
Pak supir merasa takut mendengar ucapan Kevin yang akan memberinya hukuman setelah mereka balik dari Paris. Pak supir berinisiatif untuk menghubungi Kevin kembali agar hukumannya di peringan, pria itu tidak memikirkan ancaman Zira lagi, karena menurutnya kalau Zira kabur, dia tidak akan bisa memecat pak supir lagi. Pak supir mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Kevin.
Di Paris di dalam kantor.
Ziko uring-uringan, dia ingin segera balik agar dapat menemukan istrinya. Kevin tidak bisa mengendalikan amarah bosnya. Dia hanya mengikuti kemauan bosnya. Tidak berapa lama ponsel Kevin berdering. Dia segera mengambil ponselnya tapi begitu hendak di jawab panggilan itu berhenti atau terputus. Kevin melihat di layar ponselnya nama pak supir Zira. Dia tidak berniat menghubungi kembali karena dia sedang mempersiapkan kepulangan mereka ke tanah air. Lagi-lagi ponselnya berbunyi begitu di angkat langsung di matikan dari sana. Kevin kesal, dia menghubungi kembali nomor supir itu.
" Kamu mau cari mati!" Ucap Kevin teriak di depan ponselnya.
Pak supir gugup karena mendapat bentakan yang mengatakan cari mati.
" Enggak pak saya mau cari hidup." Ucap Pak supir terbata-bata.
" Kamu berniat menghubungi atau mau mempermainkan ku." Teriak Kevin lagi.
" Enggak pak, saya enggak maksud mempermainkan napak, saya hanya miss call saja pak, karena kalau panggilan ke luar negeri kan mahal." Ucap pak supir gugup.
Kevin mengerti dengan ucapan pria itu, dia paham kalau panggilan keluar negeri memang mahal.
" Untuk apa kamu menghubungiku, apa kamu mau minta keringanan hukuman mu." Ucap Kevin cepat.
" Iya pak." Ucap Pak supir cepat.
" Tidak ada keringan hukuman untukmu malah hukuman mu akan bertambah." Ucap Kevin tegas.
Nyali pak supir menciut mendengar hukumannya akan bertambah. Kevin hendak mematikan panggilannya. Tapi pak supir berteriak.
" Nona Zira ke Paris." Ucap Pak supir teriak.
Kevin yang mendengar kurang jelas kembali meletakkan ponsel di telinganya.
" Apa kamu bilang." Tanya Kevin cepat.
Pak supir mengulang ucapannya. Dia menjelaskan semuanya, kalau Zira hendak pergi ke Paris menyusul Ziko dan tidak lupa supir itu menjelaskan kalau dia mendapatkan sebuah ancaman dari Zira.
" Bagaimana pak, apakah hukuman saya akan di peringan." Ucap Pak supir semangat.
" Kalau nona Zira sampai tidak di temukan hukuman mu akan bertambah banyak." Ucap Kevin sambil mematikan panggilannya.
Pak supir berharap semoga Zira dapat di temukan dan berharap ada keajaiban mengenai hukumannya. Kevin memberitahukan hal itu kepada Ziko.
" Tuan saya dapat informasi kalau nona Zira menyusul datang kesini." Ucap Kevin cepat.
Ziko yang tadi sedang stres mendengar ucapan Kevin malah tambah stres.
" Apa maksudmu menyusul ke sini?" tanya Ziko cepat.
Kevin menjelaskan balik mengenai informasi yang di dapatnya dari supir Zira.
" Kamu tau dia tidak bisa bahasa Inggris bagaimana dia berkomunikasi dengan orang-orang di bandara." Ucap Ziko histeris.
Kevin paham mengenai Ziko yang uring-uringan. Karena Zira tidak bisa berbahasa Inggris belum lagi itu negara asing buat majikannya.
" Tuan mungkin nona Zira menggunakan bahasa daerah di sini." Ucap Kevin cepat.
" Goblok! Kamu kok tambah goblok." Ucap Ziko kesal.
Kevin sengaja mencairkan suasana yang sangat menegangkan.
" Saya rasa nona Zira bisa menjaga diri karena nona Zira kan pasukan Avengers." Ucap Kevin cepat.
Ziko memukul lengan Kevin.
" Kamu jangan bercanda." Ucap Ziko marah.
Ziko belum menemukan cara bagaimana mencari Zira.
" Apa alasan dia datang kesini selain menyusul aku." Gumam Ziko pelan.
Gumaman Ziko terdengar oleh Kevin.
Ziko melemparkan sesuatu kearah Kevin.
" Kamu tidak membantuku kamu malah membuat lelucon gila di depanku." Ucap Ziko marah.
Kevin diam tidak melanjutkan ucapannya dia khawatir meja akan melayang kedepannya jika dia berbicara lagi.
Ziko memikirkan sesuatu cara untuk menemukan istrinya.
" Suruh orang untuk menunggu Zira di bandara." Perintah Ziko.
Kevin hendak menghubungi orang-orangnya.
" Tuan orang-orang saya kan belum tau wajah nona Zira." Ucap Kevin cepat.
Ziko membuka ponselnya ada galeri foto mereka ketika berada di jet pribadi. Difoto itu Ziko mencium pipi istrinya. Dia menyerahkan foto itu kepada asistennya. Kevin melihat foto yang di berikan bosnya.
" Tuan bulu hidung anda kelihatan sangat jelas di sini." Ucap Kevin cepat.
Ziko melihat kembali fotonya. Dia mencari foto mereka berdua hanya ada foto pernikahan mereka berdua di pelaminan. Dia menyerahkan foto itu.
" Bagaimana kalau yang ini." Ucap Ziko sambil menyerahkan ponselnya kepada Kevin.
Kevin melihat foto kedua majikannya yang berada di pelaminan.
" Tuan kalau saya lihat yang ini anda seperti tukang kembang." Ucap Kevin protes.
" Banyak kali ngomong mu. Kalau gitu pakai saja fotomu." Ucap Ziko kesal.
Ziko kesal karena foto yang diberikannya selalu di komplain Kevin. Dia memang tidak banyak menyimpan foto Zira. Hanya ada foto mereka di jet pada saat itu di ambil melalui ponsel istrinya dan foto mereka ketika di pelaminan.
" Pakai saja foto yang ini." Ucap Ziko menyerahkan kembali ponselnya kepada Kevin.
Kevin mengernyitkan dahinya sambil melihat foto Ziko.
" Tuan apa tidak ada foto yang lain, di sini bulu hidung anda kelihatan." Ucap Kevin cepat.
Ziko kesal dengan komplain yang di utarakan asistennya.
" Aku tidak punya foto dia lagi. Sudah pakai saja foto itu, kamu hapus saja bulu hidungku." Ucap Ziko cepat.
" Tuan saya potong saja foto anda dan nona Zira karena bulu hidung anda sangat menggangu." Ucap Kevin polos.
" Jangan pernah kamu memotong foto kami berdua, itu sama saja kamu ingin memisahkan kami berdua." Ucap Ziko tegas.
Kevin menganggukkan kepalanya.
Cih padahal bulu hidungnya yang menjadi pengganggu, anggap saja bulu hidungnya menjadi pemanis untuk foto itu.
Kevin tidak berniat menghapus bulu hidung bosnya dan tidak berniat juga memotong foto mereka berdua. Dia langsung mengirim foto tersebut ke orang-orangnya. Orang-orangnya langsung sigap dan menunggu di bandara.
Ziko dan Kevin menunggu di hotel menunggu jawaban dari orang suruhannya.
Pesawat yang di tumpangi Zira landing. Dia telah mengganti pakaiannya dengan celana panjang dan baju panjang karena cuaca di Paris yang berangin. Dia mengikat rambutnya dan menutup rambutnya dengan selendang dan dia juga mengenakan kacamata hitam. Orang suruhan Kevin tidak mengenali Zira karena penampilannya yang tertutup.
Setelah Zira mendapatkan kopernya, dia memanggil taksi yang tidak jauh dari bandara.
" Taksi." Ucap Zira.
Tidak berapa lama taksi datang dan berhenti tepat didepan Zira berdiri. Supir taksi membantu memasukkan koper ke dalam bagasi.
" Ou allons-nous manquer (Kita mau kemana nona)." Ucap supir taksi.
" Emmene-moi a l'hotel bi ( Antarkan saya ke hotel bi)." Ucap Zira.
Supir taksi melajukan mobilnya ke hotel bi. Zira sudah memesan hotel bi ketika Ziko berangkat ke Paris. Hotel bi berseberangan dengan Ai hotel. Ziko menginap di Ai hotel sedangkan Zira menginap di hotel bi.
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."