Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 415 (S2)


🌹Vote


Cara vote.


Kumpulkan poin di pusat misi, buka poin pada profilku. Selesaikan semua tugas, jika tugas sudah selesai kalian bisa vote author sebanyak mungkin. Dan vote bisa di lakukan setiap hari selama poin kalian ada, terimakasih.


Selamat Membaca.


***


"Apa kamu tidak lihat wajah Jasmin mirip dengan papanya." Ucap Ziko asal.


Kebetulan Jasmin sedang duduk di samping orangtuanya.


Dokter Diki menatap Ziko sambil memicingkan matanya.


"Mirip dari mananya. Papanya orang lokal kalau sama mamanya baru mirip." Ucap dokter Diki.


Apa yang dikatakan dokter Diki benar. Jasmin lebih mirip wajah mamanya. Karena wajahnya lebih dominan wajah bule.


"Iya, iya mana mungkin aku melihatnya secara detail pasti kamu yang lebih paham." Ucap Ziko.


Di tempat yang sama tidak jauh dari tempat Ziko, Kevin dan dokter Diki berdiri, ada dua sosok muda mudi duduk di kursi dan saling mengobrol.


"Terima kasih banyak karena orang tuamu acara lamaran kakakku dapat terlaksana." Ucap Bima kepada Zelin.


"Jangan seperti itu, kak Menik sudah kami anggap keluarga."


Percakapan yang terjalin antara Zelin dan Bima membuat Koko cemburu.


"Di depan mataku masih berani selingkuh." Gerutu Koko. Dia melangkahkan kakinya mendekati Zelin dan Bima.


"Ehem." Koko berdiri di depan keduanya.


"Eh kenalkan ini Koko." Ucap Zelin memperkenalkan Bima kepada Koko.


Bima mengulurkan tangannya kearah Koko, tapi pria itu tidak mau membalas uluran tangannya.


Zelin yang melihat itu merasa tidak enak hati.


"Permisi." Ucap Zelin langsung meninggalkan dua pria di depannya.


Koko menatap tajam wajah Bima.


"Jangan dekati Zelin." Ucap Koko tegas.


"Tenang, aku tidak bermaksud mengganggu hubungan kalian." Ucap Bima.


"Walaupun aku tau kamu adiknya Menik, aku tidak akan segan-segan menyakitimu." Ancam Koko sambil berlalu meninggalkan Bima.


Koko menghampiri Zelin yang sedang duduk sendiri sambil menikmati minumannya. Pria itu langsung duduk di sebelahnya.


"Kenapa kamu dekat-dekat dengan pria lain. Apa kamu enggak tau kalau ada aku di sini." Sindir Koko.


"Semua pria sama saja suka menuduh tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu." Ucap Zelin sambil mendengus kesal.


"Aku lihat kamu duduk dengan dia begitu dekat apa penglihatanku salah." Ucap Koko.


"Hey kamu tau tidak dia itu adiknya kak Menik, kami itu sudah seperti keluarga." Ucap Zelin membela diri.


"Iya keluarga yang tidak sedarah, jadi suatu saat kalaupun ada pernikahan diantara kalian tidak haram." Ucap Koko.


"Sekarang lagi dalam suasana suka cita, dan jangan rusak suasana ini dengan cemburu anehmu itu." Zelin beranjak dari kursi dan melihat kembali kearah Koko.


"Aku mau tanya apa mantanmu semuanya kamu perlakukan seperti ini?" Ucap Zelin.


Koko diam, dia tidak punya mantan sama sekali. Zelin adalah wanita pertama yang telah mencuri hatinya. Zelin tidak membutuhkan jawaban dari kekasihnya. Dia pergi menghindari pria itu.


"Nona, apa anda mau membantu Menik dalam menyiapkan pernikahan kami?" tanya Kevin.


"Tentu dengan senang hati aku akan membantunya." Ucap Zira.


"Kenapa kamu tidak memakai jasa wedding organizer?" Ucap Ziko.


"Ini enggak mau." Ucap Kevin sambil menunjuk kearah Menik.


"Kenapa Nik? Kalau pakai jasa wedding organizer semua keperluanmu akan dipersiapkan dari gedung, catering sampai hal yang kecil juga di persiapkan mereka." Ucap Zira.


"Dia enggak mau karena biayanya yang pasti mahal." Ucap Kevin.


"Apa betul seperti itu Nik?" Ucap Zira.


Menik menganggukkan kepalanya.


"Untuk acara lamaran ini saja sudah menghabiskan dua ratus juta apalagi dengan resepsi pernikahan bisa menghabiskan banyak ratusan juta." Ucap Menik jujur.


"Kalau aku jadi pengantin wanitanya, akan aku minta pesta yang mewah. Karena pernikahan sekali seumur hidup. Kalau perlu pesta tiga hari tiga malam." Ucap Ziko.


"Dan syukurnya tuan bukan calon pengantin wanitanya." Ucap Kevin.


Semuanya tertawa.


"Vin tenang saja, aku akan menyumbang undangan untukmu." Ucap dokter Diki.


"Oh terima kasih banyak." Ucap Kevin senang.


Pria itu melihat kearah bosnya.


"Tuan rencana mau nyumbang apa?" Tanya Kevin.


"Hemmm." Ziko terlihat sedang memikirkan sesuatu


"Aku tidak ada rencana menyumbang apapun untuk pesta pernikahanmu." Ucap Ziko.


"Sayang." Rengek Zira.


"Tapi bohong." Ucap Ziko. Semuanya kembali tertawa.


"Baiklah aku akan menyumbang sepuluh box air mineral." Ucap Ziko lagi.


"Air mineral? Anda begitu kaya bahkan kalian sepasang suami istri yang kaya raya. Kok tega nyumbang air mineral." Ucap Kevin.


"Vin sebenarnya bagus juga kalau suamiku menyumbang air mineral. Itu tandanya suamiku perduli kepada semua tamu undangan, agar tamu undangan tidak kehausan dan tidak keselak ketika makan." Ucap Zira


"Wah suami istri memang sangat kompak." Ucap dokter Diki.


"Yang keren dong, kalau nyumbang itu yang wah. Secara tuan dan nona orang kaya." Ucap Kevin.


"Miskin amat sih kamu Vin, sampai ngemis-ngemis seperti ini." Ejek Zira.


"Ya udah akan aku tambah sumbanganku. Seratus box air mineral bagaimana?" Ucap Ziko.


Kevin tidak bisa menolak, dia pun sebenarnya bisa membeli sendiri air mineral untuk tamu. Ziko dan Zira memang sedang mengerjai Kevin. Mereka sudah mempersiapkan kado spesial untuk hari pernikahan Kevin dan Menik. Tapi mereka ingin mengerjai pria itu.


"Undangan sudah, air mineral sudah, seragam keluarga dariku tidak termasuk pakaian pengantin ya." Ucap Zira.


"Kenapa bisa beda-beda." Ucap Kevin.


"Untuk pengantin cari desainer yang lain. Nanti aku rekomendasi butik yang bagus." Ucap Zira.


"Terima kasih nona." Ucap Menik.


Acara lamaran telah selesai dan berjalan lancar. Untuk selanjutnya kedua calon pengantin akan sibuk untuk menyiapkan segala kebutuhan mereka.


Tamu undangan sudah pulang begitupun dengan yang punya acara juga sudah meninggalkan hotel. Selama perjalanan pulang di dalam mobil mulutnya Menik komat kamit.


"Kamu lagi pelet aku ya." Goda Kevin.


"Iya, nih wek." Menik menjulurkan lidahnya kehadapan calon suaminya.


Melihat tingkah calon istrinya dia gemas, ingin sekali dia mengacak rambut Menik. Tapi mengingat rambut calon istrinya sedang di sanggul tidak mungkin dia merusak tatanan rambut Menik.


"Kamu semakin lama tambah cantik. Apa itu yang di namakan aura calon pengantin." Ucap Kevin.


"Memangnya ada seperti itu?" Ucap Menik.


"Entah, ada yang bilang kalau mau menikah calon pengantin wanita tidak boleh keluar rumah. Katanya pamalih. Dan tambah cantik." Ucap Kevin.


"Kalau aku tidak boleh keluar rumah, siapa yang akan mempersiapkan semuanya. Secara banyak banget persiapannya. Dari souvenir pernikahan, catering, perias pengantin sampai gedung semua harus di persiapkan." Ucap Menik.


"Kan aku sudah bilang kita serahkan semuanya kepada wedding organizer. Jadi kamu enggak pusing. Mengurus itu semua akan membuatmu lelah. Kalau kamu kelelahan bisa-bisa kamu sakit. Kamu harus memikirkan kesehatanmu juga." Ucap Kevin.


"Berapa kira-kira biaya untuk memakai jasa wedding organizer." Tanya Menik.


"Mungkin bisa empat kali lipat dari acara hari ini." Ucap Kevin.


Mendengar ucapan calon suaminya Menik langsung membelalakkan matanya. Dia tidak rela kalau uang calon suaminya habis dalam satu hari.


"Ok deal, aku enggak mau pakai jasa wedding organizer." Ucap Menik mantap.


"Tapi Nik, nanti kamu repot dan aku tidak bisa menemani kamu." Ucap Kevin.


"Hemmm, bagaimana kalau kita tidak pakai acara resepsi, cukup nikah saja. Yang penting status kita sudah halal." Ucap Menik lagi.


"Mana mungkin tidak ada resepsi, apa kata keluargaku dan kerabatku. Nanti mereka berpikir kita menikah karena MBA." Ucap Kevin.


"Apa MBA?"


"Married Because Acident."


"Artinya apa." Tanya Menik lagi.


"Menikah karena kecelakaan." Jawab Kevin.


"Kita enggak kecelakaan, sehat-sehat saja kok." Ucap Menik polos.


"Bukan itu maksudku menikah karena." Kevin menggerakkan tangannya membentuk perut ibu hamil.


"Perut buncit?" Tanya Menik lagi.


Kevin menepuk jidatnya, calon istrinya betul-betul polos.


"Hamil duluan." Ucap Kevin.


Bersambung.


Ig. anita_rachman83.


AUTHOR ADA KARYA BARU YANG BERJUDUL


" LOVE OF a NURSE", CERITANYA PENUH KEJUTAN DAN MENDEBARKAN HATI. PENASARAN???