
Kekosongan Tak Berujung.
Ars sekali lagi muncul di tempat ini.
(Aku kembali... Nah, selanjutnya pilih yang mana?)
Dia memandang bola cahaya yang tak terhitung jumlahnya di bidang penglihatannya.
Tiap bola cahaya mempunyai ukuran yang berbeda, bola cahaya kecil berarti jaraknya sangat jauh dari lokasinya sekarang, dan bola cahaya besar menandakan jaraknya tidak terlalu jauh.
(Ini menakjubkan, masing-masing bola cahaya ini adalah sebuah semesta. Dibandingkan ini semua, aku merasa keberadaan ku seperti debu yang tidak berarti.)
Di dunia [Dr. Stone], Ars telah mencoba meninggalkan bumi, dan menemukan dia fakta bahwa semesta dan Kekosongan Tak Berujung adalah dua hal berbeda.
Tentu saja Kekosongan Tak Berujung adalah nama yang dia berikan pada tempat ini, yang menampung semesta yang tak terhitung jumlahnya.
Menurutnya, Kekosongan Tak Berujung adalah keberadaan yang lebih tinggi dari multiverse, karena mengandung semesta yang berbeda dan jumlahnya terlalu banyak untuk dihitung.
(Tidak ada gunanya aku memikirkan tentang ini, dengan tingkat kekuatan ku yang sekarang, tidak mungkin bagiku mengungkap misteri tempat ini. Bahkan kemampuan reinkarnasi ku masih misteri sampai saat ini, dan asal usulnya tidak diketahui. Terkadang, mengetahui banyak rahasia belum tentu hal yang baik.)
Menyadari keterbatasannya dan tidak melebih-lebihkan diri sendiri, Ars tidak lagi memikirkan asal usul tentang Kekosongan Tak Berujung.
Melihat ke sekelilingnya, masing-masing bola cahaya merupakan suatu semesta. Tidak peduli metode apa yang dia gunakan, dia tidak bisa melihat melalui selubung cahaya.
(Tidak berhasil, huh... Sesuai dugaan ku, tapi itu berarti aku hanya bisa mengandalkan keberuntungan ku.)
Mengingat betapa jeleknya keberuntungan yang dimilikinya, Ars berdoa tidak tiba di dunia yang memiliki individu yang mampu membunuh makhluk abadi.
Meski dia cukup kuat, dia tidak pernah menganggap dirinya tak terkalahkan. Sebelum mengetahui latar belakang dunia yang didatanginya, dia berusaha bersikap profil rendah. Setidaknya sampai dia yakin tidak ada keberadaan yang bisa mengancamnya.
(Baiklah, aku memilih mu.)
Ars mengerahkan kecepatan penuhnya, 25 Mach dan terbang menuju bola cahaya yang agak jauh.
Ada beberapa bola cahaya di dekatnya, tapi dia tidak memilih mereka dan memilih bola cahaya yang agak jauh.
Karena tidak adanya konsep waktu di Kekosongan Tak Terbatas, dia menggunakan stopwatch, yang dibawanya dari dunia [Dr. Stone] untuk mengetahui berapa lama dia terbang.
Melayang di depan bola cahaya tujuannya, Ars melihat stopwatch.
(10.080 menit telah berlalu, itu setara dengan tujuh hari. Ini rekor perjalanan terjatuh yang aku capai untuk sekarang.)
Dia tanpa ragu terbang memasuki bola cahaya.
...
Membuka matanya, Ars disambut oleh seorang pria dengan seluruh matanya putih, pakaiannya bernoda darah, dan mengeram seperti binatang buas.
"****! Apa-apaan ini!"
Situasi ini terlalu mengejutkan, bahkan Ars yang memiliki ketabahan mental pun tak bisa menahan keterkejutannya.
"Roar!"
Tertarik oleh suara umpatannya, pria itu berlari menuju Ars dengan mulut terbuka lebar dan hendak menggigitnya.
Ars menjentikkan jarinya ke dahi pria itu, yang menyebabkan kepalanya pecah dan isi otaknya berserakan di tanah.
"Roar!"
Raungan lainnya terdengar, beberapa pria dan wanita bergegas ke arahnya.
Ars melayang beberapa meter di udara. Alhasil, sekelompok orang itu saling bertabrakan.
Mengamati orang-orang itu, dia tahu mengapa mereka menyerangnya tanpa alasan.
Ars menatap langit dan merasa ingin meneteskan air mata.
Nasib seolah mempermainkannya. Dunia pertamanya adalah kiamat pembatuan, dan dunia keduanya adalah kiamat zombie.
"Mungkinkah dunia berikutnya adalah kiamat titan? Apakah aku memiliki hubungan tertentu dengan dunia kiamat? Mengapa aku selalu tiba di dunia semacam ini?"
Ars melampiaskan keluhan yang dirasakannya. Setelah tenang, dia mulai mengamati lingkungan sekitarnya.
"Hmmm... Semua zombie disini terlihat masih segar, pakaian mereka tidak terlalu rusak, kendaraan masih menyala, dan toko serba ada masih belum di jarah. Itu berarti, kiamat ini belum berlangsung lama, kemungkinan baru dimulai hari ini."
Hanya dengan sedikit petunjuk yang ada, dia berhasil menyimpulkan situasi dunia ini berdasarkan informasi yang terbatas.
"Nah, itu tidak terlalu mengejutkan. Sebagian besar alur cerita fiksi tema kiamat dimulai di hari pertama bencana... Apakah lewatkan saja dunia ini dan pergi ke dunia berikutnya?"
Menggosok dagunya, Ars mempertimbangkan apakah akan mampir atau tidak. Setelah beberapa saat, dia mengambil keputusannya.
"Tidak perlu terburu-buru, bukankah tujuan utama ku melakukan perjalanan ke segudang dunia adalah mencari hiburan? Setiap dunia memiliki kisah uniknya masing-masing, sayang jika dilewatkan. Lagipula, aku tidak kekurangan waktu, tidak ada salahnya menyaksikan perjuangan protagonis bertahan hidup di kiamat zombie."
Akhirnya Ars memutuskan tidak pergi, baginya yang abadi dan awet muda, puluhan tahun akan berlalu sekejap mata.
"Sekarang aku ada di dunia berdasarkan fiksi apa?"
Dia masuk ke toko serba ada terdekat, tidak ada siapapun di dalam, dan tidak ada orang yang bersembunyi.
"Jika ini di manhua, toko serba ada biasanya dijadikan tempat berlindung, mengingat persediaan makanan dan minuman yang berlimpah. Itu berarti ini bukan fiksi Cina, melainkan Jepang."
Di kehidupan sebelum memulai reinkarnasinya, Ars tidak hanya membaca manga saja, tetapi juga manhua dan manhwa. Jadi, dia paham perbedaan karakteristik cerita tema kiamat.
Misalnya, cerita manhwa kiamat tentang kemunculan dungeon, monster dari dunia lain, gate, hunter, regresi ke masa lalu, dan sejenisnya. Sedangkan manhua kiamat tentang sistem, sistem, sistem, dan regresi ke masa lalu.
Adapun manga kiamat, Ars telah membaca banyak variasi seperti serangan, unggas, monster dari dunia lain, dan kiamat tidak logis lainnya. Sederhananya, imajinasi orang Jepang terlalu liar!
Dia tiba area yang menjual manga, koran, majalah, dan buku lainnya.
Mengambil koran di rak, Ars membolak-balik halaman dan membaca tiap halaman hanya dalam rentang waktu beberapa detik.
"Calon menteri kabinet Shido Ichirou, Kota Tokonosu... Jadi ini dunia fiksi berdasarkan Anime [High School of the Dead], aku pikir ini adalah dunia anime [School-Live!]. Sayang sekali aku tidak bisa bertemu Ebisuzawa Kurumi. Bah, apa yang aku katakan, ini terlihat seperti aku seorang pedofil."
Ars mengulurkan tangannya dan menjentikkan jarinya. Kepala zombie yang menyerangnya hancur.
"Menarik... Mengingat tingkat kekuatan dunia ini yang rendah, ini tempat yang cocok untuk bertani para peserta Ruang Dewa Utama yang masih pemula. Mungkin aku bisa bertemu mereka dan mendapat keuntungan tak terduga."
"Tujuan berikutnya telah ditentukan, saatnya pergi ke Akademi Fujimi. Dimana protagonis berada, disitu ada masalah."
Ars terbang ratusan meter ke udara, karena dia tidak mengetahui lokasi Akademi Fujimi dan tidak menemukan ponsel, dia hanya bisa mencari dengan metode manual.
Terbang di langit, dia menyusuri kota selama beberapa menit dan akhirnya menemukan Akademi Fujimi.
"Tunggu, bagaimana orang itu masih hidup? Seharusnya dia terinfeksi dan menjadi zombie di tahap awal cerita."
Mengawasi dari langit, Ars melihat sekelompok siswa sma berlari di lapangan menuju mobil. Diantara mereka, ada satu orang yang telah menarik perhatiannya.
"Telah terjadi anomali, dia seharusnya mati tapi entah kenapa masih hidup. Pasti ada kekuatan luar yang mengubah plot, semuanya semakin menarik."
Sudut bibir Ars melengkung membentuk senyuman.
Inilah yang paling disukainya, sesuatu yang tidak diketahui! Dengan begitu, dia tidak akan bosan menonton.
"[Light of Reflection]."
Memasuki keadaan tak terlihat, dia diam-diam masuk ke mobil bersama rombongan protagonis.