Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Kehancuran Kota Sodom


"Jadi itu Kota Sodom."


Berdiri di dataran tinggi, Ars menatap sebuah kota yang terlihat seperti kota pada umumnya.


Hanya butuh kurang dari satu menit untuknya tiba di luar Kota Sodom dari Kota Mathias.


"Mari periksa situasinya terlebih dahulu."


Dalam sekejap mata, ia muncul di depan gerbang.


Tidak seperti kota-kota di anime Isekai, tidak ada penjaga yang menjaga gerbang, orang bisa masuk dan pergi dengan bebas.


Begitu ia berjalan-jalan di jalanan, Ars menerima banyak tatapan orang-orang sekitar, khususnya laki-laki.


Tatapan para laki-laki seolah-olah telah melihat gadis tercantik di dunia.


"Benar saja, tidak ada orang normal di kota ini."


Jika bukan karena kepercayaan atas kekuatan yang dimilikinya, Ars merasa seperti masuk ke kandang singa.


"Hei, anak muda, kamu orang baru, siapa nama mu?"


Baru berjalan sebentar, sekumpulan pria datang mendekatinya dan menanyakan namanya.


Kota Sodom dikenal sebagai kota yang khusus orang-orang penyuka sesama jenis, mereka mengira Ars sama seperti mereka.


"Apakah tidak ada anak-anak disini?"


Ars telah mengamati Kota Sodom, tapi ia hanya menemukan pria dan wanita dewasa. Anak-anak dan lansia tidak dapat dilihat seorang pun.


"Sepertinya pemuda ini pemalu."


Salah satu pria menjilat bibirnya.


"Jika kamu mencari anak-anak, lupakan saja, Kota Sodom baru di dirikan sepuluh tahun yang lalu, dan sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari kota lainnya. Jadi, kamu tidak akan menemukan anak-anak disini."


Pria pertama yang berbicara menjelaskan dengan sangat ramah.


"Jadi begitu... Aku paham." Ars sedikit mengangguk.


Tidak peduli sebagai bagus kaum LGBT mengemas perilaku sesat dan menyimpang mereka agar terlihat baik di mata masyarakat. Pada akhirnya, perilaku mereka tetaplah sebuah kesalahan dan telah melenceng dari hukum alam.


Mustahil populasi Kota Sodom bertambah, jika orang luar tidak datang, karena mereka tidak akan bisa berproduksi.


"Kamu masih belum mengatakan nama mu, aku ingin mengenal mu lebih dekat. Namaku Alex, pria favorit ku adalah pria tampan seperti mu."


Pria itu ingin berjabat tangan, ia ingin menjadikan pemuda di depannya sebagai pasangannya.


"Karena tidak ada anak-anak dan lansia, aku tidak perlu khawatir melibatkan orang yang tidak bersalah."


Ars mengabaikan keramahan pihak lain, dan mundur beberapa.


"Nak, jangan bersikap arogan, kamu pendatang baru disini, Alex sudah sangat baik pada mu, jangan keterlaluan!"


Melihat sikap Ars yang mengabaikan Alex, seorang pria di belakang Alex merasa tidak senang.


"Jangan marah, John, aku tidak apa-apa. Kita harus menyambut pendatang baru dengan ramah."


Alex mengangkat tangan kanannya dan menghentikan pria bernama John.


"Kamu terlalu baik, Alex, aku senang bisa menjadi pasangan mu."


John memeluk Alex dari belakang dengan ekspresi penuh cinta.


"Aku juga menyayangi mu, Jhon."


Alex membalas pelukannya.


Ars: "🤮"


Melihat dua pria saling berpelukan layaknya sepasang kekasih, Ars merasa mual dan ingin muntah.


"Sialan! Tujuanku kemari bukan untuk menonton adegan menjijikkan ini."


Tidak tahan lagi menonton adegan di depannya, ia mulai melaksanakan tujuan awalnya.


Mengangkat tangan kanannya ke atas, sebuah lingkaran sihir biru yang dipenuhi rune muncul di telapak tangannya.


Aksi Ars menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.


"Bertobatlah di kehidupan selanjutnya."


"[Cursed Crystal Prison]!"


*❄️❄️❄️*


Saat semua penduduk Kota Sodom menggigil kedinginan, sebuah fenomena mengejutkan terjadi.


Es dengan cepat menyebar menyelimuti seluruh kota dan membekukan semua hal yang dilewatinya, manusia, hewan, dan bahkan bangunan.


Semuanya telah membeku menjadi patung es.


"Huuu..."


Menurunkan tangannya, Ars menghembuskan uap dari mulutnya.


"Tidak buruk, Sihir Tingkat Lanjut lebih kuat karena Idaten memiliki energi tidak terbatas."


Sebagai mantan penduduk Desa Setan Merah, yang diakui memiliki bakat sihir yang tinggi, Ars telah menghafal banyak formula Sihir yang ada diarsipkan di Akademi Penjara Merah.


Ia telah berlatih sihir yang tersimpan di pikirannya sejak setahu ia terlahir sebagai Idaten. Sekarang ia berusia 80 tahun, tidak heran ia menguasai Sihir Tingkat Lanjut.


"Kamu orang yang baik, sayang sekali preferensi seksual mu begitu bengkok."


Ars melihat sekelompok pria gay di depannya menunjukkan berbagai ekspresi, tapi ada satu kesamaan di wajah mereka, yaitu ketakutan.


*Whooosh*


Dari lokasinya berdiri, ia melompat keluar Kota Sodom dan mendarat di dataran tinggi sebelumnya.


Melihat Kota Sodom yang beberapa menit sebelumnya dipenuhi aktivitas manusia, kini berubah menjadi kota mati, tidak ada fluktuasi di hari Ars.


Semakin lama ia hidup, ia semakin acuh tak acuh terhadap banyak hal.


Di reinkarnasi kelima, ia tidak bisa tidur tiga hari tiga malam setelah membunuh manusia untuk pertama kalinya.


Ars awalnya hanyalah orang biasa yang bahkan tidak pernah menyembelih seekor ayam pun.


Sekarang semuanya berbeda, membunuh manusia satu kota tidak menyebabkan riak dihatinya.


"Jika dibiarkan, es akan mencair dengan sendirinya setelah sebulan. Meskipun orang-orang yang membeku akan mati karena mati lemas dan kekurangan gizi, mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mayat mereka akan membusuk dan membawa banyak penyakit.”


"Baiklah, karena aku sudah sampai sejauh ini, aku akan menyelesaikannya sampai akhir."


Mempertimbangkan bahwa wabah mungkin terjadi karena tindakannya, Ars memutuskan untuk memusnahkan seluruh Kota Sodom, bukan hanya membekukannya.


Mengarahkan tangannya ke Kota Sodom, sebuah lingkungan sihir kuning muncul.


Langit yang semula cerah tiba-tiba tertutup awan gelap, yang menutupi seluruh Kota Sodom.


"[Lightning Strike]."


Bersamaan pengucapan nama sihir, Ars mengayunkan tangannya ke bawah.


*⚡⚡⚡*


Dengan suara memekakkan telinga, lusinan petir menyambar ke Kota Sodom.


*⚡⚡⚡*


*⚡⚡⚡*


*⚡⚡⚡*


Petir tidak henti-hentinya berjatuhan, seolah-olah penduduk Kota Sodom telah membuat mata para dewa karena perilaku mereka yang menyimpang, dan kini mereka menerima malapetaka para dewa.


Orang-orang yang kebetulan menyaksikan bencana alam ini langsung berlutut dan berdoa kepadaaga para dewa.


Mata-mata yang diperintahkan Sebastian untuk mengawasi Kota Sodom merasa syok.


Telepon kabel telah ditemukan beberapa tahun yang lalu, jadi tidak sulit untuk mengirimkan informasi.


Dia telah menerima kabar bahwa bencana akan menimpa Kota Sodom. Awalnya dia meragukan kata-kata Sebastian, tapi setelah melihatnya dengan matanya sendiri, dia tidak meragukannya lagi.


Sepuluh detik berlalu, petir berhenti jatuh, dan kota Sodom telah rata dengan tanah, dan tidak ada yang tersisa selain reruntuhan bangunan yang berantakan, dan api yang menyala karena sambaran petir.


"Tidak buruk, kekuatan ku telah mencapai tingkat dimana aku bisa meratakan sebuah kota dengan mudah."


Ars puas melihat kehancuran kota di depannya.


"Berita kehancuran Kota Sodom akan segera menyebar ke seluruh dunia, aku harap kejadian ini dapat menekan angka pertumbuhan kaum LGBT untuk sementara waktu. Setidaknya mereka tidak berani terang-terangan menunjukkan penyimpangan seksual mereka di depan umum."


Idaten ada ras yang berpihak manusia, tapi itu bukan berarti mereka akan ikut campur jika manusia itu sendiri mencoba mencari kepunahan.


Sebagai manusia di kehidupan sebelumnya, Ars tidak ingin manusia di dunia ini terdegradasi ke titik tidak berbeda dari hewan.


"Nah, selanjutnya apa yang harus aku lakukan untuk menghabiskan waktu."


Tidak lagi memperhatikan reruntuhan Kota Sodom, Ars berbalik dan sosoknya menghilang.