
" Pilih yang paling jelek. Tapi aku tidak memilih yang paling jelek yang aku pilih adalah yang paling tampan dan yang paling pintar di antara yang lainnya." Ucap Zira semangat dan yakin dengan pilihannya.
Ziko menjewer kuping istrinya, dia tidak suka dengan pilihan Zira.
" Kenapa kamu menjewer ku." Ucap Zira kesal sambil memegang kupingnya.
" Kenapa kamu memilih yang paling ganteng di antara mereka semua apa kamu tidak ingat dengan ucapan ku?" Ziko teriak kesal, dia sudah merasa cemburu dengan calon sekretarisnya.
Zira tidak punya pilihan lain, dia membuat keputusan dengan pikiran yang matang dan dengan pikiran yang waras. Dia menjatuhkan pilihannya pada pria itu karena di antara sekian peserta hanya dia yang unik. Dan dia mempunyai alasan khusus yang tidak dimiliki peserta lainnya.
" Tenang saja pasti kamu setuju dengan pilihanku." Ucap Zira yakin.
" Baiklah kita lihat saja nanti, jika pilihanmu salah siap-siap pindahkan ruangan mu ke sana." Ucap Ziko tersenyum licik sambil menunjuk kearah ruangan khusus yang berada di belakangnya. Ruangan khusus itu berupa kamar untuk Ziko beristirahat.
Zira sudah membayangkan bagaimana cara sekertaris baru melayani bosnya dan membayangkan yang lucu-lucu tentang semuanya. Dia tersenyum tipis sambil membayangkan kejutan yang di buatnya.
" Kamu jangan kebanyakan tersenyum nanti kamu kesurupan." Ucap Ziko mengingatkan istrinya. Ucapan Ziko membuyarkan lamunannya. Pintu ruangan di ketuk dari luar, ada Kevin berada di depan pintu. Dia masuk ke dalam ruangan itu dengan percaya diri.
" Tuan menurut informasi dari bu Mery besok sekertaris baru anda sudah mulai bekerja disini." Ucap Kevin menjelaskan sambil berdiri tegak di depan Ziko.
Zira membelalakkan matanya, dia tidak percaya kejutannya akan datang besok. Ziko memperhatikan istrinya yang kegirangan.
" Besok kamu tetap berada disini, aku mau melihat kejutan apa yang kamu pilih untukku." Ucap Ziko cepat sambil melihat istrinya. Zira menganggukkan kepalanya cepat, dia sangat semangat menyambut hari esok.
Keesokan harinya.
Matahari tidak bersinar dengan cerah, sang mentari tidak memberikan sinarnya yang indah. Cuaca hari ini sedikit mendung tapi tidak dengan mereka yang berada di kamar, perasaan pemilik kamar bersinar secerah mentari. Pemilik kamar melakukan pergumulan semalaman suntuk. Pergumulan yang panjang dan tidak tau siapa pemenangnya.
Ziko dan Zira sudah berangkat ke gedung Raharsya group. Mereka berangkat agak siang dari hari sebelumnya. Ziko sudah duduk di kursi kebesarannya dan Kevin berdiri di samping mejanya. Zira hanya duduk di sofa sambil menunggu kejutannya datang.
Tidak berapa lama pintu ruangan di ketuk dari luar. Asisten Kevin memegang handel pintu dan membuka pintu tersebut. Ada Ibu Mery di depan pintu dengan seorang pria di belakangnya. Kevin mempersilahkan mereka untuk masuk. Ibu Mery masuk bersama dengan pria tersebut, mereka berdiri di depan meja Ziko.
Ibu Mery memperkenalkan pria yang ada di sampingnya. Setelah memperkenalkan pria di sampingnya, wanita paruh baya itu diperintahkan untuk meninggalkan ruangan.
Ziko menatap pria di depannya dengan sangat lekat, pria dengan berpostur tinggi dan wajah yang ganteng. Kegantengannya dapat di sandingkan dengan artis-artis tanah air. Dia melirik istrinya yang sedang duduk di sofa. Dari lirikannya bisa di artikan kalau dia sangat tidak setuju dengan pilihan istrinya. Tapi Zira tidak bergeming, dia masih memandang pria di depannya dengan tersenyum tipis.
" Perkenalkan diri kamu?" Ucap Kevin cepat.
" Perkenalkan nama saya Koko." Ucapnya dengan gaya khasnya. Ziko dan Kevin saling pandang mendengar pria tersebut memperkenalkan dirinya. Tidak dengan Zira, dia tertawa terbahak-bahak mendengar pria tersebut berbicara.
Pria tersebut menjelaskan semuanya dari latar belakang dan semua pengalaman kerjanya sampai bahasa asing yang di kuasai dijelaskannya dengan cara uniknya. Ziko sudah tidak tahan mendengar pria itu berbicara. Dia mengusir pria itu keluar dari ruangan, dia ingin mendiskusikan kembali pilihan istrinya.
" Kenapa kamu pilih sekertaris seperti itu?" Ucap Ziko cepat menunggu penjelasan dari Zira.
Zira geli masih membayangkan pria tadi berbicara. Pria yang unik yang pernah di temui dan sangat cocok untuk dijadikan sekertaris suaminya.
" Kan bagus kalau dia jadi sekretaris mu," ujar Zira cepat sambil tersenyum geli.
" Apanya yang bagus, tangannya yang lemah gemulai seperti mau menari, seperti itu kamu bilang cocok untuk jadi sekretaris ku." Gerutu Ziko cepat. Zira tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Ziko terakhir. Dia memilih Koko sebagai sekretaris suaminya, karena Koko lemah gemulai seperti banci tapi pria itu mempunyai skill yang tidak kalah hebat dengan yang lainnya.
" Tenang suamiku, aku memilihnya karena ada alasan khusus, sebelumnya kamu memintaku untuk memilih yang paling jelek, dari sekian peserta hanya dia yang paling ganteng tapi hanya dia juga yang banci." Ucap Zira tertawa terbahak bahak.
" Terus apa alasanmu memilih pria lemah gemulai itu." Ucap Ziko kesal.
" Tentu aku mempunyai alasan yang tepat, yaitu kalau dia banci tentu dia tidak akan tertarik padaku." Ucap Zira bangga dengan pilihannya.
Apa yang di katakan Zira memang benar adanya. Pada saat sekertaris Ziko berjenis kelamin wanita ada saja yang ingin merusak hubungan mereka, dan kalau pria normal yang di pilihnya pasti akan terjadi bencana dalam hubungan mereka. Dan dengan pilihan pria lemah gemulai atau panggilannya banci, bisa di pastikan pria tersebut tidak akan meliriknya dan hubungan mereka bisa aman damai sentosa.
" Benar juga yang di katakan nona Zira, lebih aman kalau memilih pria tersebut." Kevin menyetujui pilihan dan alasan Zira.
" Ya tapi kalau dia juga suka denganku bagaimana?" Ziko sudah merasa geli membayangkan yang terjadi nantinya.
Zira dan Kevin tertawa melihat ekspresi geli yang di tampilkan Ziko.
" Tenang suamiku, pria seperti itu tidak suka dengan pria beristri dia lebih suka dengan pria lajang seperti ini." Ucap Zira yakin sambil melirik ke Kevin.
Kevin yang tadinya tertawa sekarang menutup mulutnya rapat, dia juga tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan nasibnya ke depan. Ziko dapat bernafas lega mendengar penjelasan dari istrinya, tapi tidak dengan Kevin. Pria yang bernama koko tadi di panggil kembali ke dalam ruangan.
" Baiklah mulai hari ini kamu akan menjadi sekertaris saya."
Pria yang bernama Koko teriak kegirangan dengan gaya kemayu nya. Ziko dan Kevin membelalakkan matanya melihat ekspresi lucu dari si pria. Sedangkan Zira tertawa melihat tingkah lucu si sekertaris.
" Tapi ingat jaga jarak denganku dan istriku." Ziko tetap harus waspada dengan dirinya dan istrinya, karena lebih baik waspada dengan kemungkinan yang bisa terjadi.
" Tenang saja bos saya akan menjaga jarak dari anda dan istri anda, tapi boleh kah saya tidak menjaga jarak dengannya." Ucap koko sambil mengedipkan satu matanya kepada Kevin.
Ziko menganggukkan kepalanya cepat, dia tidak mempermasalahkan itu. Tapi Kevin yang mempermasalahkan itu, Kevin sudah ngeri sendiri mendapatkan serangan kedipan mata dari Koko sekertaris baru itu. Ziko dan Zira tertawa terbahak bahak melihat tingkah lucu Koko.
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."