
"Kenapa apa yang aku kata kan tadi benar?" kata Keyla.
Byurrr!!.
Ziva menyiram wajah Keyla dengan sisa jus yang masih ada di dalam gelas nya.
"Kau!!" kata Keyla menunjuk Ziva dengan tangan kiri nya.
"Ya aku kenapa?" tanya Ziva.
Ziva mulai berjalan mendekat pada Keyla. Keyla sungguh sudah keterlaluan karena sudah berani menghina anak nya. Itu sama saja memita Ziva untuk melakukan hal yang lebih pada nya.
"Kau wanita bayaran berani melakukan ini pada ku??" kata Keyla lagi.
"Ya dan kau tau? apa lagi yang bisa wanita bayaran ini lakukan pada mu?" tanya Ziva sinis.
"Apa aku tidak takut!!" tantang Keyla.
"Kau tau aku tidak masalah bila orang menghina ku. Tapi aku akan merasa bermasalah jika ada orang yang berani menghina orang yang aku sayangi" kata Ziva dengan tegas.
"Lalu apa yang bisa kau lakukan pada ku wanita bayaran?" tanya Keyla sambil melipat kedua tangan nya di dada.
Ziva berjalan semakin mendekat. Dan dengan cepat Ziva menarik kebelakang rambut panjang Keyla.
"Auw kau kasar sekali" teriak Keyla.
"Ya dan aku bisa lebih kasar dari ini bila kau terus saja membuat ku emosi" kata Ziva.
Ziva mendorong tubuh Keyla dan Keyla tersungkur di lantai. Ziva setengah berjongkok dan menatap tajam Keyla.
"Kau tau?. Hidup ku terlalu keras dan aku sudah terbiasa dengan menghadapi keras nya hidup. Dan kalau hanya berhadapan dengan wanita seperti mu aku tidak akan takut!!" kata Ziva.
Keyla bangun dan ia berdiri. Begitu pun dengan Ziva kedua nya saling menatap dengan tajam. Ini sungguh di luar dugaan Keyla. Keyla sempat berpikir kalau Ziva akan memohon ampun pada nya karena sudah berani masuk dalam hidup suaminya. Namun ternyata pikiran nya salah justru Ziva berubah menyadi singa yang siap menerkam nya.
Tapi Keyla tetap lah Keyla wanita keras kepala yang mengutama kan gengsi dan ia tidak akan mau kalah dengan siapa pun apa lagi hanya dengan wanita seperti Ziva yang sudah jelas wanita bayaran. Dan ia tidak akan pernah membiarkan ada orang yang bisa mengalah kan nya apa pun akan ia lakukan asal ia tetap menjadi pemenang.
"Ya karena keras nya hidup mu itu kau mencari kehidupan yang bisa membuat mu menjadi wanita yang hidup dengan harta berlipa tanpa harus menjual diri lagi!" kata Keyla.
"Aku tidak pandai merangkai kata untuk membalas hinaan mu. Karena aku sangat tidak suka bermain-main dengan kata dan menunjukan kehebatan, itu menurut ku sama sekali tidak berguna hanya membuang-buang energi saja" kata Ziva dengan mengerat kan gigi nya ia sedang berusaha meredam kan emosi nya yang mulai memuncak.
Ia sangat takut bila ia meluap kan emosi nya. Dan ia akan berbuat kasar pada Keyla. Sungguh ia tidak padai bila harus adu bicara ia hanya tau tangan yang berbicara. Dan dengan bukti bukan hanya sekedar teriakan yang berkoar-koar tidak berati.
"Lalu kau pandai apa? Oh ya aku lupa kau kan hanya pandai merebut suami orang. Dan anak mu pun akan begitu nanti" kata Keyla mengejek Ziva.
Plak!.
Tangan Ziva kembali melayang di pipi mulus Keyla.
"Bila kau ingin menghina ku silah kan hina aku. Tidak perlu kau menghina anak ku. Dan dia tidak bersalah dan aku tidak akan membiarkan kau menghina anak ku. Atas masalah yang sedang ada di antara kau dan aku!" kata Ziva menegaskan pada Keyla.
"Lalu aku harus apa. Bukan kah yang aku kata kan itu memang benar adanya kau memang merebut suami ku?" tanya Keyla sambil memegang pipi nya yang di tampar Ziva.
"Aku tidak pernah merebut suami mu!" kata Ziva tangan nya menunjuk wajah Keyla
"Lalu kalau bukan merebut apa nama nya?" teriak Keyla.
"Aku di paksa oleh suami mu untuk menikah dengan nya" kata Ziva mengatakan yang sebenar nya.
"Lalu kau pikir aku percaya dengan ucapan wanita murahan seperti mu. Aku di sini korban mu tapi kau juga belagak seolah kau korban di sini?" kata Keyla.
"Ya aku memang korban. Dan suami mu yang membawa paksa aku masuk dalam hidup nya. Aku tidak pernah berusaha masuk kedalam hidup nya tapi aku selalu berusaha keluar dari hidup nya. Tapi kau tau apa? Dia terus nenarik ku masuk lebih jauh dalam hidup nya hingga aku tidak bisa lagi keluar dari hidup nya yang rumit ini" kata Ziva kali ini Ziva tidak akan mau diam saja ia harus tegas agar Keyla tidak selalu menyebut nya wanita bayaran.
"Kalau kau memang tidak mau masuk kedalam kehidupan Vano. Lepas kan dia dan pergi dari hidup nya" kata Keyla.
"Ya tidak masalah. Silahkan kau temui dia saat ini dan katakan pada nya untuk tidak lagi datang pada ku" kata Ziva.
"Ah kau lihat nanti aku akan membuat mu menyesal. Karena sudah berani merusak rumah tangga ku!"
"Aku tegas kan pada mu. Aku tidak pernah merusak rumah tangga mu. Dan bila mas Vano akan kembali pada mu silah kan aku tidak akan memohon pada nya untuk itu" kata Ziva.
"Ah. Kau wanita munapik. Sekarang kau bilang begitu tapi nanti nya kau yang menghasut dia untuk tetap dengan mu" kata Keyla.
"Aku sudah muak melihat wajah mu. Sebaik nya kau pergi dari rumah ku" kata Ziva.
"Kau mengusir ku?"
"Ya. Dan pintu nya di sana" kata Ziva menujuk arah pintu.
"Kau hebat sekali ya berani mengusir ku. Aku yakin rumah ini juga Vano yang membeli nya Dan kau sok berkuasa. Ya-ya aku mengerti kau kan memang wanita yang suka menguasai milik orang lain" kata Keyla.
"Keyla. Kau pilih keluar berjalan dengan ke dua kaki mu dari rumah ku. Atau tangan ku yang akan menyeret mu dengan kasar dari rumah ini!" kata Ziva.
"Oh aku takut" kata Keyla mengejek Ziva sambil mengangkat sebelah alis nya. Karena ia tidak yakin Ziva berani melakukan itu pada nya.
Ziva mulai mendekat pada Keyla. Karena ia melihat Keyla tidak mau pergi dari hadapan nya. Ziva mulai memugang rambut Keyla dan menarik nya keluar dari rumah nya.
"Lepas kan jal**ng sialan. Kau kasar sekali" kata Keyla.
Ziva menghempaskan tubuh Keyla setelah berada di hadapan pintu utama rumah nya. Semua satpan dan pelayan yang menyaksikan itu tidak percaya bila masikan mereka ternyata bisa sekasar itu.
"Pergi dari sini!!!"