Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Tiba di Apartemen


Suasana di dalam mobil sangat sepi, para zombie yang menghadang akan ditabrak penghalang yang tidak terlihat sehingga mobil tidak mengalami kerusakan sedikitpun.


Saeko menyaksikan adegan ini dengan kagum.


"Ngomong-ngomong, jangan ceritakan apapun tentang ku kepada siapapun, aku masih ingin memainkan peran ku sebagai polisi muda yang naif." Ars berkata tiba-tiba.


"Naif? Tidak ada polisi naif yang menembak mati seorang kriminal."


Saeko mengingat kejadian sebelumnya.


"Jadi kamu mau merahasiakannya, kan? Busujima-san?"


Di tatap mata merah tua seperti darah membuat Saeko menggigil dari lubuk hatinya.


"En, aku tidak akan menyebutkan kejadian tadi pada siapapun."


"Itu bagus, jangan lupa aku selalu mengawasi mu."


Ars mengalihkan pandangannya ke depan dan mengemudi.


"Yamaguchi-san, kamu bilang kamu bukan manusia, jadi apa kamu?"


"Pernah mendengar pepatah ketidaktahuan adalah kebahagiaan? Jangan menanyakan hal yang tidak perlu, mengetahui siapa aku tidak membuat banyak perbedaan. Yang harus kamu lakukan adalah bertahan hidup di dunia kiamat zombie ini."


Ars terlalu malas memberitahu tentang Idaten dan lainnya.


"Bertahan hidup, huh... Memang benar, yang terpenting sekarang adalah bertahan hidup."


Saeko tidak lagi mengajukan pertanyaan.


Mobil tiba di depan toko serba ada.


"Dari mana kalian mendapatkan mobil ini?" Hisashi menyambut Saeko dan bertanya.


"Kami menemukannya di bengkel mobil." Saeko menjawab singkat dan menjaga jarak.


"Komuro-kun, bantu angkat makanannya."


Menaruh kardus di bagasi, Kohta berteriak pada Komuro, yang sedang berbicara dengan Saya.


"Aku datang, nanti kita lanjutkan, Saya."


Meninggalkan Saya yang cemberut, Takashi membantu mengangkut barang.


Berpura-pura mengawasi situasi sekitar, Ars mengamati Hisashi.


(Auranya bertambah kuat, apa yang terjadi selama 30 menit kepergian ku? Apa dia mengkonsumsi pil atau semacamnya? Dia menjadi lebih kuat hanya dalam waktu singkat, orang-orang dengan sistem selalu membuat orang lain iri.)


Ars diam-diam menghela nafas, mengingat betapa banyak penderitaan yang harus dia lalui untuk menjadi lebih kuat ke tahap ini, sedangkan protagonis dengan sistem bisa menjadi lebih kuat dengan mudah.


"Yamaguchi-san! Semuanya sudah naik, ayo cepat pergi."


Shizuka menepuk bahu Ars.


"Oh, maaf, aku sedikit melamun."


"Tidak apa-apa, Yamaguchi-san pasti banyak pikiran."


Semua orang sudah masuk ke mobil, hanya tersisa mereka berdua.


Keduanya masuk ke mobil, kali ini Shizuka yang mengemudi dan Ars duduk disebelahnya.


Kemudian, mobil melaju ke rumah teman Shizuka.


"Mau permen?"


Saeko menawarkan permen pada Ars, dia tidak terlihat takut meski telah diancam dan memperlakukannya sama seperti sebelumnya.


"Tentu."


Mengambil permen, Ars membuka bungkusnya dan melemparkan permen ke mulutnya.


(Di masa lalu, tiap kali aku naik mobil, aku akan mabuk dan muntah. Meski begitu, orang-orang di mobil tidak menyalahkan ku dan membantu ku meredakan mabuk. Tapi sekarang berbeda dengan orang yang berbeda di tempat yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Masa itu tidak akan pernah kembali.)


Tindakan kecil Saeko telah membuat Ars merasa nostalgia.


Melalui kaca spion, dia melirik Hisashi dan Rei duduk di kursi paling belakang, keduanya diam-diam melakukan perbuatan mesum.


Faktanya, Takashi, Kohta, Saya, dan Saeko menyadari tindakan mereka berdua, tetapi mereka berpura-pura tidak melihat. Hanya Shizuka yang sama sekali tidak menyadari perbuatan itu.


Ars memulai percakapan, dia kesal mendengar suara-suara mesum yang dibuat oleh kedua pezina di kursi belakang.


"Yamaguchi-san benar, aku pernah menembak menggunakan senjata asli. Waktu di Amerika, aku pernah dilatih oleh instruktur Black Water selama sebulan. Dulunya dia juga mantan kapten Delta Force!"


Kohta menceritakan pengalamannya.


"Luar biasa, aku kira bakat mu menembak berasal dari permainan FPS, ternyata kamu menggunakan senjata api asli." Takashi berseru kagum.


"Huh, tidak seperti di Jepang, siapapun bisa membeli senjata api di Amerika selama memenuhi syarat. Di pasar gelap, anak dibawa umur juga bisa membelinya."


Mendorong kacamatanya, Saya memamerkan pengetahuannya.


"Hirano-kun sangat bisa diandalkan." Saeko memberikan senyuman pada Kohta.


"Aku akan melakukan yang terbaik."


Dipuji oleh wanita, Kohta sangat gembira.


Di hari-hari biasa sekolah, dia dirundung karena badannya yang gemuk, tapi setelah kiamat zombie terjadi, bakat terpendamnya mulai bersinar, dan dia menjadi anggota penting di kelompok ini.


...


Siang berganti malam, kota yang biasanya diterangi lampu-lampu yang menerangi malam kini padam dan seluruh kota menjadi sangat gelap.


Untungnya, mereka telah tiba di apartemen teman Shizuka.


"Humvee! Dan juga model militer!"


Kelompok tujuh orang berdiri di depan garasi dan melihat Humvee diparkir di dalam garasi.


Orang yang paling bersemangat tidak lain adalah Kohta, sebagai maniak militer, Humvee didepannya tampak seperti wanita kecantikan tiada tara.


"Lihat? Mirip tank, kan?" Shizuka berkata santai seolah memiliki Humvee adalah hal wajar.


"Sebenarnya temanmu itu seperti apa?" Saya menjadi pemasaran teman yang dimaksud Shizuka.


"Keselamatan kita semakin terjamin dengan adanya Humvee, kita bisa menggunakannya sebagai kendaraan kita, apa tidak apa-apa, Marikawa Sensei?"


Hisashi tidak terkejut melihat Humvee, dia sudah mengetahui plotnya dan merasa seolah dia adalah tuhan yang mengetahui segalanya.


"Hmmm... Aku rasa tidak apa-apa, dia bilang sedang bertugas diluar kota." Shizuka setuju.


"Ini lokasi yang strategis, zombie tidak bisa melompati pagar. Kita seharusnya aman bermalam disini."


Takashi melihat pagar besi mengelilingi apartemen.


Tiba-tiba zombie muncul di atas tangga.


"Sepertinya kita harus melakukan pembersihan." Ars mengambil linggis di jok mobil.


"Komuro, apa ini bisa?"


"Iya, sudah cukup."


Menerima linggis yang diberikan Saya, Takashi menggulung lengan bajunya.


"Pakai ini, Hisashi."


"Terima kasih, Rei."


Rei memberikan linggis pada Hisashi.


Untuk alasan tertentu, setelah menyaksikan Ars membasmi zombie memakai linggis, Takashi dan Hisashi menirunya.


Tentu saja Hisashi bisa membunuh zombie hanya dengan tangan kosong, dia telah menguasai energi internal, baginya zombie sangatlah rapuh. Tetapi dia menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya dan perlahan-lahan mengungkapkannya.


Dia ingin membuat Saya, Shizuka, dan Saeko terkesan oleh kekuatannya.


"Ingat alah untuk melindungi satu sama lain." Saeko mengingatkan semua orang.


"Ayo!"


Hisashi menendang gerbang dan memulai pembasmian.


Ars dan yang lainnya juga menyerang zombie yang ada di tempat itu.


Pembersihan lingkungan dimulai.