
Di salah satu kamar, Ars minum bir sambil menghisap rokok.
"Huuu... Tubuh kebal penyakit sangat nyaman, aku tidak perlu peduli akan terkena kanker dan penyakit lainnya, yang disebabkan oleh rokok."
Sambil menghembuskan asap dari mulutnya, dia meneguk bir. Gaya hidupnya sangat tidak sehat dan mudah merusak kesehatan. Namun, Ars tidak peduli, Idaten memiliki tubuh kebal terhadap penyakit.
"Aku ingin tahu bagaimana keadaan Rin dan Prontea. Sudah berapa lama waktu berlalu di dunia itu? Setahun, sepuluh tahun, ratusan tahun, atau bahkan ribuan tahun? Haruskah aku kembali ke dunia asal ku?"
Ars mempertimbangkan untuk kembali, tapi setelah merenung, dia memilih kembali.
"Ini masih dunia kedua perjalanan ku, aku masih belum cukup bersenang-senang, terlalu cepat untuk pulang."
Membuka kaleng baru, dia meneguk bir sampai tersisa setengah hanya dalam sekali minum.
"Minum seorang diri tanpa ditemani siapapun, ini sangat membosankan. Bagaimana menurut mu?"
Setelah Ars mengatakan itu, Busujima Saeko membuka pintu kamar, berjalan masuk, lalu menutup dan mengunci pintu.
Alis Ars terangkat melihat penampilan Saeko, yang hanya mengenakan celemek untuk menutupi tubuhnya.
"Celemek telanjang?"
"Ini? Aku tidak menemukan pakaian yang muat, kuputuskan memakai ini sampai selesai mencuci. Tenang saja, aku memakai pakaian renang dibalik celemek.
Saeko mengangkat celemek dan memperlihatkan bikini hitam, yang tidak dapat menutupi seluruh area sensitifnya.
"Sepertinya terlalu terbuka."
"Ah, memang ada adegan fan servis seperti ini."
"Fan servis?"
"Tidak, aku hanya berbicara sendiri."
Ars menekan nafsunya yang bangkit setelah melihat penampilan menggoda Saeko. Bagaimanapun, dia juga laki-laki dan tidak mungkin tidak bernafsu setelah melihat wanita berpakaian minim di depannya. Namun, dia memiliki pengendalian diri yang baik dan tidak dikendalikan nafsunya.
"Boleh aku duduk disebelah mu?" Tanya Saeko.
"Lakukan sesuka mu." Ars menghisap rokok dan menjawab acuh.
Saeko tersenyum, lalu duduk di sebelah Ars.
"Cough Cough..."
Tak lama kemudian, Saeko terbatuk karena asap rokok yang dihembuskan Ars.
"Jadi apa yang ingin Anda bicarakan? Aku tidak percaya kamu datang mencariku hanya untuk memamerkan tubuh bahenol mu."
Ars terus merokok tanpa peduli Saeko batuk.
"Yamaguchi-san sangat dingin di depan ku. Terkadang, wanita ingin dianggap lemah (dimanjakan)."
"Kau juga begitu, Saeko."
Karena identitasnya telah diketahui pihak lain, Ars tidak perlu bersikap sopan dan langsung memanggil nama depannya.
"Tentu saja, aku juga wanita." Saeko menjawab sambil tersenyum.
"Baiklah, sikap ku terlalu kasar. Kamu tahu, aku telah bersama wanita yang sadis dan kejam selama hampir 200 tahun, dan aku sudah terbiasa memperlakukan wanita seperti ini."
"Kamu tidak terlihat seperti orang berusia 200 tahun."
Saeko menanggapi hal lainnya dibandingkan cara Ars memperlakukan wanita.
"Huuu... Aku abadi dan awet muda." Ars berkata dengan santai seolah itu wajar.
"Semakin aku mengenalmu, semakin banyak misteri yang mengelilingimu."
Saeko sangat penasaran latar belakang Ars.
"Jangan bertele-tele, katakan tujuan mu."
Ars mulai tidak sabar, sejak awal dia tidak terlalu baik berinteraksi dengan wanita. Apalagi pada reinkarnasi kelima, dia dituduh dan dicap sebagai pengkhianat oleh putri kerajaan. Alhasil, dia tidak terlalu menyukai wanita yang mendekatinya dengan motif tersembunyi.
"Seberapa kuat dirimu, Yamaguchi-san." Saeko bertanya serius.
"Hmmm... Itu pertanyaan yang agak sulit, jika aku ditempatkan dunia tingkat tinggi, aku mungkin bukan yang terkuat, tapi kekuatan ku masih dikategorikan cukup kuat."
Ars tidak berani sombong mengklaim dirinya tak terkalahkan. Jika dia ditempatkan di Taman Kecil (Little Garden), dunia [Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou desu yo?], paling-paling kekuatannya sekitar empat atau tiga digit.
"Lalu bagaimana kekuatan mu di dunia ini?"
Melalui perkataan Ars, Saeko memahami pria di depannya bukan penduduk dunia ini.
"Aku bisa mewujudkan Armageddon." Ars menjawab singkat, padat, dan jelas.
Matanya terbelalak, dan mulutnya terbuka lebar. Sulit percaya pemuda yang tampak baru berusia 20an bisa melakukan hal seperti itu. Meski begitu, Saeko mempercayainya.
Menurutnya, yang kuat tidak akan membohongi yang lemah, karena itu tidak perlu.
Suasana menjadi hening, hanya suara Ars menghembuskan asap terdengar. Tiba-tiba terdengar suara berisik di kamar sebelah.
Itu adalah suara erangan dan ******* kenikmatan.
Tentu saja Ars dan Saeko memahami makna dibalik suara itu.
"Tampaknya Lin Fan sedang menikmati hidup barunya." Ars mencibir.
"Lin Fan? Tidak ada orang diantara kita bernama Lin Fan."
Wajah Saeko sedikit merona, tetapi dia lebih penasaran orang yang dimaksud Ars. Dia tahu suara ******* itu milik Rei, jadi pasangannya harus Hisashi. Lalu siapa Lin Fan?
"Kembali ke topik utama, kamu menanyakan seberapa kuat diriku, kamu ingin aku menyelamatkan dunia, kan?" Ars tidak berniat memberitahu lebih banyak.
"Kamu benar, jika kamu sekuat yang kamu katakan, tolong kami, tidak, tolong bantu umat manusia. Jika situasi ini terus berlangsung, korban tewas akan semakin bertambah."
Saeko menundukkan kepalanya di depan Ars, sehingga belahan dadanya terlihat.
"Heh, ini mengejutkan. Kamu bukan tipe orang yang akan memohon demi keselamatan orang lain. Dari pengamatan ku, kamu wanita sadis, jahat, dan kejam. Buktinya, kamu sering tersenyum saat membantai zombie."
Mendengar itu, tubuh Saeko sedikit gemetar karena pihak lain bisa melihat sifatnya yang sebenarnya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Ars mengerutkan kening melihat Saeko melepaskan celemek dan pakaian dalamnya. Kini tubuh bugilnya terpapar di depannya.
"Kau benar, aku bukan wanita sebaik yang dipikirkan orang lain. Namun, karena ada kesempatan untuk keselamatan umat manusia di depanku, bodoh jika aku tidak mengambilnya. Selama kamu menyelamatkan umat manusia, kamu dapat melakukan apa saja pada tubuhku."
Saeko terlihat tenang, tidak ada rasa malu di raut wajahnya, seolah mengorbankan tubuhnya bukanlah masalah besar.
Ars tercengang melihat sikap Saeko yang rela berkorban, ini sangat di luar dugaannya.
Tidak ada pria normal yang tidak bernafsu ketika seorang wanita menyerahkan dirinya, dan Ars tidak terkecuali. Hanya saja dia mengendalikan hasrat seksualnya dengan baik dan memulihkan ketenangannya.
"Cepat pakai baju mu, aku tidak tertarik dengan tubuh mu dan untuk permintaan mu, aku menolak." Jawab Ars sambil merokok untuk mengalihkan pikirannya.
"Mungkinkah Yamaguchi-san gay?" Saeko bertanya curiga.
*💢*
Pembuluh darah menonjol di dahi Ars, rokok di tangannya hancur menjadi debu, dan memelototi Saeko.
"Beraninya kamu meragukan orientasi seksual ku! Aku menyukai wanita, oke?"
"Kamu tidak terlihat seperti itu di mataku."
"Sialan! Jangan berpikir provokasi semacam itu akan berdampak pada saya. Jawabanku masih sama, aku menolak!"
Pada reinkarnasi kelima, Ars telah menyelamatkan umat manusia dari invasi Iblis yang dipimpin Raja Iblis. Hasilnya? Pahlawan yang seharusnya dikagumi dan dihormati malah dieksekusi dengan tuduhan palsu, dan dia dieksekusi mati.
Situasi yang sama tidak akan terjadi mengingat kekuatannya saat ini. Namun ia masih trauma, serta enggan menyelamatkan umat manusia kecuali didesak oleh naluri bawaan Idaten.
"Daripada mengharapkan ku, sebaiknya kamu menaruh harapan mu pada Lin Fan. Jika kamu menawarkan tubuh mu padanya, dia tidak akan menolak."
"Lin Fan? Yamaguchi-san telah menyebutkan nama itu sejak tadi, siapa sebenarnya orang itu?"
Ini kedua kalinya Ars menyebut nama orang Tiongkok, yang membuat bingung Saeko, karena tidak ada orang bernama itu di kelompok mereka.
"Tidak ada salahnya memberitahu mu agar kamu tidak terus menggangguku. Lin Fan adalah seorang Transmigrator, dan sekarang dia merasuki tubuh Igou Hisashi."
Kemudian Ars menjelaskan secara singkat situasi Igou Hisashi.
"Ada hal aneh seperti itu..."
Setelah paham, Saeko merasa pandangan terhadap dunia telah berubah.
"Cepat pergi, aku mau sendirian. Dan ingat, bersikaplah seperti biasa saat di depan orang lain."
"Baiklah, aku mengerti."
Saeko tidak lagi memaksa, mengenakan pakaian dalam serta celemek, dia memberi hormat pada Ars, lalu meninggalkan kamar.
Setelah melihatnya pergi, Ars mengangkat isolasi suara yang dipasang di kamar agar Lin Fan di kamar sebelah tidak mendengar percakapan barusan.
"Aku ingin tahu kabar Yunyun, Megumi, Arue dan yang lainnya. Aku harap suatu hari nanti bisa bertemu mereka lagi."
Sambil mengocok kaleng bir di tangannya, Ars tersenyum kecut dan tenggelam ke dalam alkohol, ingin mabuk meski itu tidak mungkin.