
Zira sampai di tempat tujuannya, yaitu rumah Fiko. Biasanya perjalanan dari apartemen Zira ke rumah Fiko kira-kira membutuhkan waktu 30 menit, tapi karena macet perjalanannya menghabiskan waktu empat puluh lima menit.
Taksi berhenti tepat di depan rumah Fiko, banyak mobil yang parkir di area rumahnya.
Zira memberikan beberapa lembar uang dan menyerahkannya kepada si driver.
"Wah rumahnya besar sekali." Gumam Zira pelan.
Zira melirik jam di tangannya, jam menunjukkan pukul 15:45.
"Aku sudah terlambat 44 menit." Gumam Zira pelan.
Zira melangkahkan kakinya, sembari melihat sekelilingnya. Ada taman dan beraneka macam bunga yang di susun dengan rapih.
"Zira kamu sudah datang." Ucap Fiko yang melihat kedatangan Zira.
Zira kaget melihat Fiko sudah di depannya.
"Eh iya, maaf aku terlambat tadi terjadi kemacetan di pusat kota." Ucap Zira.
"Tidak apa-apa, aku senang kamu mau meluangkan waktumu untuk datang ke sini, mari kita masuk. Acara di adakan di taman belakang." Fiko menjelaskan ke Zira.
Zira menganggukkan kepalanya sambil mengikuti langkah Fiko.
Sembari berjalan menuju taman belakang Fiko melirik ke Zira.
"Zira kamu cantik sekali." Puji Fiko.
"Terima kasih." Ucap Zira.
Zira melihat sekelilingnya di taman belakang sudah banyak anak-anak yang lari ke sana kemari, para orang tua ada yang mengobrol satu sama lain, dan ada yang menikmati hidangan yang disajikan.
Semua tamu undangan memakai pakaian ala ala princess, jadi bisa di bayangkan Zira seperti berada di acara telenovela little Missy. Kalau masih ingat dengan telenovela little Missy berarti kita seangkatan dengan author.
"Wah bagus-bagus banget gaun mereka, pasti mereka sudah mempersiapkan jauh jauh hari." Gumam Zira pelan.
"Wah sempat-sempatnya mereka membawa payung, ada yang memakai topi senget juga." Gumam Zira pelan sambil tertawa kecil.
"Kenapa Zira." Fiko bertanya heran melihat Zira yang tertawa sendiri.
"Enggak kok, aku hanya mengagumi kreativitas mereka, sungguh luar biasa." Puji Zira.
Mereka berdua jalan beriringan menghampiri Naura yang lagi duduk sendiri.
"Halo Naura." Zira menyapa anak kecil itu.
Naura membalikkan badannya mencari yang punya suara.
Naura langsung berdiri melihat kedatangan Zira, dia memeluk wanita itu.
"Tante kamu datang, aku kirain kamu enggak datang." Ucap Naura sedih.
Zira mensejajarkan tinggi badannya dengan Naura, dia mencium anak kecil itu dan memeluknya.
"Maaf sayang tante terlambat tadi macet." Jawab Zira pelan.
"Tante kamu seperti princess sungguhan." Ucap Naura mengagumi kecantikan Zira.
"Tante bukan princess, tante adalah seorang peri, kamulah princess nya." Ucap Zira sambil memegang hidung Naura yang kecil.
"Ini kado buat kamu." Zira memberikan boneka yang di belinya di mall.
"Apa kamu suka." Tanya Zira. Dia khawatir kalau Naura tidak suka dengan pemberiannya, karena menurut Zira pasti seorang anak perempuan menyukai boneka.
"Aku suka tante." Naura menganggukkan kepalanya.
Fiko memperhatikan percakapan antara Zira dan anaknya. Dia merasa ada kenyamanan di hati anaknya dan dirinya.
Kemudian mereka bertiga jalan beriringan menuju acara yang sedang berlangsung, acara di pandu host ternama.
"Anak-anak berlomba untuk meniup balon. Yang menang akan mendapatkan hadiah." Ucap si host.
Setelah melakukan serangkaian acara, waktu yang di tunggu pun tiba.
"Baiklah acara selanjutnya adalah tiup lilin dan potong kue." Ucap si host.
Naura berdiri di depan tempat diletakkannya kue tart yang bergambarkan seorang princess.
"Hello readers maaf jika ada typo, like episode favorit kalian dan komen yang banyak ya, terimakasih."