
Keesokan harinya.
Keluarga Raharsya sudah berkumpul di depan meja makan untuk menikmati sarapan pagi. Mereka semua akan pergi menikmati tempat wisata di Belanda.
Kevin mengendarai mobil yang di dalamnya ada Ziko dan Zira. Tujuan mereka adalah taman bunga keukenhof. Yaitu taman bunga yang mempunyai beraneka ragam bunga warna warni. Di situ setidaknya ada 7 juta bibit tanaman bunga yang ada di seluruh dunia. Mereka semua berfoto ria mengabadikan momen indah itu.
Setelah dari taman bunga keukenhof Kevin mengendarai mobil menuju De Dam atau yang terkenal dengan sebutan Dam square atau alun-alun yang merupakan tempat hangoutnya orang Belanda. Lokasi itu sangat ramai di kunjungi warga lokal dan turis mancanegara lainnya. Keunikan lainnya adalah karena di lokasi itu terdapat ribuan burung merpati.
Zira dan Zelin memberikan makan kepada ribuan burung merpati. Burung merpati terbang bebas kesana-kemari. Ziko dan Kevin duduk di pojok memperhatikan mereka dari jauh. Nyonya Amel dan tuan besar pergi membeli makanan untuk mereka semua. Nyonya Amel sedang memesan makanan, dari belakang bahunya di pegang oleh seseorang. Wanita paruh baya itu melihat ke belakang dia terkejut melihat ada sosok wanita yang sangat di kenalnya. Mamanya Ziko memeluk wanita itu begitupun tuan besar juga memeluk wanita itu.
" Apa kabar kamu sayang." Ucap Nyonya Amel antusias.
" Saya baik Tante." Ucap Vita tersenyum.
Makanan pesanan nyonya Amel telah selesai di buat. Nyonya Amel membayarnya ke kasir. Vita melihat begitu banyak makanan yang di pesan mamanya Kevin.
" Banyak banget makanannya tante." Ucap Vita pelan.
" Oh iya tante hampir lupa Ziko datang ke sini, ayo ikut sama tante." Ucap nyonya Amel cepat.
Tapi nyonya Amel berhenti sejenak, dia melihat Vita hanya seorang diri. Wanita paruh baya itu memberanikan diri untuk bertanya.
" Apakah kamu sendirian saja ke sini." Tanya nyonya Amel pelan.
Vita menganggukkan kepalanya.
" Suami kamu tidak ikut." Nyonya Amel bertanya lagi penasaran.
" Tidak tante, saya sudah lama berpisah." Ucap Vita pelan.
Nyonya Amel sangat terkejut dia merasa kasihan melihat Vita seperti itu. Wanita paruh baya itu memeluk Vita seperti anak sendiri.
" Mari ikut tante biar lebih rame." Ucap nyonya Amel cepat sambil menggandeng tangan Vita.
Nyonya Amel membawa Vita bergabung bersama mereka. Ziko menyapa Vita begitupun dengan Vita mereka terlihat sangat akrab. Dari jauh Zira melihat kearah dua orang itu, dia mendatangi keduanya yang sedang asik mengobrol.
" Zira kenalkan ini Vita." Ucap Ziko cepat.
Vita mengulurkan tangannya ke Zira. Dia
pun membalas mengulurkan tangannya.
" Zira." Ucap Zira pelan.
Zira mencoba mengingat siapa perempuan yang berdiri di hadapannya. Dia baru tersadar kalau perempuan itu yang di lihatnya ketika di kanal.
" Maaf kamu siapa? Apakah kamu sepupu dari Ziko." Ucap Vita penasaran.
Zira kesal karena Ziko tidak memperkenalkan dirinya sebagai istri sahnya.
" Saya pembantunya." Ucap Zira cepat.
Ziko melotot mendengar Zira berkata seperti itu.
" Bukan dia bukan pembantu tapi dia." Ucapan Ziko di potong Zira.
" Iya saya sekretarisnya tepatnya seperti itu." Ucap Zira cepat.
Zira sengaja tidak menyebutkan perihal hubungannya dengan Ziko. Dia mau mencari informasi tentang Vita. Dan dia sedang menguji kesetiaan suaminya. Apakah Ziko akan membuat hubungan mereka lebih baik atau malah merusak hubungan itu.
" Halo kak Vita." Ucap Zelin ramah.
Zelin terlihat akrab dengan Vita. Dan Zira akan mencari informasi itu dari Zelin.
" Zelin ayo temani kakak ke toilet." Ucap Zira cepat sambil menggandeng tangan adik iparnya.
Ziko melihat istrinya pergi dengan Zelin. Dia tidak mengerti jalan pikiran Zira untuk menutupi status hubungannya.
" Siapa tadi?" Ucap Zira sambil melihat ke kaca toilet.
" Kak Vita." Ucap Zelin cuek.
" Sepertinya kamu cukup akrab dengannya."
" Iyalah kak Vita kan teman kecil kak Ziko mereka sudah bersahabat dari kecil." Ucap Zelin lagi sambil memperbaiki lipstik di depan kaca toilet.
Oh sahabat kecil jadi aku enggak harus khawatir.
" Bagaimana persahabatan kakak kamu dengan Vita." Penasaran.
" Mereka bersahabat dari kecil, terus satu sekolah bareng sampai pada saat kelas satu menengah atas kak Ziko menyatakan cintanya kepada Kak Vita."
Zira membulatkan matanya apa yang dia dengar seperti bom waktu yang sebentar lagi akan meledak.
" Apa mereka berpacaran hanya sampai lulus sekolah."
Zelin mengangguk dan menarik tangan Zira agar keluar dari toilet.
" Apa lagi." Zira penasaran.
" Tapi setelah lulus sekolah hubungan mereka putus karena kak Ziko mau melanjutkan kuliah di luar negeri."
" Apa alasan mereka putus."
" Ya enggak tau, kalau enggak salah dengar Kak Vita memutuskan untuk menikah muda dengan lelaki pilihannya." Ucap Zelin lagi.
Zira masih penasaran, dia berusaha untuk mencari informasi lagi mengenai Vita. Mereka berjalan menuju kearah Vita dan Ziko berdiri.
" Mereka sangat cocok ya." Ucap Zira pelan dia sengaja ingin mengetahui reaksi dari Zelin.
" Lebih cocok kakak lah." Ucap Zelin cepat.
Zira merasa senang dengan kejujuran Zelin.
Mereka kembali bergabung. Ziko masih asik mengobrol dengan mantannya. Teman kecil yang pernah mengisi hatinya. Sesekali dia melirik keakraban keduanya, Zira merasa cemburu dengan hadirnya Vita di tengah-tengah mereka. Vita bisa sangat akrab dengan keluarga Raharsya. Ingin rasanya dia pergi dari hadapan mereka semua. Kevin memperhatikan tingkah Zira yang tidak secerah mentari. Keceriaan Zira hilang ketika hadirnya Vita. Kevin merasa kasihan dengan istri bosnya.
" Nona apa anda mau jalan-jalan ke sana," ajak Kevin.
Zira langsung mengangguk, dia ingin pergi sejenak dari menenangkan dirinya. Ziko yang biasanya selalu posesif entah kenapa hari itu dia melepas Zira dengan tenang.
Kevin menemani Zira untuk mengelilingi alun alun. Sepanjang perjalanan mereka masih diam. Dia lebih banyak tertunduk daripada menatap ke depan. Karena di pikirannya menatap ke depan hal yang sulit baginya. Dia belum tau dengan masa depan rumah tangganya.
" Bagaimana jika kami pisah." Ucap Zira cepat memecah kesunyian yang mereka ciptakan.
" Apa maksud anda nona?" Ucap Kevin tidak mengerti jalan pikiran Zira.
" Kalau seandainya kami berpisah akankah hubungan kami bisa baik seperti mereka (Vita dan Ziko).
Kevin tau bagaimana perasaan wanita di sampingnya. Zira merasa khawatir dengan hubungan pernikahannya.
" Anda jangan berpikir seperti itu. Saya yakin hubungan anda akan baik-baik saja." Kevin memberikan semangat untuk Zira.
Zira menghela nafasnya, dia memandang jauh ke dalam kerumunan orang-orang.
" Aku tidak mengenal arti cinta tapi cinta datang menghampiri ku. Cinta kenapa engkau hadir ke dalam diriku setelah aku tau cintanya sangat sulit untuk ku dapatkan." Ucap Zira pelan.
" Ketika cinta datang sulit untuk di bendung tapi dengan kekuatan cinta sebuah kemungkinan bisa di dapat." Ucap Kevin memberikan semangat kepada Zira.
Zira menepuk bahu Kevin sebagai tanda terima kasih atas perhatiannya.
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."