Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Aku Bukan Pedofil


*Chirp Chirp Chirp*


Kicauan burung dari dalam Pegunungan Kyria bisa terdengar di dalam tenda.


"Mm..."


Ars membuka matanya, rambut hitamnya acak-acakan karena tidur.


"Hoam~... Sudah lama aku tidak tidur nyenyak."


Saat Ars hendak turun dari tempat tidur, dia menyadari sesuatu.


Anehnya, tangan kanannya terasa berat dan mati rasa.


"...?!"


Lalu Ars menoleh ke samping dan mendapati selain dirinya, ada seorang gadis cantik berambut pirang yang sedang tidur dengan menggunakan tangan kanannya sebagai bantal.


Gadis itu memiliki mata biru yang indah seperti warna langit dan kulitnya putih seperti susu segar.


Siapa lagi selain Areishia?


Selain itu, mereka berdua tidur di ranjang yang sama dan tidak mengenakan pakaian! Hanya selimut tipis yang menutupi tubuh telanjang mereka.


"Astaga... Aku hewan buas..."


Mengingat malam penuh gairah sebelumnya, Ars senang sekaligus sedih.


Senang telah melepaskan status perjaka selama satu milenium, dan sedih karena menjadi pedofil.


"Tidak benar... Di dunia ini, 14 tahun sudah dianggap sudah dewasa. Dan juga, Areishia sebentar lagi berusia 15 tahun! Umu, aku sama sekali bukan seorang pedofil."


"Lagipula, siapa yang menetapkan aturan gadis berusia 14 tahun tidak boleh menikah?"


"Aturan akan selalu membatasi yang lemah. Yang kuat yang membuat aturan dan selalu bisa mengubah aturan dengan sebuah kata."


Ars tidak pernah menjadi orang yang mematuhi aturan.


Aturan selalu disesuaikan oleh yang kuat dan tidak akan mengikat yang kuat.


Sebagai Kaisar Abadi, mengapa dia harus mengikuti aturan yang mengikat yang lemah?


Yang kuat bisa bertindak sesuka hati!


Dia menolak mengakui bahwa dia bukan seorang pedofil!!


Lagi pula, jika Ars menggunakan standar normal mengukur usia wanita, bahkan wanita tua 100 tahun seperti anak kecil di depannya!


Jadi Ars tidak perlu mengikuti aturan dan norma yang berlaku di masyarakat!


"Huuu..."


Setelah meyakini dirinya apa yang dia lakukan tidak salah, Ars mendapatkan kembali ketenangannya.


"Oh, sial! Selama aku tidak memakai ******, Areishia tidak akan hamil, kan? Dari awal, apa mungkin hubungan seksual antara Idaten dan manusia menghasilkan keturunan?"


Ars tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu.


Bagaimanapun, ini pengalaman pertamanya berhubung **** dengan wanita. Dia tidak punya data untuk dijadikan referensi.


Mungkin karena keributan yang ditimbulkan Ars, Areishia perlahan terbangun dari tidurnya.


Areishia sedang mengusap kelopak matanya yang tampak mengantuk, sama cantiknya dengan bidadari.


"Kakak Ars? Selamat pagi~..."


Pikirannya masih linglung setelah bangun tidur. Beberapa saat kemudian, kenangan semalam muncul di benaknya.


Wajah cantiknya memerah sampai ke telinga, Areishia membenamkan kepalanya di bantal, dan tidak berani menatap Ars.


"Aduh."


Gerakannya yang tergesa-gesa menyebabkan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya.


Areishia bahkan tidak akan mengerang ketika dia menerima luka akibat serangan Roh, tapi sekarang dia mengerang kesakitan karena selaput daranya robek tadi malam.


"Masih sakit?" Tanya Ars lembut.


"Um, sedikit." Suara Areishia terdengar pelan.


Suasana kembali hening beberapa saat.


Mereka berdua tidak tahu harus mengatakan apa-apa.


Akhirnya Areishia menarik wajahnya dari bantal, menatap Ars dengan pipinya yang memerah, lalu bertanya: "Kakak Ars akan bertanggung jawab, kan?"


"Um, aku percaya pada kakak Ars bukan pria semacam itu."


Melihat ekspresi serius Ars, keraguan dan kegelisahan Areishia lenyap.


"Bantu aku mandi, kakak Ars."


Karena hubungannya keduanya telah di konfirmasi, Areishia bertindak manja.


"Baiklah, ayo mandi bersama."


Ars menarik selimutnya, lalu pemandangan tubuh cantik Areishia yang telanjang terpampang di matanya.


"Hyaaa~"


Secara refleks, Areishia menutupi dada dan area sensitifnya dengan kedua tangannya.


"Tidak perlu ditutupi, ini tidak seperti aku belum menyentuhnya."


Melirik noda darah yang mewarnai sprei putih itu, Ars menggendongnya dengan pose membawa putri, dan Areishia memeluk lehernya dengan erat.


"Tetap saja aku malu..."


Areishia melihat pakaian yang berserakan di lantai dan ruangan berbau tidak senonoh, wajahnya semakin panas.


Dia tiba-tiba teringat sesuatu yang telah dia lupakan.


"Est, apa kamu... Melihat semuanya?"


"Maksud Nyonya, tadi malam kamu dan Ars kawin seperti binatang?"


Di dalam Segel Roh, dengan polosnya, Est menggambarkan apa yang dilihatnya semalam.


"Ahhhh!!! Jangan mengatakannya seperti itu...."


Areishia sangat malu karena Est menyaksikannya bercinta dengan Ars. Jika dia tahu kedua ksatria wanita itu sedang mengintip, dia akan semakin malu.


"Ada apa, Areishia? Wajah mu sangat merah, mungkinkah kamu demam?"


Membawanya ke kamar mandi, Ars melihat Areishia terlihat tidak wajar.


Ia khawatir akan terjadi komplikasi karena Areishia kehilangan keperawanannya di usia yang terlalu muda


"Bu-Bukan apa-apa, kakak Ars tidak perlu khawatir."


"Oh, jika kamu merasa tidak nyaman, katakan saja."


"Um."


Untungnya, tenda itu dilengkapi dengan kamar mandi sederhana, sehingga Ars tidak perlu membawa Areishia keluar tenda.


Saat proses mandi, tangan Ars berlaku tidak jujur ​​dan menyentuh tubuh Areishia yang masih belum dewasa. Namun, dia tidak melangkah lebih jauh.


Areishia sendiri tidak menolak dan pasrah.


Waktu mandi lebih lama daripada biasanya.


...


Meski peradaban dunia ini terbelakang secara teknologi, bukan berarti tidak memiliki teknologi yang unik.


Selain kereta kuda yang merupakan transportasi umum, ada transportasi udara yang dimonopoli oleh para bangsawan.


Kapal terbang!


Menunggu di tepi sebuah danau besar yang menempati area luas di dalamnya, Ars, pasukan militer gabungan benua yang dipimpin Areishia, dan pekerja kasar yang terdiri dari lusinan laki-laki, mereka sedang menunggu kapal terbang.


Garis besar sebuah kapal mengambang di langit dan menebarkan bayangan besarnya di danau.


Kapal terbang canggih yang diberi nama sesuai dengan nama Tuan Elemental Angin, Belphal.


Bentuknya seperti ikan paus yang ramping. Rupanya sumber tenaganya adalah Mesin Roh yang dibuat di Kerajaan Balstan, dan mereka menggunakan pohon suci berusia lebih dari 6000 tahun sebagai bahan eksteriornya.


Itu adalah kapal yang akan memimpin Areishia bersama Elementalis dari penjuru benua, yang akan menghadapi Raja Solomon.


(Menurut Bahamut, Tuan Elemental Angin adalah seorang anak laki-laki dengan mata yang baik. Kapal udara adalah penemuannya dan dipatenkan oleh Kerajaan Balstan yang menyembahnya. Nah, dari sini terlihat bahwa kemajuan peradaban tidak lepas dari campur tangan laki-laki.) Pikir Ars, itu semakin menegaskan dunia yang dipimpin oleh wanita adalah salah.


Apalagi setelah melihat betapa terbelakangnya dunia ini dan tidak ada satu pun kemajuan teknologi yang disebabkan oleh para bangsawan perempuan yang menindas ilmuwan laki-laki.


Ars bertekad bahwa setelah kekuatan penuhnya pulih dan dia bisa menggunakan Kehendak Surga, dia akan mengubah tatanan dunia ini.


Setelah kapal udara mendarat dan menurunkan tangga, semua orang naik.


Kemudian kapal udara naik ke udara dan terbang membawa semua orang ke tujuan berikutnya.