tidak terlalu melukainya. Dia tidak berani maju dan mundur cukup jauh.


"Ini senjata yang musuh gunakan."


Ginkaku menunjukkan logam kecil berbentuk aneh, yang dia ambil dari tubuh salah satu Shinobi Kumogakure yang terbunuh.


"Apa ini? Aku belum pernah melihat senjata seperti ini dalam hidupku. Mungkinkah ini senjata rahasia Desa Konohagakure?"


Kinkaku sulit percaya logam kecil itu telah membantai lebih dari 500 Shinobi Kumogakure.


Di sisi lain.


"Tidak peduli seberapa kuat Shinobi, mereka perlu membuat cetakan tangan untuk menggunakan Ninjutsu. Tanpa Ninjutsu, mereka hanya sedikit lebih kuat dari orang biasa. Jadi senjata api cukup efektif melawan mereka."


Ars berhenti menembak dengan senapan mesin.


Dia bisa membunuh semua penyerbu dalam satu gerakan, tapi dia tidak melakukannya. Dia ingin mereka merasa putus asa dan menyesal sebelum mereka mati.


Jadi, ia menggunakan [Manifestasi Senjata] untuk menciptakan senapan mesin, dan menembaki Shinobi Kumogakure yang tidak tahu apa-apa tentang senjata api.


*Whoosh*


Dari kiri dan kanan muncul sosok menyeramkan, dan mereka menyerang Ars.


*Ting*


Sayangnya, cakar mereka berhenti lima meter dari Ars seolah ada perisai tak terlihat.


"Ini pertama kalinya aku melihat Jinchuriki versi humanoid."


Lapisan chakra merah gelap hampir hitam menyelimuti mereka. Salah satunya memiliki delapan ekor dan yang lainnya tujuh ekor.


Mereka adalah Jinchuriki dari Hachibi dan Shichibi.


*ROAR*


Kedua Jinchuriki itu bahkan tidak bisa berbicara bahasa manusia lagi, dan meraung seperti binatang.


*Whoosh Whoosh Whoosh*


Kedua Jinchuriki yang telah kehilangan akal sehat, terus menyerang Ars dengan cakar dan ekor yang memiliki daya hancur yang sangat kuat.


Meski begitu, serangan gabungan dari kedua Jinchuriki gagal mematahkan pertahanan [Mugen (Infinity)].