Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan Penyelesaian Kecil


Di sebuah planet mati, duduk seorang pria kurus dengan rambut panjang tergerai mencapai punggung bawahnya dan mengenakan jubah hitam compang-camping. Selain itu, di kepalanya tumbuh tanduk melengkung ke atas seperti mahkota di atas kepalanya.


Ketika membuka pria kurus itu membuka matanya, ternyata ia memiliki Byakugan dan Rinnegan yang terbuka secara vertikal di dahinya,


"Ada kekuatan dari dari semesta lain yang mengintervensi semesta ini..." Gumam pria itu sambil melihat ke arah selatan.


Dia Otsusuki Shibai, individu terkuat klan Otsusuki yang berhasil naik ke Dimensi Atas.


Dalam pengejarannya akan kekuasaan, Shibai mengorbankan dunia yang tak terhitung jumlahnya dan telah memakan banyak buah chakra.


"Menarik... Situasi abnormal terjadi di Dimensi Bawah."


Dia menggunakan Kewaskitaan untuk memata-matai situasi di Dimensi Bawah. Tapi dia terlalu angkuh, dan meremehkan kekuatan semesta lain itu. Alhasil, dia memuntahkan darah dan vitalitasnya menurun dengan cepat.


"Apa-apaan itu! Kekuatan yang sangat menakutkan..."


Menghapus darah di bibirnya, Shibai ngeri dengan serangan balik yang diterimanya.


Tidak hanya dia yang menderita, makhluk kuat lainnya di Dimensi Atas juga merasakan intervensi semesta lain. Mereka ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di Dimensi Bawah, tetapi mereka semua terluka parah oleh Dao Surgawi yang dikendalikan Surga Penjahat Tua (Old Villainous Heavens).


Itu hanya peringatan ringan. Jika tidak, mereka telah musnah dan tidak akan bisa hidup kembali apapun metode yang digunakan.


Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi harga diri mereka, yang selalu menganggap diri mereka perkasa dan mengendalikan hidup dan mati orang lain.


...


Dimensi Bawah.


Di salah satu bulan yang mengorbit planet Shinobi, tiba-tiba awan hitam mulai bergolak dan berkumpul. Itu tampak tak terbatas dan tak berujung saat menelan semua cahaya di luar angkasa.


Klan Otsusuki keturunan Hamura memperhatikan anomali ini, dan segera melaporkan pada Hamura.


Hamura yang sudah tua dan renta melihat ke langit, alisnya berkerut dan Byakugan-nya tidak bisa mendeteksi dari mana awan hitam ini berasal.


"Hamura-sama, apa yang terjadi? Mengapa awan hitam tiba-tiba muncul?"


Salah satu tetua bertanya cemas. Melalui Byakugan, awan hitam itu mengandung petir yang sangat destruktif.


"Cepat bawa semua orang ke bulan lainnya. Tampaknya keberadaan yang tersegel di bulan ini adalah penyebabnya."


Hamura memerintahkan semua keturunannya mengungsi ke bulan yang lain.


Proses evakuasi berlangsung cepat karena adanya terowongan spasial yang menghubungkan dua bulan.


Setelah memastikan semua orang telah pergi, Hamura memasang ekspresi khawatir.


"Semoga hal buruk tidak terjadi. Kakak laki-laki sudah tiada, dan aku tidak yakin bisa menyegel Ars seorang diri."


Berdoa agar kemungkinan terburuk tidak terjadi, Hamura melangkah ke terowongan.


Sekarang bulan kosong telah tanpa ada orang dan hanya bangunan terbengkalai yang tersisa.


Awan hitam bergolak, gelap dan berat dan dalam sekejap mata, hampir mustahil untuk dilihat. Selain itu, keturunan Hamura yang berkumpul di bulan lainnya tidak mengetahui satu hal pun. Mereka tidak tahu bahwa awan hitam itu adalah bentuk Kesengsaraan Fisik yang harus dilalui kultivator.


Itu menimbulkan perasaan yang mengerikan, seolah-olah seluruh langit hampir runtuh, dan menelan semua kehidupan.


Seberkas cahaya merah tiba-tiba melintas.


Di dunia gelap yang menindas ini, kilatan cahaya merah ini jelas menarik perhatian semua orang. Kemudian tiga, lima, sepuluh, seratus ... Jejak petir yang tak terhitung jumlahnya berkumpul bersama untuk membentuk domain petir yang sangat besar.


*Screech*


Retakan bergema dari langit sementara sambaran petir melintas. Sinar petir merah tiba-tiba mulai mengembun di dalam wilayah petir dan mulai mengeluarkan suara yang mengerikan.


Saat wilayah guntur tergantung semakin rendah, cahaya petir Kesengsaraan Fisik terkonsentrasi kuat pada tubuh Ars yang berada di inti bulan.


*⚡*


Petir yang mengejutkan meraung di langit. Seberkas guntur menyerang langsung ke arah Ars.


Ketika Kesengsaraan Fisik menyerang tubuh Ars, sinar guntur merah sepanjang tiga ribu menerobos ruang segel dan melepaskan kekuatan surga.


Ars berteriak kesakitan saat tubuhnya menerima baptisan petir.


"****! Bukankah Kesengsaraan Fisik memanifestasikan dirinya secara fisik sebagai Iblis Fisik yang muncul dari sebuah pintu di langit. ia akan melahap daging kultivator sampai tidak ada yang tersisa? Mengapa aku menerima Kesengsaraan Fisik ku seperti ini?"


Dia tidak bisa tidak mengutuk karena perbedaan perlakuan yang diterimanya.


*⚡⚡⚡*


Dalam sekejap, ada tujuh garis petir lainnya menyambar Ars.


Sepertinya surga sedang kesal, dan marah karena perkataan Ars.


*⚡⚡⚡*


Delapan sambaran petir secara bersamaan meledak saat warna merah cemerlang memenuhi langit.


Adegan menakutkan ini, bersama dengan kekuatan hukum surgawi, menyebabkan para keturunan Hamura menjadi pucat karena ketakutan. Bahkan Hamura sendiri yakin tidak berani menerima serangan petir itu di masa jayanya.


*⚡⚡⚡*


Di bawah sambaran terus menerus dari petir Kesengsaraan Fisik menyerupai binatang mengamuk yang menyerang tubuh Ars. Jika bukan karena keabadiannya, dia sudah lama menjadi abu gosong.


Ini bukan petir biasa, ini adalah petir Kesengsaraan fisik. Ini adalah kekuatan yang melebihi “manusia”, itu adalah kekuatan surga!


Akhirnya awan hitam menghilang setelah Ars menerima baptisan 99 petir.


"Hah Hah Hah... Sial, itu benar-benar menyakitkan... Tidak heran ada banyak kultivator mati tiap kali menjalani Kesengsaraan Fisik."


Ars terengah-engah, lukanya mulai beregenerasi dengan kecepatan tinggi. Saat ia pikir ini semua telah berakhir, sebuah pintu terbuka dengan para Dewa Iblis (God Fiend) yang menyerang tanpa henti, bertujuan untuk membunuhnya.


"Persetan! Inilah Kesengsaraan Fisik yang sebenarnya! Lalu untuk apa baptisan petir sebelumnya, Kesengsaraan Surgawi?"


Meskipun tangan dan kakinya di rantai oleh segudang hukum, Ars masih bisa menyerang Dewa Iblis di depannya.


"[Bottomless Swamp]"


Para Dewa Iblis tidak bisa maju karena mereka terjebak oleh kemunculan rawa yang tiba-tiba.


"[Light of Saber]"


"[Crimson Laser]"


Lusinan bilah petir menghancurkan Dewa Iblis, dan Ars menembakkan laser dari matanya seperti Superman.


Ada banyak Dewa Iblis yang terus bermunculan pintu, ada terlalu banyak untuk dihitung. Beberapa Dewa Iblis berhasil mendekati Ars dan memakan dagingnya, tetapi ia membunuh Dewa Iblis itu dengan cepat.


Akhirnya pintu itu berhenti mengirimkan Dewa Iblis, dan menghilang.


"Akhirnya sudah berakhir..." Ars menghela napas lega.


Tubuh Ars menjadi cerah dan memancarkan aura suci dan Fisik Batin di dadanya telah sempurna.


Fisik Ketidaksempurnaan Kekosongan mencapai Penyelesaian Kecil!


Rantai segudang hukum yang menahannya menghilang.


"Meskipun aku masih belum bisa keluar dari tempat terkutuk ini, aku telah membuat kemajuan." Ucap Ars sambil mengisap pergelangan tangannya. Akhirnya dia bisa bergerak lebih leluasa daripada sebelumnya.


Dia duduk bersila dan melanjutkan berkultivasi. Setelah membiarkan tubuhnya mengubah energi tak terbatas menjadi sumber daya kultivasi, kesadarannya pindah ke tubuh klon yang disembunyikan di gua.


"Huuu... Tadi pengalaman terburuk ku. Bahkan pelatihan tidak manusiawi Rin tidak begitu menyakitkan. Jika Kesengsaraan Fisik Penyelesaian Kecil sudah sangat sulit, lalu bagaimana dengan Penyelesaian Besar?"


Berjalan ke luar gua, Ars senang melihat cahaya matahari lagi.


"Tidak ada gunanya berpikir terlalu jauh. Fokus utama ku saat ini mendapatkan Sharingan."


Setelah mengatakan itu, dia pergi ke arah utara, markas sekte yang Indra bentuk.