
Taksi berhenti di depan pintu hotel bi. Supir taksi mengeluarkan koper Zira dari bagasi. Dia menyerahkan beberapa lembar uang euro kepada supir taksi.
" Merci (terimakasih)." Ucap supir taksi.
" Vous etes les bienvenus (terimakasih kembali)." Ucap Zira sopan.
Zira memasuki loby hotel dan menuju meja resepsionis.
" Good afternoon Miss (Selamat siang)." Ucap resepsionis hotel.
Resepsionis hotel menyapa Zira menggunakan bahasa Inggris.
" Bon apres-midi (selamat siang)." Ucap Zira sambil tersenyum.
Karena Zira menjawab dengan bahasa Perancis. Resepsionis menggunakan bahasa Perancis kepada tamunya.
" Puis-je vous aider (ada yang bisa saya bantu). Ucap resepsionis ramah.
" Je veux m'enregistrer (saya mau cek in)." Ucap Zira ramah.
" Ai commande (sudah pernah pesan).
" deja au nom de Zira (sudah atas nama Zira).
Resepsionis meminta kartu indentitas Zira, pasport dan Visa Zira. Setelah data semua sama seorang bell boy membantu membawa koper Zira sampai ke depan kamar hotel. Bell boy membantu membukakan pintu kamar hotel. Zira menyerahkan beberapa lembar kepada bell boy sebagai tip.
" Merci (terimakasih)." Ucap bell boy sambil meninggalkan kamar hotel.
Zira merebahkan tubuhnya di kasur. Dia meluruskan ototnya yang kaku karena selama 16 jam tidur di pesawat.
Kevin dan Ziko menunggu kabar dari orang suruhannya. Lama mereka menunggu tapi tidak ada kabar sama sekali. Waktu sudah malam tapi kabar keberadaan Zira belum ada.
Zira bersiap-siap untuk menghadiri undangan Paris fashion week yang di adakan setiap enam bulan sekali dalam setahun. Ratusan mode, asisten, stylish model memadati tempat acara itu berlangsung. Rumah mode ternama seperti channel, Christiani dior dan lainnya juga turut memeriahkan acara tersebut. Dia sangat antusias menyambut acara ini. Karena sebagai seorang desainer dia harus mengikuti perkembangan mode dunia. Dan Zira mendapatkan kesempatan ini untuk yang ke tiga kalinya.
Zira mengenakan gaun yang cantik hasil rancangannya sendiri. Dia menyebrangi jalan menuju Ai hotel. Dia menunjukkan kartu undangan kepada pihak hotel dan menuju tempat acara itu berlangsung. Acara itu diadakan secara live. Banyak media menyorot berlangsungnya acara tersebut.
Ziko dan Kevin masih di dalam kamar hotelnya. Mereka tetap menunggu kabar dari orang suruhannya. Kevin menghubungi pihak bandara untuk mencari informasi mengenai kedatangan pesawat dari negaranya.
" Tuan sudah tidak ada lagi pesawat yang datang dari negara kita, terakhir satu jam yang lalu." Ucap Kevin menjelaskan.
Ziko tidak tau harus berbuat apa dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Zira. Dia merebahkan badannya di kasur sambil menutup wajahnya. Kevin duduk di sofa sambil memegang ponselnya. Dia sengaja menyalakan televisi agar tidak terjadi keheningan di dalam kamar hotel. Dia menekan remote TV mencari siaran yang bagus. Dia melihat ada sosok Zira di dalam siaran televisi Perancis. Zira sedang di wawancarai seorang reporter televisi Perancis. Kevin membelalakkan matanya, dia ragu dengan penglihatannya.
" Tuan apa itu nona Zira." Ucap Kevin cepat memanggil Ziko yang sedang berbaring.
Ziko langsung bangun dari posisi berbaring. Dia melihat ke layar televisi. Dia merasa terkejut dengan apa yang di lihatnya. Seorang Zira bisa sangat anggun di depan layar kaca dan Ziko merasa takjub melihat istrinya bisa ikut dalam acara sebesar itu.
" Bonjour (halo)." Ucap reporter televisi.
" Presentez - vous (perkenalkan diri anda). Ucap reporter ramah.
" Je suis Zira, je suis designer (saya Zira, saya seorang designer)." Ucap Zira sopan.
Kevin dan Ziko saling pandang mendengar Zira fasih berbahasa Perancis.
Reporter tadi menanyakan kesan Zira mengenai Paris fashion week yang di adakan hari ini.
Ziko bengong melihat Zira yang sangat luar biasa hebatnya. Dia tidak menyangka melihat kemahiran istrinya berbahasa Perancis.
" es-tu venu seul à cet événement (apakah anda datang sendiri ke acara ini)." Ucap reporter.
"Je suis venue seule ici, je veux surprendre mon mari (saya datang sendiri ke sini, saya ingin memberi kejutan untuk suami saya)." Ucap Zira semangat.
Ziko memang sudah terkejut dari Zira di bilang kabur, istrinya pergi ke Paris dan sekarang dia tambah terkejut dengan kehadiran Zira di dalam acara besar Paris fashion week. Istrinya memang telah memberi banyak kejutan kepadanya.
" Aujourd'hui, c'est l'anniversaire de mon mari. Je souhaite un joyeux anniversaire à mon mari, j'espère que tu iras mieux à partir de maintenant (Hari ini ulang tahun suami saya. Saya mau mengucapkan selamat ulang tahun suamiku semoga kamu menjadi lebih baik dari sekarang)." Ucap Zira sambil tersenyum.
Ziko terkejut mendapat ucapan selamat ulang tahun dari istrinya. Zira telah membuat suasana hatinya berbunga-bunga. Seorang Zira bisa mengucapkan ulang tahunnya di layar televisi yang di saksikan seluruh dunia. Reporter sudah selesai bertanya dengan Zira, reporter bertanya kepada tamu yang lain
" Vin acara ini di adakan di mana?" Ucap Ziko sambil menunjuk ke arah televisi.
" Tadi kalau saya enggak salah dengar di Ai hotel." Ucap Kevin cepat.
Ziko dan Kevin saling pandang. Mereka berdua langsung berlari keluar kamar hotel menuju tempat acara Paris fashion week diadakan. Ziko mencari istrinya di dalam kerumunan orang. Setelah beberapa lama mencari Ziko ketemu dengan istrinya. Zira sedang mengobrol dengan orang bule. Ziko memeluk Zira dan mencium pipi istrinya. Zira kaget dan melihat ke sampingnya ada Ziko sedang berdiri di sampingnya.
" J'ai d'abord emprunté mon mari, ma femme (Saya suaminya pinjam istri saya dulu)." Ucap Ziko.
Zira hanya terbengong dan Ziko sudah memeluk pinggangnya membawa istrinya keluar dari kerumunan acara tersebut. Ziko membawa Zira ke kamar hotelnya.
" Aku butuh penjelasan darimu." Ucap Ziko cepat sambil membuka pintu kamar hotel.
" Apa?" Ucap Zira sambil duduk santai di sofa.
" Semuanya!" Ucap Ziko teriak.
" Aku capek." Ucap Zira santai.
Ziko menatap Zira tajam sambil memegang pinggangnya.
" Kamu membohongiku dengan mengatakan tidak bisa bahasa Inggris." Ucap Ziko tegas.
Zira mulai melakukan pembelaan untuk dirinya.
" Siapa yang berbohong, aku memang tidak bisa bahasa Inggris." Ucap Zira ketus.
" Tapi tadi aku mendengarmu bisa?" Ucap Ziko cepat.
Zira memijat pelipisnya yang tidak sakit.
" Itu bukan bahasa Inggris, tapi bahasa Perancis, gitu aja enggak tau." Ucap Zira ketus.
" Aku tau, cuma aku mau bertanya kenapa kamu tidak bilang kepadaku kalau kamu bisa bahasa Perancis." Ucap Ziko cepat.
" Karena kamu enggak tanya." Ucap Zira cepat.
Ziko kesal dengan ucapan istrinya yang cepat dan lugas. Memang dia tidak bertanya tentang bahasa yang di ketahui istrinya. Dia hanya berpikir jika Zira tidak bisa bahasa Inggris maka tidak bisa bahasa yang lainnya.
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."