Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Misi Selesai


*Gulp*


Miroku menelan ludah melihat Tentara Hantu sejauh mata memandang. Menghadapi jumlah yang begitu besar, tidak heran jika lima negara kecil diratakan.


"Ars-sama yakin melakukannya sendiri? Apakah tidak perlu meminta bala bantuan?"


Meski tahu tidak akan mati hari ini karena tidak ada mimpi melalui [Future Telling], ia khawatir masalah ini tidak bisa diselesaikan.


"Perhatikan bagaimana aku melenyapkan tumpukan batu dibawah."


Ars terlalu malas menjelaskan padanya, dan mulai melantunkan mantra.


“Ini adalah api permulaan.”


“Ini adalah api terakhir juga.”


Lima belas lapisan pusaran api raksasa yang saling menumpuk tiba-tiba muncul di atas Tentara Hantu.


Kejadian ini tentu saja menarik perhatian musuh. Lima orang yang kemungkinan besar eselon atas Tentara Hantu muncul dan mendongak ke atas.


Meskipun tahu ada musuh, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena pihak lain berada di udara, dan tidak ada satu pun dari mereka yang bisa terbang.


Ars memperhatikan kelima orang itu, melalui [Magic Sense], dia merasakan seorang pria paruh baya memiliki chakra paling banyak dan auranya dipenuhi kejahatan.


Dia menduga pria paruh baya itu adalah Moryo. Meski begitu, mulutnya tidak berhenti melantunkan mantra, dan energi menakutkan berkumpul di telapak tangan kanannya.


“Saat ini, masa lalu, dan masa depan.”


“Kekuatan terlarang yang jauh dari bayanganmu.”


“Nyala api...”


“Akulah seorang perusak dan orang yang tidak berperasaan.”


“Sekarang dengan darahku, daging ku, aku melanggar perintah para dewa kuno.”


“[Explosion]!”


Bola energi di tangannya meluncur ke atas pusaran api paling atas dan meluncur ke bawah.


Saat berikutnya, terjadi ledakan dahsyat.


*BOOOOMMMM*


Suara ledakan itu terdengar begitu keras sehingga Miroku masih mendengar dengan jelas, meski telah menutup telinganya.


Radius ledakan terus meluas, Tentara Hantu yang dianggap tak terkalahkan di mata orang biasa, langsung hancur tanpa perlawanan saat terkena ledakan.


"Aku harus mempelajari teknik AOE lainnya. Sangat membosankan menggunakan jurus yang sama berulang kali." Ars bergumam sambil mengusap dagunya, lalu berkata: "Sebaiknya aku mempelajari teknik AOE yang lebih ramah lingkungan seperti ketrampilan Rimuru, [Meggido (The Fury of God)]. Tidak baik terus merusak lingkungan."


Bukannya dia tidak pernah mencoba meniru [Megiddo], hanya saja tidak berhasil. Lagipula, ia tidak punya [Raphael] seperti Rimuru.


"[Explosion] memang kuat, tetapi terlalu merusak alam, dan aku tidak bisa memakainya di dekat pemukiman manusia."


Saat Ars sedang merenungkan apakah ada Ninjutsu AOE sesuai kriterianya, ledakan perlahan berhenti.


Begitu Miroku membuka matanya, dia tercengang melihat hanya ada kehancuran di depannya.


Kawah raksasa telah terbentuk di tanah yang sebelumnya subur, magma terlihat mengalir dari tanah, dan sosok agung dan perkasa dari 10.000 Tentara Hantu tidak terlihat.


"A-A-Ars-sama yang melakukan ini?" Kata Miroku dengan gentar.


"Tentu saja itu aku, mungkinkah itu kamu?" Ars berkata acuh tak acuh.


"Sulit dipercaya... Hanya satu kali serangan, semua Tentara Hantu musnah... Luar biasa."


Jika sebelum Miroku memandang Ars sebagai pemuda sembrono dan tidak masuk akal, kini pandangannya berubah 180 derajat. Hanya ada kekaguman di matanya.


"Jangan senang terlalu cepat, misi belum selesai."


"Bukankah semua musuh sudah lenyap?"


"Tidak ada ikan teri lagi, tetapi bos mereka masih hidup."


"Huh?"


Saat Miroku bingung apa yang Ars maksudkan, tiba-tiba ada yang muncul dari dalam tanah.


"Beraninya kau melakukan ini!!!"


Yang berbicara adalah makhluk ular raksasa dengan tubuh ungu tua yang sangat panjang, dan banyak kepala berbasis naga. Matanya merah menyala, dan lidahnya biru. Ada aura ungu yang lebih terang mengelilingi tubuhnya.


Ular raksasa itu melototi Ars dengan kebencian mendalam.


"Itu adalah..."


"Jiwa Moryo, setelah tubuh fisiknya hancur, hanya jiwanya yang tersisa. Bentuk jiwanya tidak seperti manusia... Apakah ini efek samping membentuk kontrak dengan Iblis dari dimensi lain?"


"Ini bukan saatnya mengobservasi lawan! Dia datang."


*Whooosh Whooosh Whooosh*


Energi kegelapan membentuk tentakel yang tak terhitung jumlahnya, dan menyerang Ars dan Miroku yang berada di udara.


"Sayangnya, aku tidak punya fetish tentakel."


Setelah Ars mengatakan itu, tentakel tiba di depannya. Namun, semua tentakel itu tidak bisa berhenti sekitar tiga meter darinya.


"Ninjutsu macam apa ini? Aku tidak percaya tidak bisa menghancurkan penghalang tidak terlihat mu. Karena kamu menghancurkan tubuh fisik mu, maka aku akan merebut tubuh mu."


Tatapan keserakahan terlihat jelas di mata Moryo, serangannya semakin intens. Meski begitu, ia tidak bisa menembus [Mugen (Infinity)].


Setelah menyerang tanpa henti, ia melihat serangannya tidak efektif, lalu ia mengubah metode serangannya.


Selusin kepala naga mengumpulkan energi di mulutnya, dan menembakkan bola energi itu ke Ars.


*👏🏻*


Ars bertepuk tangan sekali, kemudian ia dan Moryo berganti posisi. Ini adalah teknik spasial yang dia kembangkan berdasarkan Teknik Kutukan Todo Aoi, [Boogie Woogie].


Dia memiliki pemahaman dan dasar terkait spasial berkat [Teleportation], sehingga tidak sulit baginya meniru [Boogie Woogie].


Kemudian Moryo terkena serangan sendiri.


"Argghh!!!"


Tanpa sempat bereaksi, Moryo terjatuh dari udara seperti layang-layang putus.


"Sangat panas..."


Miroku merasakan suhu panas menerpa kulitnya, dan seluruh tubuhnya bermandikan keringat.


Ars yang menggendong Miroku di punggungnya, merasakan dua benda bulat besar dan lembut menekan punggungnya.


Di era ini, tidak ada yang namanya bra, sehingga perempuan tidak mengenakan apapun dibalik pakaian mereka.


"Ars-sama, aku..."


Sebagai pendeta wanita, Miroku tidak terlalu banyak melakukan kontak dengan pria. Sekarang, tidak hanya digendong, tetapi juga *********** menekan punggung pria, yang membuatnya sangat malu.


Sayangnya, Ars adalah pria berhati batu setelah pemolesan satu milenium. Dia tidak akan seperti protagonis romcom yang akan menjadi seperti cacing panas hanya karena melakukan kontak intim dengan seorang wanita.


"Tahan sebentar lagi, ini akan segera berakhir."


Agar Miroku tidak kepanasan, Ars melompat dari tanah, dan melayang di ketinggian 100 meter, tatapan matanya jatuh pada Moryo yang perlahan bangkit di tanah.


Mempelajari kesalahan sebelumnya, Moryo tidak berani menembakkan bola energi, ia meningkatkan kualitas tentakelnya daripada mengandalkan kuantitas.


*Bang Bang Bang*


Kali ini hanya ada puluhan tentakel yang menyerang, tetapi kekuatannya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Kedua tangan Ars membentuk cetakan tangan.


"Kamu harus bangga menjadi musuh pertamaku yang mengalami teknik ini."


"[Fūkōsoku: GochūKoukan (Sealing Restraint: Five-Pillared Steel Weights)]."


Lima pilar tinggi dan tebal yang berbobot berton-ton jatuh dengan kekuatan besar, menjepit Moryo ke tanah dan menyegelnya di lokasi.


Dalam sekejap mata, Moryo kehilangan seluruh kekuatannya. Selain tubuh besarnya yang tampak menyeramkan, ia tidak berdaya.


"Sialan, lepaskan aku! Aku akan membangun kerajaan yang akan bertahan 1000 tahun! Aku tidak bisa berhenti disini!"


Dia berjuang membebaskan diri, tetapi usahanya sia-sia. Pilar itu tidak bergerak sedikit pun.


Begitu Ars mendarat di tanah di depan Moryo, Miroku buru-buru turun dari punggungnya sambil memeluk dadanya, rona merah muncul di wajahnya, entah karena malu atau panas, atau mungkin keduanya.


"Jika saja tidak ada kamu, aku telah menguasai dunia ini!"


Lusinan kepala naga menatap Ars dengan jejak kebencian.


"Kamu salah, bahkan jika aku tidak ada, masih ada orang lain yang bisa menekan mu dengan mudah. Jangan mengira hanya karena telah menghancurkan beberapa negara kecil, kamu mengira tidak terkalahkan."


"Baiklah, mari kita hentikan pembicaraan tidak berguna. Saatnya mengirim mu menemui Raja Neraka."


"T-Tunggu dulu, lepaskan aku dan aku akan memberikan semua yang kamu..."


Ars tidak ingin mendengarkan permohonan pecundang. Dia berkata pelan.


"[Large Partisan]."


Sebuah pedang raksasa berukuran 50 meter tercipta, lalu pedang itu meluncur seperti peluru dan memotong Moryo menjadi dua bagian.


Setelah Ars memastikan musuhnya telah mati, ia berbalik melihat Miroku yang menatapnya.


"Misi telah selesai, ayo pulang."