
Zira masih dengan kegugupannya. Mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang. Dia memandang keluar jendela memperhatikan jalanan yang ramai dengan lalu lintas. Dia teringat sesuatu.
" Maaf pak supir, apa tadi anda sudah membawa koper saya." Tanya Zira.
" Sudah nona." Ucap pak supir cepat.
" Ra kamu hanya membawa satu koper saja, apa bajumu sudah di bawa semua." Tanya Novi.
" Hemmmmm, iya aku hanya membawa beberapa pakaian saja." Ucap Zira.
Enggak mungkin aku bilang kalau di dalam itu adalah alat perang ku untuk nanti malam.
Di dalam kamar hotel.
Ziko sudah mengenakan pakaian berwarna putih senada dengan celananya, dan mengenakan penutup kepala bewarna gading gajah. Dia sangat tampan dan rupawan mengenakan pakaian itu apalagi badannya yang atletis menambah kesan gagah perkasa.
Dia bolak balik melirik jam tangannya sebentar lagi waktu akad nikahnya, tetapi pengantin wanita belum juga datang. Seharusnya satu jam sebelum acara penganten wanita sudah berada di tempat.
" Kenapa dia belum sampai juga, apa dia berusaha kabur." Tanya Ziko ke Kevin.
" Sepertinya tidak tuan, saya baru menghubungi supir, nona Zira sudah dalam perjalanan beberapa menit lagi sampai."
Nyonya Amel dan Zelin datang ke kamar Ziko. Wanita paruh baya itu memastikan anaknya sudah rapi. Mamanya mengenakan kebaya berwarna ungu sama halnya dengan Zelin. Warna ungu di pilih karena kesukaan nyonya Amel dan dipilihlah sebagai kebaya untuk keluarga.
" Iko kamu sudah menghubungi Zira." Tanya nyonya Amel.
" Kevin sudah menghubungi supir, dalam beberapa menit katanya mereka akan sampai." Jawab Ziko datar.
Zelin menggoda kakaknya.
" Ye yang mau nikah sudah enggak sabar." Goda Zelin.
" Sudah sana pergi." Usir Ziko.
Nyonya Amel dan Zelin pergi setelah memastikan Ziko telah rapi dengan semua pakaiannya.
Ziko melihat catatan, mulutnya komat-kamit. Dia sedang menghafal ijab kabulnya.
" Masih belum hafal tuan." Tanya Kevin.
" Kenapa? apa kamu mau menggantikan posisiku jika aku belum hafal-hafal." Ucap Ziko ketus.
" Dengan senang hati tuan." Ucap Kevin santai.
" Apa kamu bilang." Ucap Ziko marah sambil memegang kerah kemeja Kevin.
" Enggak tuan, saya hanya bercanda. karena saya perhatikan tuan sangat stres jadi saya hanya ingin mencairkan suasana saja." Ucap Kevin membela diri.
Suara ponsel Kevin berdering. Dia mengangkat dan menjawab panggilan tersebut. Setelah berbicara beberapa detik Kevin mematikan panggilan tersebut.
" Ada apa." Tanya Ziko.
" Nona Zira sudah berada di kamar pengantin wanita." Ucap Kevin cepat.
" Tuan sebaiknya anda jangan ke sana, karena pengantin pria maupun pengantin wanita setau saya belum boleh bertemu sebelum akad nikah selesai." Ucap Kevin menjelaskan.
" Tau dari mana? kamu saja belum menikah." Tanya Ziko.
" Saya pernah liat di acara infotainment kalau artis-artis menikah seperti itu." Ucap Kevin menjelaskan lagi.
Ziko mengurungkan niatnya untuk bertemu Zira. Dia kembali duduk di atas kasur masih dengan hafalannya.
Suara ketukan terdengar dari pintu. Kevin membuka pintu ada seseorang di depan pintu mengenakan pakaian hitam-hitam.
" Maaf acara akad nikah akan segera berlangsung silahkan Tuan muda untuk ikut dengan kami." Ucap seorang panitia.
Ziko keluar dari kamarnya di dikuti Kevin dari belakangnya, sebelum sampai tempat akad nikah, nyonya Amel beserta tuan besar dan adiknya Zelin sudah menunggunya di koridor hotel.
Setelah mendapat instruksi dari panitia Ziko melangkahkan kakinya perlahan menuju tempat akad nikah, nyonya Amel, tuan besar, Zelin dan Kevin mengikuti Ziko dari belakang.
Ziko duduk di depan meja akad nikah di samping meja telah duduk dua orang saksi baik dari pihak wanita maupun dari pihak pria, ada wali nikah dari pihak Zira yaitu suami Novi. Dan ada tuan kadi atau penghulu nikah.
Wali nikah dari pihak Zira duduk di sebelah barat meja dan Ziko duduk di sebelah timur meja berhadapan dengan wali nikah.
MC membuka acara dengan menyebutkan susunan acara akad nikah. Setelah melakukan susunan acara akad nikah. Dilanjutkan dengan khutbah nikah.
" Berapa jumlah mas kawin nya." Tanya tuan Kadi.
" Logam mulia seberat 1 kilo dan berlian seberat 3 kilo." Ucap Ziko.
Acara selanjutnya acara ijab qobul.
Wali nikah memegang tangan Ziko dengan erat sambil mengucapkan ijab qobul.
" Saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan Zira Kanaya amrin, anak perempuan bapak Amrin sebagai orang yang mewakilkan kepadaku dengan mahar 1 kilo logam mulia dan berlian seberat 3 kilo di bayar tunai." Ucap wali nikah sambil memegang tangan Ziko.
Ziko mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan satu nafas. Kemudian para saksi mengucapkan sah. Di lanjutkan dengan doa.
Setelah doa selesai Zira memasuki tempat akad nikah diikuti Novi dan beberapa orang kerabat. Zira duduk di sebelah Ziko.
Setelah acara penandatanganan buku nikah panitia memerintahkan mereka untuk berdiri saling berhadapan. Zira mencium tangan Ziko dan sebaliknya Ziko mengecup kening istrinya. Para media mengabadikan momen indah itu.
" Kamu cantik sekali istriku." Ucap Ziko berbisik ke telinga Zira.
Zira mendengarkan tidak membalas ucapan suaminya. Dia hanya menunjukkan senyumnya kepada media.
" Kamu sudah minum jamu belum." Goda Ziko.
Zira langsung membulatkan matanya kearah suaminya. Ziko hanya tersenyum sambil memeluk pinggang Zira.
" Jangan macam-macam ya." Ucap Zira merapatkan giginya sambil tetap tersenyum.
" Like komen dan vote yang banyak ya, bagi yang belum vote di tunggu ya terimakasih."