Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Penyelesaian Kecil


Satu tahun berlalu.


Untuk sementara, Ars masih tinggal di Alam Surgawi Langit milik Tian Shen.


Bahtera itu masih mengambang di Kekosongan Tak Berujung.


Beberapa kali badai ruang dan waktu menghantam bahtera, namun tidak merusaknya sedikit pun. Dari kejadian ini, dapat dilihat pencapaian penempaan Tian Shen.


Alasan utama Ars tidak segera melanjutkan perjalanannya, pertama dia ingin memutuskan hubungan antara dirinya dengan Bintang Setan Kekacauan yang menjadi penyebab kemalangannya.


Dan untuk itu, dia memerlukan bantuan Tian Shen. Sayangnya, pihak lain selalu menunda membantunya.


Ars menduga Tian Shen masih ingin menjadi teman ngobrolnya untuk beberapa waktu.


Kedua, dia juga tidak terburu-buru sehingga dia meluangkan waktu untuk memahami Kitab Suci Takdir. Dengan bantuan seorang pakar Transenden di sisinya, Ars memahami Kitab Takdir dengan sangat cepat.


Adapun kabar Restia dan Est, kedua gadis itu sangat dimanjakan oleh istri Tian Shen. Lagi pula, hampir tidak ada anak kecil di Alam Langit Surgawi. Meskipun kedua Roh Senjata itu berusia ribuan tahun, di mata mereka yang telah hidup selama miliaran tahun, keduanya tidak lebih dari gadis kecil.


Alasan tidak ada anak kecil di Alam Langit Surgawi bukan karena Tian Shen tidak memiliki keturunan, sebenarnya dia memiliki ratusan anak, belum lagi cucu, cicit, dll. Hanya saja mereka telah tumbuh dewasa, sehingga anak kecil sangat langka disini.


Alhasil, Restia dan Est menjadi maskot.


Di kamarnya, Ars membaca Kitab Suci Takdir sambil ditemani berbagai jajanan.


"Hufft... Berkat bimbingan Tian Shen, hanya dalam satu tahun, pemahaman ku terhadap Kitab Suci Takdir telah mencapai Penyelesaian Kecil. Jika mengandalkan diri ku sendiri, aku khawatir akan membutuhkan ratusan tahun."


"Aku sudah tinggal di sini terlalu lama, meskipun Tian Shen tidak keberatan aku tinggal lebih lama, tidak baik memanfaatkan kebaikan orang lain."


Menaruh Kitab Suci Takdir ke dalam [Storage Magic], kemampuan Ars meninggikan kamarnya.


....


Danau Segudang Bunga.


Di Alam Surgawi Langit terdapat beragam lingkungan yang Tian Shen ciptakan sesuai keinginan para istrinya.


Seperti namanya, Danau Segudang Bunga adalah sebuah danau seluas Benua Eurasia, di permukaan air terdapat bunga-bunga indah.


Setiap bunga adalah harta yang sangat berharga, dan jika ditempatkan di dunia budidaya, niscaya akan menyebabkan pertumpahan darah karenanya. Sayang sekali, harta berharga tersebut hanya sekedar hiasan untuk mempercantik pemandangan di sini.


Di tepi danau, terdapat sebuah gazebo.


"Tian Shen, tidakkah kamu merasa Est sangat imut?"


Di gazebo, seorang wanita dengan kecantikan tiada tara sedang memperhatikan Est makan, lalu melirik ke arah suaminya.


Dia adalah Shu Ying'er, istri pertama Tian Shen, serta kecantikan tertinggi yang terkenal di seluruh semesta asalnya.


"Ying'er benar, Est sangat imut." Tian Shen mengangguk, sudah menebak arah pembicaraan ini.


"Feng'er dan yang lainnya sudah dewasa, bagaimana kalau kita punya anak lagi?" Tanya Ying'er berterus terang.


Dia telah hidup miliaran tahun, dia bukan lagi gadis pemalu.


"Cough Cough... Kita sudah memiliki 100 anak, kamu masih ingin lagi?"


"Kamu tidak mau? Xue'er memiliki 521 anak mu, mengapa aku tidak boleh?"


"Kita sudah sudah tua, sudah tidak cocok membesarkan anak."


"Omong kosong! Siapa yang kamu panggil tua! Aku selalu berusia 18 tahun!"


Tidak ada wanita yang suka dipanggil tua, dan Shu Ying'er tidak terkecuali.


"Ah, Rekan Daois Ars."


Saat Tian Shen memikirkan kata-kata untuk menghibur istrinya, matanya berbinar melihat Ars datang.


"Aku tidak menganggu kalian berdua, kan?"


Begitu Ars tiba di gazebo, Est langsung bergegas ke arahnya dan memeluknya.


"Ars jahat, kita sudah lama tidak bertemu."


Tanpa ekspresi di wajahnya, Est mengeluh.


"Maaf, aku terlalu asyik hingga lupa waktu."


Melihat noda krim di wajah Est, Ars mengusap bibirnya dengan jarinya.


Melihat ini, Est membuka mulutnya dan memasukkan jari Ars ke mulutnya.


Tian Shen dan Shu Ying'er sudah terbiasa melihat interaksi keduanya. Pokonya, Ars sudah dicap sebagai pedofil di benak mereka.


"Dimana Restia?"


Menarik tangannya, Ars mengusap jari Est yang berlumuran air liur ke pakaiannya.


"Oh, gadis kecil itu bersama Xue'r." Jawab Tian Shen.


Wu Xue adalah istri ketiga Tian Shen.


"Est, kemarilah, habiskan makananmu." Kata Shu Ying'er.


Setelah mendapat anggukan dari Ars, Est kembali duduk dan melanjutkan makan. Sebagai seorang Roh, sistem pencernaannya berbeda dengan manusia, jadi dia bisa makan dalam jumlah berapa pun.


"Bagaimana kemajuan Kitab Suci Takdir?"


"Lumayan. Sudah mencapai Penyelesaian Besar."


"Bakat Rekan Daois termasuk jenius diantara jenius."


"Tanpa bimbingan mu, aku akan membutuhkan waktu lebih lama."


"Jangan terlalu rendah hati. Bukankah Rekan Daois sendiri bilang bawah terlalu rendah hati merupakan bentuk lain kesombongan?'


Mendengar Tian Shen menggunakan kalimat miliknya sendiri, Ars tidak bisa menyangkal.


"Tian Shen, bisakah kamu membantuku dengan masalahku mengenai Bintang Setan Kekacauan hari ini?"


"Sigh~... Aku tahu hari ini akan datang cepat atau lambat. Padahal, aku masih ingin membicarakan banyak hal dengan mu."


Melihat tatapan tegas di mata Ars, Tian Shen tahu dia tidak bisa menunda ini lebih lama lagi.


"Suami, jangan egois. Tidak semua orang Transenden seperti mu, tidak terkekang oleh apapun dan dapat melakukan apapun yang diinginkan. Dia pasti memiliki sesuatu yang perlu diurus."


"Ying'er ada benarnya. Baiklah, ayo selesaikan masalah ini hari ini."


Tian Shen setuju membantu Ars.


"Terima kasih banyak atas kata-kata mu, Nyonya."


Ars sangat berterima kasih pada Shu Ying'er. Jika bukan karena kata-katanya, Tian Shen mungkin akan menunda lagi.


"Sama-sama." Shu Ying'er sedikit mengangguk.


Terhadap pria lain, dia memperlakukan mereka dengan dingin, hanya kepada suaminya, dia akan bersikap lembut dan berbudi luhur.


"Kalau begitu, ayo mendarat di semesta terdekat."


Hanya dengan pikirannya, Tian Shen mengendalikan bahtera terbang ke semesta terdekat yang berjarak 10 juta tahun cahaya


"Tidak bisakah kita melakukannya di sini saja?" Tanya Ars penasaran.


Menanggapi itu, Tian Shen menggelengkan kepalanya dan berkata: "Untuk memutuskan koneksi diri mu dengan Bintang Setan Kekacauan, itu tidak bisa dilakukan di Kekosongan Tak Berujung. Tempat ini istimewa, tidak terikat oleh hukum ruang, waktu, kausalitas, takdir, karma dan sebagainya."


"Oleh sebab itu, Bintang Setan Kekacauan tidak muncul di Kekosongan Tak Berujung. Sehingga kita perlu mendarat di semesta untuk memanggil Bintang Setan Kekacauan."


Mendengarkan penjelasannya, Ars tidak begitu paham, tapi dia mengerti inti permasalahannya.


"Aku serahkan pada mu, Tian Shen."


Sejujurnya Ars sangat tersentuh dengan perhatian yang diberikan Tian Shen. Mereka berdua tidak saling kenal, pihak lain memperlakukannya begitu ramah seolah mereka sahabat sejati.


"Tentu." Tian Shen tersenyum tipis.


Alasan dia membantu Ars hanyalah untuk memuaskan rasa bosannya. Itu saja, tidak ada motif tersembunyi apapun.