Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Tidak Bisa Ditembus


Di speed boat, Ars menikmati hembusan angin laut dan mendengar percakapan ketiga peserta Ruang Dewa Utama.


Sudah dua jam berlalu sejak berada di speed boat, dan mereka masih belum menyadari kehadirannya.


Dalam rentang waktu itu, ia memperoleh banyak informasi tentang Ruang Dewa Utama.


Tidak ada yang tahu asal usul Ruang Dewa Utama. Namun yang pasti, tempat itu terhubung dengan semua dunia yang ada dalam ingatan manusia dalam bentuk ilusi dan tidak nyata.


Di Ruang Dewa Utama, peserta bisa mendapatkan kekuatan yang mereka impikan, serta kekayaan yang tak ada habisnya.


Namun, tidak ada yang gratis di dunia ini. Peserta harus bersaing untuk semua ini, dan Ruang Dewa Utama hanya memberikan kesempatan.


Ketiga peserta di depan Ars merupakan sebuah tim bernama Penakluk Dunia. Dia tidak tahu seberapa kuat mereka sehingga mempunyai nama tim yang sangat arogan.


(Orang bernama Alvin ini sangat banyak bicara, dia tipe orang yang tidak cocok dengan ku.) Pikir Ars melihat Alvin terus mengoceh tanpa henti.


Semua informasi disimpulkan olehnya berdasarkan kata-kata Alvin.


"Sebentar lagi kita akan tiba di Pulau Harta Karun." Jack memberitahu rekannya.


Hideo menggunakan teropong dan memeriksa pulau di kejauhan.


"Tidak salah lagi, itu memang Pulau Harta Karun seperti yang ada di anime." Dia mengkonfirmasi.


"Akhirnya, tubuhku kaku hanya berdiam diri." Alvin berdiri dan meregangkan badan.


"Tsk, kamu hanya tidak sabar melihat Lillian."


Mengetahui sifatnya, Hideo mendecakkan lidahnya.


Alvin tidak marah, dan malah tertawa keras.


"Ha Ha Ha... Kamu sangat mengenalku, di dunia nyata tidak mungkin aku tidur dengan penyanyi internasional, hanya di dunia anime aku bisa melakukan itu."


"Menjijikkan."


"Ptui, jangan sok suci, kamu pikir aku tidak tahu kamu juga pernah meniduri wanita? Kalau tidak salah namanya... Ah, aku ingat, Yomogawa Ayame!"


"J-Jangan samakan aku dengan mu, kami melakukannya karena saling menyukai."


"Jangan menipu diri mu sendiri, kamu jelas menggunakan afrodisiak padanya."


"Kamu!"


Hideo memelototi Alvin dengan tatapan kesal, itu adalah rahasia terbesarnya, tapi pria ini berbicara terus terang di depannya.


"Berhenti bertengkar, kita hampir tiba di tujuan, jangan lupa kami masih menjalani Misi, lakukan dengan serius!"


Jack menghentikan keduanya bertengkar.


"Hmph!"


Hideo mendengus sambil membuang muka ke samping.


Alvin mengangkat bahu dan tidak melanjutkan memprovokasi karena menghargai Jack sebagai kapten.


Speed boat melaju mendekati Pulau Harta Karun, ketika hanya berjarak beberapa ratus meter lagi, Ars menunjukkan dirinya.


"Perjalanan kalian harus berakhir disini, aku tidak bisa membiarkan kalian memusnahkan manusia di pulau itu."


Kemunculan orang tidak dikenal di dek kapal membuat ketiga orang itu tercengang beberapa saat.


Orang pertama yang sadar kembali adalah Jack, mematikan mesin speed boat, lalu memberikan perintah.


"Alvin, Hideo, serang orang itu!"


Alvin bertransformasi menjadi hibrida macan tutul raksasa, muncul di depan Ars, dan mengayunkan cakarnya yang tajam.


Ars hanya berdiri diam dan melihat musuh menyerangnya.


"****! Orang ini memiliki perisai tak terlihat, serangan ku tidak bisa menembus pertahannya."


Setelah mencakar berapa kali, Alvis melompat mundur untuk menjaga jarak.


Cakarnya yang bisa memotong besi seolah memotong mentega tidak bisa melukai pemuda di depannya.


"Tidak buruk, kalian langgeng menyerang tanpa bicara omong kosong. Tindakan yang tegas dan tanpa ampun, tampaknya kalian veteran." Ars memuji.


Pujian itu sama sekali tidak membuat mereka senang, dan malah meningkatkan kewaspadaan mereka.


"[Suiton: Uo Tsuba (Water Release: Fish Spit)]."


Tangan Hideo membentuk cetakan tangan, menarik napas dalam-dalam, dan semburan air keluar dari mulutnya.


*BOOM*


Semburan air itu bisa membuat lubang pada sebuah batu, tapi gagal melukai Ars.


"Buah Iblis Zoan dan Ninjutsu elemen air... Menarik, apa kemampuan mu, Jack?"


Ars menatap Jack yang selalu mengawasinya.


Mengetahui pihak lain tidak lemah, Jack tidak buru-buru menyerang dan mencoba mengumpulkan informasi.


"Aku bukan salah satu peserta Ruang Dewa Utama, kamu dapat yakin tentang ini. Kalian bisa menganggap ku sebagai musafir yang menjelajahi segudang dunia, meski ini perjalanan pertama ku."


Menilai ketiga orang di depannya lemah, Ars tidak keberatan mengobrol sebentar.


"Musafir?"


Hideo dan Avlin saling menatap, ketidakpercayaan terlihat jelas di wajah mereka.


Jack sedikit mengerutkan kening, ini pertama kalinya dia mengalami situasi seperti ini, dan tidak ada informasi tentang ini di forum, jadi dia tidak tahu apakah pihak lain berbohong atau tidak.


"Lalu apa yang kamu inginkan? Kita baru saja bertemu, seharusnya kita tidak memiliki konflik kepentingan." Jack cemberut.


"Kamu salah, aku tidak bisa membiarkan mu membunuh manusia yang tersisa di Pulau Harta Karun." Ars berkata terus terang.


"Tidak ada negosiasi, lalu mati."


Cahaya kejam melintas di mata Jack, bazoka tiba-tiba muncul di tangannya, dan ia menekan pelatuk.


* 🚀*


*💥*


Terjadi ledakan yang mengguncang speed boat.


"Apa bajingan itu mati?" Tanya Alvin.


"Bodoh, mengapa kamu harus mengibarkan bendera!" Hideo mengutuk mulut sial rekannya.


Ketika asap menghilang, sosok Ars terlihat di depan mereka, dan tidak ada luka yang ditemukan padanya.


"Brengsek, apa-apaan orang ini! Pakaiannya bahkan tidak rusak."


Alvin terperangah melihat adegan di depannya. Bahkan jika dia telah memakan Buah Iblis Zoan, dan kebugaran fisiknya telah meningkat, dia tidak berani menahan serangan bazoka menggunakan tubuhnya.


"Hanya itu? Akan sangat membosankan kalau ini berakhir, tunjukkan kemampuan yang telah kalian peroleh di Ruang Dewa Utama." Ars tersenyum.


Ini pertama kalinya dia mengalami pertarungan yang sebenarnya, selain itu dia ingin melihat seberapa kuat peserta Ruang Dewa Utama di depannya.


"****, ****, ****! Orang ini meremehkan kita, aku aku hancurkan senyuman menyebalkan itu."


Dengan kecepatan macan tutul, Alvin memiliki kecepatan melebihi manusia normal. Jika bukan karena pergerakannya terbatas, performanya akan lebih baik.


*Ting Ting Ting*


Dia terus-menerus menyerang Ars dari berbagai sudut, tapi tidak peduli apa yang dilakukannya, itu semua sia-sia.


"Percuma saja, meski aku tampak berdiri di depan mu, sebenarnya kita dipisahkan oleh ruang tak terhingga. Kamu tidak bisa menyentuhku, tapi aku bisa menyentuh mu."


Ars meraih ekor Alvin, lalu melemparkannya ke air.


"Hideo, tolong aku!"


Memasuki air laut, transformasi macan tutul menghilang dan Alvin kembali ke bentuk manusianya.


"Ternyata benar, kamu masih mempunyai kelemahan Buah Iblis." Ars berkata ringan.


*━╤デ╦︻*


*Da Da Da Da*


Jack memegang senjata api Ak-47 dan menembaki Ars.


"Aku akan menunda musuh, cepat selamatkan Alvin."


"Siap."


Hideo menggunakan jurus lainya.


"[Suiton: Isonagi no Jutsu (Water Release: Beach Crab)]."


Sepasang penjepit muncul dari air dan mencengkeram Alvin, lalu melemparkannya ke dek speed boat.


"Cough Cough Cough...."


Alvin terus batuk dan memuntahkan air. Setelah memakan Buah Iblis, dia kehilangan kemampuan berenangnya, dan menjadi tak berdaya jika dilemparkan ke air.


"Kerja sama yang bagus, meski kalian berdua terus bertengkar, saat momen kritis, kalian mengesampingkan konflik pribadi. Apakah semua orang di Ruang Dewa Utama sebagus kalian?"


Ars tidak peduli dihujani peluru dan malah bertanya seolah sedang wawancara.


"Apakah orang ini perisai yang tidak bisa ditembus? Tidak ada serangan kami yang efektif."


Di permukaan Jack terlihat tenang, tetapi sebenarnya dia sangat khawatir. Jika terus seperti ini, mereka akan musnah.


Setelah melewati tiga petualangan, dan susah payah bertahan hidup, dia sangat tidak mau mati di petualang kali ini.