Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Bantuan Terakhir Untuk Umat Manusia


Di antara kedua pohon ada tempat tidur gantung, dan Ars berbaring di sana sambil membaca manga.


"Selesai, dengan ini aku telah membaca semua manga yang ada di Jepang."


Melempar manga ke tanah, dia menatap langit gelap yang perlahan menjadi terang oleh matahari pagi.


"Sudah 10 tahun aku menetap di dunia ini, sampai sekarang semuanya baik-baik saja. Ruang Dewa Utama tidak lagi mengirim orang untuk melaksanakan misi ke dunia ini. Sayang sekali, padahal aku masih ingin membunuh beberapa peserta dan melihat kemampuan macam apa yang bisa aku peroleh."


Apa yang tidak diketahui Ars, alasan terbesar Ruang Dewa Utama tidak mengirimkan peserta lainnya itu karena keberadaan dirinya.


Ruang Dewa Utama telah mendeteksi keberadaan kuat, yang seharusnya tidak ada di dunia [Dr. Stone]. Oleh sebab itu, meski itu itu dunia yang bagus untuk mengirim peserta tingkat rendah untuk mengumpulkan pengalaman, karena kehadiran Ars selama 15 tahun ini, dunia [Dr. Stone] telah dicoret dari daftar.


"Lagi-lagi paman buang sampah sembarangan, ayah bilang sampah kertas dan plastik butuh waktu ratusan tahun untuk bisa musnah oleh tanah. Oleh karena itu, limbah jenis ini harus dibakar.”


Suara gadis muda mengomel terdengar di bawah.


"Selamat pagi, Ruby, kamu bangun sangat pagi."


"Selamat pagi, paman."


Ars menoleh kebawah dan melihat gadis remaja berusia 14 tahun.


Setelah beberapa tahun berlalu, Ruby telah tumbuh menjadi gadis cantik dan mempesona.


"A-Ada apa? Tatapan paman sangat menakutkan."


Ditatap oleh Ars, Ruby menjadi malu dan tidak berani melakukan kontak mata.


"Tidak ada, aku hanya merasa berlalu begitu cepat. Tanpa disadari gadis kecil telah bertransformasi menjadi gadis menawan. Untungnya, kamu mewarisi gen ibumu, Lillian. Jika itu gen ayah mu---."


"Ars! Jangan membicarakan orang lain dibelakangnya."


Sebelum Ars selesai berbicara, Byakuya muncul dengan marah.


"Aku akan membantu ibu menyiapkan sarapan."


Ruby bergegas pergi setelah melihat ayahnya datang.


"Gadis itu... Dia bahkan tidak menyapa ayahnya." Byakuya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut.


"Dia sedang di masa puber, sikap memberontaknya sangat normal."


"Kamu tahu cukup banyak, Ars. Apa kamu pernah punya anak?"


"Tidak perlu punya anak untuk mengetahui itu, cukup baca buku dan kamu akan mendapat pengetahuan."


Ars memutar matanya ke arah Byakuya dan nadanya sangat malas.


"Hahaha... Tidak semua hal tertulis di buku bisa menandingi pengalaman. Mungkin kamu harus mencari pasangan dan membesarkan anak."


Berdiri di sebelah tempat tidur gantung, Byakuya tertawa, lalu setelah berhenti tertawa, dia melototi Ars.


"Aku tidak menyetujui hubungan mu dengan Ruby."


"Tsk, apa menurutmu aku pedofil? Jika aku ingin mencari kekasih, syarat yang paling mendasar adalah setidaknya wanita itu juga abadi sepertiku. Aku tidak ingin melalui pengalaman mengubur istriku."


"Aku harap kamu dapat menemukan wanita ideal yang dapat menemani mu selamanya."


"Mudah-mudahan begitu."


Pembicaraan kedua pria itu berhenti, mereka berdua menyaksikan matahari terbit dari timur.


"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Shamil?" Ars bertanya santai.


"Dia baik-baik saja setelah minum obat. Berkat obat yang kamu berikan, pneumonia yang diderita Shamil tidak terlalu parah dan dia perlahan sembuh."


Byakuya sangat bersyukur dengan kehadiran Ars disisi mereka. Jika tidak, semuanya tidak akan berjalan lancar seperti sekarang.


"Hari ini aku akan pergi."


"Hah?"


Byakuya menoleh untuk melihat Ars.


"Pergi? Mungkinkah... Meninggalkan dunia ini?"


"Apa kamu sudah memberitahu yang lainnya?"


"Belum, hanya kamu yang tahu."


"Jadi begitu... Ruby akan sangat sedih ketika mengetahui kabar kepergian mu."


Byakuya tidak mencoba membujuk Ars untuk tinggal, ia sudah tahu pihak lain akan pergi cepat atau lambat, ini hanya masalah waktu. Justru tinggal di pulau ini selama 15 tahun dan menjaga mereka dari berbagai bencana alam sudah merupakan berkah.


"Aku harap perjalanan mu berjalan lancar, jangan biarkan kami para lansia mempengaruhi mu."


Kembali ke sikap cerianya, Byakuya tertawa sambil menepuk punggung Ars.


"Apanya yang lansia, aku lebih tua dari mu." Ars menepis tangan Byakuya.


"Penampilan tidak berubah, kamu selalu terlihat seperti pemuda berusia 20an, sedangkan aku telah menjadi pria tua. Dari sudut pandang penampilan, aku lebih tua darimu. Hahahaha..."


"Terserah apa katamu."


Turun dari tempat tidur gantung, Ars berjalan ke depan.


"Kamu tidak akan pergi sekarang, kan? Setidaknya biarkan kami mengadakan pesta perpisahan!"


Byakuya khawatir Ars langsung pergi tanpa memberitahu semua orang.


"Tenang saja, aku pergi mengurus beberapa masalah, aku tidak akan pergi tanpa berpamitan."


Melambaikan tangannya, sosok Ars menghilang di depan mata Byakuya.


"Sigh~ Hari ini akhirnya tiba, aku tidak tahu reaksi Ruby ketika dia mengetahuinya."


Sebagai seorang ayah, Byakuya menyadari perasaan putrinya terhadap Ars.


Itu bukan perasaan biasa di antara kenalan, melainkan cinta.


Dia telah berulang kali memperingatkan putrinya untuk tidak mempunyai perasaan suka kepada Ars, karena dia tahu mustahil keduanya menjalin hubungan romantis, khususnya Ars.


Setelah 15 tahun berinteraksi, dia menemukan Ars perlahan-lahan menjadi acuh tak acuh dan apatis.


Itu tidak mengejutkan Byakuya, itu hal yang normal terjadi ketika seseorang hidup terlalu lama, karena orang itu telah mengalami banyak hal, semuanya menjadi membosankan di matanya.


Menatap penduduk desa yang mulai beraktivitas setelah matahari terbit, Byakuya berdoa.


"Tuhan, semoga Ars bisa menemukan wanita yang bisa menemani hidupnya yang abadi dan tidak menjadi gila karena kesepian."


...


Meninggalkan Pulau Harta Karun, Ars mengunjungi semua gunung berapi bawah laut di Samudra Pasifik.


Dalam rentang waktu 15 tahun, dia telah menghadapi bencana gempa bumi dan gunung meletus, yang menyebabkan tsunami.


Jika tidak ada dirinya, akan ada korban jiwa di Pulau Harta Karun. Sebelum meninggalkan dunia ini, setidaknya dia ingin manusia yang tersisa berkembang tanpa harus mengkhawatirkan bencana alam.


Mustahil bagi Ars menekan semua gunung berapi di seluruh dunia, tapi jika hanya disekitar Pulau Harta Karun, dan Samudra Pasifik, itu masih mungkin.


Di kedalam Samudera Pasifik, Ars menyegel gunung berapi yang terakhir.


(Pekerjaan ku selesai, setidaknya gunung berapi ini tidak akan meletus selama 5000 tahun. Saat itu, manusia telah memulihkan peradaban, selebihnya biarkan mereka menangani masalah ini.)


Dia ingat plot utama dimulai 3700 tahun setelah pembatuan umat manusia, sudah 15 tahun sejak tragedi pembatuan, artinya tersisa 3658 tahun lagi sebelum plot dimulai.


(Aku telah memberikan 1300 tahun untuk manusia mengembangkan peradaban, jika mereka hancur karena lusinan gunung berapi bawah laut, itu hanya bisa menyalakan mereka karena tidak kompeten.)


Yang Ars lakukan bukanlah meniadakan gunung berapi, melainkan menyegel.


Menurut perkiraannya, ketika segel itu berhenti bekerja. Semua gunung berapi bawah laut di Samudera Pasifik akan meletus secara bersamaan, jika itu terjadi maka akan terjadi tsunami terbesar dalam sejarah manusia.


Namun, dia percaya bahwa umat manusia pada saat itu entah bagaimana berhasil selamat dari bencana alam itu.


Meski dia tidak terlalu menyukai manusia karena pengalaman hidupnya di reinkarnasi kelima, Ars mempercayai potensi umat manusia!


(Sudah waktunya kembali.) Pikir Ars dan terbang menuju Pulau Harta Karun dengan kecepatan 25 Mach.