
Di gedung Rahasrya group.
Pagi itu gedung Rahasrya group terasa ramai dengan kehadiran wajah-wajah baru. Banyak para pelamar datang dari penjuru kota. Kebanyakan dari mereka berjenis kelamin wanita. Mereka berdandan secantik-cantiknya dan memberikan penampilan yang terbaik. Karena penampilan juga menjadi faktor pendukung.
Pihak HRD memberikan instruksi untuk para pelamar kerja. Mereka mengikuti pihak HRD dari belakang. Mereka memasuki sebuah ruangan besar seperti auditorium.
Mereka menduduki kursi yang telah di sediakan. Tidak berapa lama seseorang datang dari luar auditorium. Seorang wanita paruh baya yang cukup disegani di bagian departemennya yaitu Ibu Mery.
Asisten Ibu Mery memberikan sebuah informasi kepada mereka semua.
" Selamat pagi semuanya saya Ika dan ini Ibu Mery manager di Human Resource Departemen Pagi hari ini kalian semua di panggil kesini untuk melakukan beberapa tes." Ucap Ika.
" Yang pertama tes iq, tes ini berhubungan dengan angka dan bahasa."
" Yang kedua tes wartegg yaitu tes yang melanjutkan beberapa pola."
" Yang ketiga personaliti tes."
" Yang keempat, tes koran atau disebut dengan tes pauli yaitu menuntut anda semua untuk menjumlahkan setiap dua angka dari angka satu sampai sembilan."
" Baiklah waktu kalian 90 menit di mulai dari sekarang." Ucap Ika menjelaskan.
Semua para pelamar sibuk dengan serangkaian tes yang di berikan kepada mereka. Setiap yang akan bergabung menjadi bagian dari Raharsya group akan di berikan serangkaian tes. Beberapa orang pihak HRD mondar mandir ke tengah ruangan untuk melihat jalannya tes agar tidak terjadi kecurangan.
Di ruangan Ziko.
" Tuan hari ini para pelamar kerja sedang melakukan serangkaian tes" Ucap Kevin.
" Pastikan yang menjadi sekertaris ku orang yang smart dan jujur." Ucap Ziko tegas.
Kembali ke auditorium.
" Waktu sudah habis. Silahkan cantumkan nomor ponsel anda di depan." Ucap Ika.
Para pelamar sudah meninggalkan gedung Raharsya group. Mereka harap-harap cemas menunggu kepastian di terima atau tidaknya.
Setelah para pelamar meninggalkan gedung, beberapa asisten Ibu Mery melakukan cross check.
Setelah selesai mereka menyerahkan kepada Ibu Mery. Kemudian Ibu Mery menyeleksinya kembali. Setelah di seleksi ada kurang lebih 20 orang yang memenuhi kriteria.
Ibu Mery membawa hasil tes tersebut keruangan asisten Kevin. Pintu ruangan Kevin di ketuk. Ibu Mery masuk ke ruangan itu setelah ada perintah dari yang bersangkutan.
" Maaf Pak ini adalah hasil tes hari ini. Yang ini telah saya seleksi dan menurut saya memenuhi kriteria. Dan yang ini yang tidak memenuhi kriteria." Ucap Ibu Mery sambil menunjuk kearah berkas tes para pelamar kerja.
" Baiklah tinggalkan di sini. Nanti saya cek kembali. " Ucap Kevin.
Ibu Mery pergi meninggalkan ruangan Kevin. Dia melanjutkan pekerjaannya kembali.
Kevin membuka satu persatu hasil serangakaian tes para pelamar kerja. Dari dua puluh nama yang telah di seleksi Ibu Mery, dia menyaring kembali menjadi sepuluh orang.
Kevin menghubungi Ibu Mery.
" Bisa kamu bawakan surat lamaran pekerjaan atas nama keduapuluh orang tadi." Ucap Kevin cepat.
Kevin membawa surat lamaran itu sekaligus hasil tesnya. Kevin menyerahkan hasil tes dan surat lamaran keatas meja Ziko.
" Tuan ini adalah hasil tes yang telah memenuhi kriteria dan ini surat lamaran pekerjaannya." Ucap Kevin menjelaskan.
Ziko melihat satu persatu surat lamaran tersebut.
" Baiklah ajukan interview besok untuk kesepuluh nama ini." Ucap Ziko cepat.
Kevin pergi dan kembali keruangan, dia memberikan perintah kepada Ibu Mery untuk menghubungi kesepuluh nama yang telah di saringnya.
Kia merasa harap-harap cemas dengan hasil tes tadi. Hari ini dia ijin untuk tidak masuk kerja. Dia kembali ke apartemennya setelah selesai mengikuti tes. Pintu bel apartemennya berbunyi. Kia berlari membuka pintu apartemennya. Dan didepan pintu telah berdiri teman masa kecilnya yaitu Sisil.
" Boleh aku masuk." Ucap Sisil sambil tersenyum manis.
" Tentu masuklah."
Mereka cipika-cipiki layaknya teman yang sudah lama tidak berjumpa.
" Apa kamu baru pulang kerja atau kamu baru selesai mengikuti tes?" Tanya Sisil ingin tau sambil duduk di sofa.
" Mana ada orang pulang kerja jam segini, aku baru selesai mengikuti tes." Ucap Kia pelan.
" What. Aku enggak salah dengar kan?" Ucap Sisil sambil memegang telinganya.
Kia mengangguk cepat. Sisil merasa bahagia mendengar temannya telah mengikuti rencananya.
" Ayolah kenapa kamu terlihat muram?" Tanya Sisil sambil mendekati Kia.
" Aku enggak tau keterima apa tidak soalnya sainganku banyak, dan mereka mempunyai potensi yang lebih bagus." Ucap Kia pelan.
" Itu kan menurutmu, kalai menurutku kamu juga punya potensi lebih baik di bandingkan dengan mereka." Sisil berusaha untuk membangkitkan semangat Kia.
" Ah yang benar?" tanya Kia.
Sisil mengangguk.
" Sorry aku mau bertanya masalah pribadi apakah yang di uuutube itu benar?" tanya Kia pelan.
Sisil langsung menunjukkan aura tidak suka.
" Apa maksudmu?" Tanya Sisil dengan wajah yang marah.
" Aku lihat ada satu caption kalau kamu di sebut sebagai pelakor." Ucap Kia pelan.
Sebenarnya Sisil ingin menampar temannya dengan menyebut dia pelakor. Tapi dia berusaha untuk tersenyum karena pion dia adalah Kia.
" Ah itu salah sebenarnya yang pelakor itu si Zira. Dialah yang merusak hubunganku dengan Ziko. Dia berusaha mendekati tante Amel agar dia di jodohkan dengan Ziko." Ucap Sisil membalikkan fakta.
Kia hanya mengangguk karena dia tidak mengerti tentang berakhirnya hubungan Ziko dan Sisil.
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."