
Rombongan tersebut dapat melihat awan melayang dengan kecepatan yang mengerikan.
Sebenarnya, kapal itu berada pada kecepatan dimana tubuh seseorang akan terhempas dalam sekejap oleh hembusan angin, tapi bahkan suara angin pun tidak bisa terdengar berkat penghalang Sihir Roh yang menyelimuti kapal.
Melihat ke bawah dari sisi pesawat, hutan menakutkan terbentang di kejauhan.
Berdiri di haluan kapal, Ars berdiri menyaksikan pemandangan berganti dengan cepat.
Areishia dan Elementalis yang tersisa sedang mendiskusikan sesuatu, hanya Ars yang punya waktu luang.
Ars tiba-tiba merasakan ada yang mendekat, berbalik, ia melihat seorang gadis cantik membawa nampan berisi roti dan susu.
"Ah, Tuan Ars, maaf menganggu mu... Aku membawa sarapan."
Ekspresi gadis itu ketakutan, tangannya yang memegang nampan hampir terlepas, dan kakinya gemetar.
"Gadis kecil, apa aku menyeramkan?"
Ars sudah terbiasa melihat reaksi itu.
"Itu..."
Gadis itu tidak pandai berbohong, dia ingin mengiyakan, tapi takut membuat pria di depannya marah. Lagipula, pihak lain dikatakan sebagai Raja Iblis Generasi Berikutnya.
"Lupakan saja, taruh saja makanannya disitu. Aku akan memakannya." Ars tidak lagi mempedulikan gadis itu, yang terlihat seperti hendak menangis.
"I-Iya!"
Gadis itu seolah mendapat amnesti. Setelah menaruh makanan dilantai, dia buru-buru pergi.
"Selain Areishia, wanita di dunia ini tidak punya selera yang bagus. Faktanya, wajahku lebih tampan daripada pria plastik (Korea Selatan), tapi mereka tidak menghargainya.”
Sambil menggosok dagunya, Ars berbicara dengan nada narsis.
...
Malam.
Di salah satu ruangan kapal.
Ars dan Areishia baru saja melakukan permainan dewasa yang menyenangkan.
Tempat tidur basah oleh cairan misterius, dan ada bau tubuh bertebaran di udara.
"Hah Hah Hah..."
Berbaring di dada kekar Ars, Areishia terengah-engah dan tubuhnya berkeringat karena aktivitas fisik.
"Kenapa kakak Ars terlihat tidak lelah sama sekali setelah melakukan itu selama tiga jam?"
Areishia bertanya-tanya apakah dia tidak bisa memuaskan nafsu Ars. Dia telah melakukan berbagai macam posisi sesuai permintaannya, bahkan jika itu sangat memalukan, tapi dia selalu yang pertama kelelahan.
"Jangan berpikir terlalu banyak, tubuh ku agak istimewa. Bukannya aku tidak puas bersenggama dengan mu, Areishia."
"Benarkah, kakak Ars?"
"Itu benar."
Menikmati belaian lembut Ars di kepalanya, Areishia menutup matanya.
"Ngomong-ngomong, apa kamu tahu mengapa Bahamut memanggil mu?" Tanya Ars penasaran.
Tujuan kapal terbang adalah Kekaisaran Dracunia.
"Aku juga tidak tahu, Raja Naga tidak mengatakan alasannya." Areishia tidak menyembunyikan apapun, lalu dia bertanya heran: "Apa hubungan kakak Ars dengan Raja Naga?"
Dia tidak merasakan rasa hormat apa pun dari Ars saat menyebut Raja Naga, bahkan sampai menyebut namanya secara langsung.
"Hanya kenalan biasa, aku bertemu dengannya secara tidak sengaja."
"Seperti apa Raja Naga itu? Apa terlihat perkasa dan kuat seperti di legenda?"
"Kamu akan tahu setelah melihatnya nanti."
"Kakak Ars pelit~"
Areishia berjuang untuk bangun, lalu berbaring di samping Ars. Dia benar-benar kehabisan stamina setelah berhubungan badan tadi.
"Kakak Ars, ceritakan padaku sebuah kisah.”
"Kamu sudah bukan lagi gadis kecil, melainkan wanita dewasa."
"Tangan kakak Ars nakal. Dan lagi, salah siapa yang mengubah ku menjadi wanita dewasa? Ah~."
Areishia mencoba menepis tangan Ars yang meraba-raba dadanya, namun itu hanya perlawanan simbolis, lalu membiarkannya bermain-main dengan dadanya.
"Itu curang!"
Ars sudah mencicipi rasa buah terlarang itu, bagaimana dia bisa tahan? Terlebih lagi, nafsu yang telah tertahan selama satu milenium saat ini sedang berada di puncak, dia membutuhkan Areishia untuk menyalurkan hasrat duniawinya.
"😛"
Areishia menjulurkan lidahnya dan bertindak genit.
"Baiklah, kamu menang." Ars tersenyum kecut.
Kapan Areishia yang baik hati dan polos berubah menjadi wanita manipulatif?
"Yeay~ aku paling suka kakak Ars."
Areishia mencium bibir Ars, lalu menatapnya dengan antisipasi.
"Karena kita berbicara tentang Bahamut, aku hanya akan memberi tahu mu sebuah rahasianya yang tidak banyak orang ketahui."
Setelah merenung sejenak, Ars tidak menceritakan legenda atau dongeng dari kehidupan sebelumnya. Selama dia tinggal bersama Areishia, dia telah menyampaikan semua cerita yang dia tahu.
"Rahasia?! Apa tidak akan menyebabkan masalah pada kakak Ars?"
"Tidak apa-apa, Bahamut tidak akan marah hanya karena ini."
"Ahem..."
Membersihkan tenggorokannya, Ars mengungkapkan rahasia yang mengejutkan Areishia.
"Raja Naga Bahamut pernah menentang Lima Tuan Elemental."
"!!!"
Mata Areishia terbuka lebar, dan ketidakpercayaan terlihat jelas di wajahnya.
Di dunia ini, Tuan Elemental adalah sosok yang disembah dan dihormati oleh semua manusia.
Tindakan Raja Naga Bahamut sama saja dengan penistaan.
Mengharapkan reaksi itu dari Areishia, Ars melanjutkan berbicara.
"Raja Naga Bahamut memimpin pasukan di pihak Tuan Elemental Kegelapan selama Perang Roh antara Lima Tuan Elemental dan Tuan Elemental Kegelapan. Oleh karena itu, Bahamut terus menganggap para Tuan Elemental sebagai musuh."
"Tunggu sebentar, kakak Ars... Tuan Elemental Kegelapan? Ini pertama kalinya aku mendengarnya."
"Itu tidak mengejutkan kamu tidak tahu, Areishia. Tuan Elemental Kegelapan, Ren Ashdoll, dia kalah dalam Perang Roh beberapa milenium yang lalu, yang melibatkan banyak roh kuat, keberadaannya dihapus dalam sejarah oleh Lima Tuan Elemental. Seperti pepatah, sejarah ditulis oleh pemenang, jadi jangan terlalu mempercayai sejarah secara membabi buta."
Ini semua Ars ketahui saat dia mengobrol dengan Bahamut.
Sebagai individu yang berpartisipasi dalam Perang Roh, Bahamut mengetahui banyak peristiwa sejarah yang disembunyikan oleh Lima Tuan Elemental. Justru karena dia di pihak Ren Ashdoll, dia dikutuk oleh Tuan Elemental Tanah.
"Aku akan mengingat kata-kata kakak Ars." Areishia mengangguk serius. Dia sama sekali tidak meragukannya.
"Kembali ke topik utama, saat ini Bahamut... Bla Bla Bla..."
Ars tanpa rasa bersalah membeberkan sejarah dunia kepada Areishia.
Tanpa terasa, dia telah berbicara hampir satu jam sampai tenggorokannya kering.
"Cough, kamu telah beristirahat cukup lama, ayo lakukan sepuluh ronde lagi?" Ars menatap Areishia dengan tatapan memohon.
"Tidak mungkin, aku akan mati jika melakukannya sebanyak itu. Paling banyak dua ronde lagi?"
Areishia benar-benar tidak sanggup memuaskan libido tak terbatas kekasihnya.
"Delapan ronde, oke?"
"Tiga ronde!"
"Enam ronde?"
"Empat ronde, ini pilihan terakhir. Jika kakak Ars ingin lebih, lupakan saja, perut ku sudah penuh benih mu."
"Haaa... Baiklah, empat ronde."
Setelah tawar menawar, Ars dengan enggan setuju.
"Ah~, kakak Ars, pelan-pelan."
"Siapa yang membuatmu begitu menggoda, Areishia."
"Ah ah ah ah ah ❤️"
Lalu ruangan itu dipenuhi ******* seorang wanita dan suara daging yang beradu.