
Puncak suci Pegunungan Kelbreth... gununga tertinggi di benua ini dan juga merupakan tempat di mana lebih dari separuh spesies naga menjadi habitatnya.
Selain naga merah dan naga hitam, ada juga jenis naga terbang seperti wyvern, naga tanah seperti geodragon, dan subspesies seperti drake. Dan di puncaknya adalah Raja Naga Iblis dan Raja Naga Petir, yang terkenal sebagai spesies naga terkuat selain Raja Naga Bahamut.
Terbang di antara puncak terjal itu, kapal terbang melanjutkan penerbangannya.
Seseorang bisa melihat ke bawah pada naga yang tak terhitung jumlahnya yang meluncur di antara awan.
Jika itu kapal terbang biasa, mereka akan langsung diserang oleh para naga. Namun, itu kapal terbang yang ditumpangi Areishia dan yang lainnya, dan telah menerima iziin khusus dari Raja Naga Bahamut.
Bersandar pada pagar di dek sendirian, Ars menonton para naga yang terbang bebas dan riang, seolah perang di benua ini sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan mereka.
"Setelah satu tahun lebih, aku kembali lagi ke sini... Ku harap Bahamut tidak marah tidak pernah mengunjunginya."
Karena terlalu banyak hal terjadi, Ars tidak pernah lagi ke ibukota Kekaisaran Dracunia. Selain pertemuan pertama, dia belum pernah menemui Bahamut lagi.
"Ini pertama kalinya aku melihat banyak naga."
Areishia datang dan berdiri di sebelah Ars.
"Rapatnya telah selesai?"
"Um, tidak terlalu banyak hal yang dibahas rapat kali ini. Mereka mengajari ku etiket saat bertemu Raja Naga Bahamut nanti."
Di depan Ars, Areishia tidak menyembunyikan apapun.
"Tidak perlu mendengar saran mereka yang menyebalkan. Bersikaplah seperti biasanya, jangan terlalu kaku."
"Tapi—"
"Tidak apa-apa, percayalah padaku."
Ars menepuk kepala Areishia dan mengusap rambut pirangnya.
"Um, aku mendengarkan kakak Ars."
Areishia menganggukkan kepala.
...
Kapal udara Revenant di pelabuhan militer di ibukota Kekaisaran Dracunia, yang terletak di tingkat menengah Pegunungan Kelbreth.
Areishia dan rombongannya keluar dari kapal terbang.
Dibandingkan dengan ibukota kekaisaran Ordesia, iklim di sini jauh lebih dingin.
Ars melepas jaketnya dan menyampirkannya di bahu Areishia.
"Terima kasih, kakak Ars."
"Sama-sama."
Menyaksikan interaksi mesra keduanya, Elementalis menatap Ars dengan kebencian di mata mereka.
Dengan adanya Ars disisi Areishia, banyak intrik dan skema mereka gagal. Tentu saja, tidak semua Elementalis memiliki niat buruk, ada beberapa yang benar-benar ingin membawa perdamaian dunia.
Pada saat itu, bayangan raksasa muncul di atas kepala.
Ars mendongak untuk melihat para Ksatria Kaisar Naga, menunggangi wyvern.
(Ngomong-ngomong, sepertinya aku telah membuat kapten mereka menikahi Bajingan Jelek... Sudah lebih dari setengah tahun, gadis angkuh itu mungkin hamil)
Dia tiba-tiba mengingat Sophia Lancaster, gadis yang pernah memprovokasinya di masa lalu, lalu dia memberi sugesti untuk menikahi Bajingan Jelek.
Ars memperhatikan semua Ksatria Kaisar Naga adalah wanita muda.
Salah satu wanita melompat turun dari punggung wyvern dan berdiri di depan Areishia.
"Ratu Suci yang terhormat, selamat datang di Kekaisaran Dracunia."
Dia menundukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh ke arah kelompok Areishia.
"Saya, Luna Lancaster, kapten dari Ksatria Kaisar Naga, ditugaskan untuk membimbing Yang Mulia Ratu Suci dan kalian semua ke kastil sesuai dengan perintah Raja Naga."
"Sopan sekali. Terima kasih atas keramahtamahannya..."
Areishia mengangkat ujung roknya dan membungkuk dengan sopan santun sebagai balasannya. Di waktu luangnya, dia juga belajar tata krama dari seorang Elementalist yang baik hati
(Kalau tidak salah, nama belakang Sophia adalah Lancaster. Tampaknya Ksatria Kaisar Naga telah memilih kapten baru, dan itu juga seseorang dari keluarga Lancaster.)
Setelah mengamati dengan seksama, Ars merasa Sophia dan Luna agak mirip, mungkin saudara kandung.
(Aku penasaran bagaimana reaksinya jika gadis ini tahu aku adalah penyebab Sophia menghilang dan hamil dengan seorang pria Bajingan Jelek.)
Setelah hidup sekian lama, Ars tidak peduli apakah perbuatannya baik atau jahat. Yang dia pedulikan hanyalah apakah itu menarik atau tidak. Bagaimanapun, kebosanan adalah masalah terbesar makhluk abadi.
"...?!"
"Kami telah menyiapkan kereta naga untuk mengangkut mu ke kastil.” Ucap Luna.
“Kereta naga?” Tanya Areishia.
Meskipun kampung halamannya adalah Kekaisaran Dracunia tapi dia tinggal di desa tanpa nama di perbatasan. Jadi dia tidak tahu banyak tentang negaranya sendiri.
“Yah, itu seperti kereta kuda, hanya saja ditarik oleh seekor naga.”
...
Kereta naga yang dihadirkan di hadapan rombongan Areishia adalah bentuk transportasi yang jauh lebih besar dari kereta kuda, cukup untuk dinaiki semua orang. Itu ditarik oleh subspesies naga tak bersayap, kerabat dari naga tanah.
Setelah Areishia dan yang lainnya menaiki kereta itu, perlahan-lahan kereta berjalan maju.
Kereta naga meninggalkan pelabuhan militer dan melaju di sepanjang jalan utama menuju ibukota. Selain naga yang berputar-putar di langit, pemandangannya tidak terlalu berbeda dengan ibu kota Kekaisaran Ordesia.
Penasaran dengan apa yang terlihat di jalanan, duduk di samping Ars, Areishia terus melihat ke luar jendela.
"Setelah sampai di kastil, pertama-tama kita akan memberi hormat kepada Raja Naga.”
Duduk berhadapan dengan Ars, Luna berkata.
"Itu membuatku merasa gugup..." Areishia memegang tangan Ars.
Setengah tahun yang lalu, dia hanya gadis penggembala biasa, kini dia telah bertemu Raja dan Kaisar suatu negara.
"Tenang saja, Bahamut tidak terlalu peduli pada formalitas."
"Huh."
Mendengar Ars menyebut Raja Naga tanpa gelar kehormatan, Luna melototinya sambil mendengus dingin.
"Oh, aku harap tidak menyinggung Raja Naga." Areishia masih gugup.
...
"Salam, Ratu Suci dan teman seperjuangannya. Selamat datang di Benteng Batu Naga."
Setelah mereka turun dari kereta naga di alun-alun depan kastil, pelayan wanita yang bertugas di kastil segera keluar untuk menyambut mereka.
Melewati gerbang besi besar, Areishia, Ars, dan Elementalis lainnya mengikuti Luna untuk memasuki kastil.
"Begitu besar."
Areishia menghela nafas kagum.
Langit-langit kastil didesain menyerupai stalaktit, dengan banyak kristal tertanam untuk memancarkan cahaya seperti bintang yang mempesona. Banyak relief naga yang terpahat di dinding.
"Orang yang tidak familiar dengan tempat ini bisa tersesat. Mohon berhati-hati." Luna mengingatkan semua orang.
Mereka terus bergerak maju. Tak lama kemudian, rombongan mencapai ruang terbuka lebar dengan langit-langit berbentuk kubah.
Para Putri Gadis (Princess Maiden) dalam pakaian formal yang melayani Raja Naga berbaris di dinding untuk menyambut kedatangan Areishia.
"Ini ruang singgasana?” Tanya Areishia.
"Tidak, ruang tahta ada di depan." Luna menggelengkan kepalanya.
“Tolong buat persiapan di sini untuk bertemu dengan Yang Mulia.”
“Membuat persiapan?”
Mengatakan itu, para Putri Gadis berjalan mendekat sambil membawa keranjang di tangan mereka.
“Persiapan apa?”
"Karena kalian akan memasuki hadapan Yang Mulia Raja Naga, kalian tidak bisa tetap berpakaian seperti ini."
"Tidak, tidak apa-apa untuk tetap mengenakan pakaian ini. Namun—"
"Namun?"
"Kalian harus melepas ****** *****."
"...EHHHHHHH!"
Mendengar instruksi Luna, Areishia dan para gadis (Elementalis) berteriak kaget.
"Pufft—"
Ars hampir tertawa terbahak-bahak mendengar ini.
(Ini mengingatkan ku pada Fafnir di anime [High School DxD], yang suka ****** ***** Asia dan gadis-gadis imut... Mengapa aku tidak tahu Bahamut suka bertemu dengan gadis tidak mengenakan ****** *****?)
Dia memutuskan untuk menanyakan pertanyaan ini nanti pada Bahamut.