
Mohon mengerti beberapa bab kedepan hanya banyak Seli dan Arman, tapi setelah itu nanti akan kembali pada Ziva dan Vano ya dengan 4baby kembar dan Kak Ziezie yang cerewet dan tangisan Vano nantinya.
***
Prusahaan Sejahtra group.
"Arman aku mohon temani aku kedokter ya?" pinta Yuli yang kini sudah berada di kantor Arman sejak pagi tadi.
"Aku lagi sibuk banget ni," Arman yang sedang sibuk merasa terganggu dengan Yuli. Tapi Arman masih menghargai Yuli yang sudah menolongnya dan Yuli juga sakit karena dirinya.
"Arman kau sudah banyak berubah setelah menikah, apa kau tidak merasa berhutang nyawa pada ku, ingat Arman kalau bukan karena aku kau sudah tiada," Yuli semakin kesal dan terpancing emosi.
"Yuli, aku berterima kasih sangat berterima kasih tapi, aku sudah beristri, aku tidak mau istri ku salah paham!" jelas Arman mengatakan ketakutannya.
"Sejak kapan seorang Arman bisa di atur, setahu ku Arman adalah orang yang tidak mau mendengar aturan orang lain, dan apa ia sekarang kau malah kalah dengan istri mu itu?" Yuli tau seberapa keras kepalanya Arman dan ia juga tidak percaya Arman malah menjadi suami yang patuh pada istri.
"Dia istri ku, dan aku takut kehilangannya. Jadi aku mohon kau mengerti Yuli," kata Arman meyakinkan Yuli.
"Kau takut kehilangannya?"
"Iya!"
"Bertahun tahun kita kenal Arman aku sudah mengatakan aku mencintai mu, bahkan aku mempertarukan nyawa ku untuk mu. Tapi apa yang aku dapat? Jangan kan mendapat cinta mu, yang ada sekarang kau malah cuek pada ku dan melupakan apa yang sudah aku berikan pada mu, ingat Arman aku sudah mempertaruhkan nyawa ku demi kau, kau masih hidup sekarang karena aku kau harus ingat itu!"
Yuli mengingatkan Arman dan mengungkit semua yang pernah ia lakukan untuk Arman, Yuli tidak menginginkan harta sebab Yuli juga terlahir dari keluarga berada. Tapi Yuli menginginkan Arman menjadi miliknya selama bertahun-tahun Yuli berharap Arman mencintainya, tapi ternyata justru Yuli mendengar berita bahwa Arman menikahi wanita lain, bahkan tanpa mengundannya di hari pernikahan itu. Arman pun tidak mengatakan apa-apa padanya, Yuli tau Arman menikah dari gosip yang beredar di luar sana. Hati Yuli sungguh sakit mengetahui hal itu.
"Yuli, tolong mengerti. Cinta tidak bisa di paksakan dan aku minta maaf aku tidak mencintai mu," kata Arman dengan nada yang lembut agar Yuli mengerti.
"Kau bisa belajar kan Arman untuk mencintai aku saat seperti dulu kita masih bersekolah," Yuli ingat dulu saat Arman mengatakan cinta padanya, saat itu Yuli tidak menolak hanya saja Yuli tidak di ijinkan berpacaran akhirnya keduanya memutuskan berteman tapi mesra (TTM, di era 2000 an).
"Aku tidak bisa Yuli, aku sudah jatuh hati pada istri ku bahkan saat dia belum mengenal Ku," Arman ingat dulu saat Seli menemui Sandi kekantor ia seringkali diam-diam memperhatikan Seli bahkan ia memotret Seli diam-diam.
"Kenapa Arman? Kenapa dia dengan mudahnya bisa membuat mu jatuh hati, sementara aku sudah berjuang tapi kau tak pernah bisa mencintai aku, hiks, hiks," Yuli menangis di hadapan Arman meluapkan segala kekecewaannya.
Arman diam dan tidak tau lagi harus berbuat apa, ia pun tak tau mengapa bisa jatuh hati pada Seli, gadis pendek, berkulit putih dan cengeng itu bisa dengan mudahnya meracuni otaknya. Padahal Seli tak pernah menebar pesona padanya, bahkan Seli selalu menghina tak jarang juga Seli selalu ketus padanya. Namun tetap saja Arman hanya ingin Seli si gadis cengeng itu yang mengisi hari-harinya.
"Arman jawab aku!" Yuli kesal dengan Arman yang hanya diam saja, Yuli ingin Arman mencintainya seperti dulu lagi.
"Aku juga tidak mengerti Yuli, mungkin dulu aku pernah jatuh hati pada mu tapi tidak seperti saat ini. Bagiku Seli adalah nafas ku Yuli aku tak bisa bila tanpa dia, dia segalanya bagi ku. Aku rela menukar apapun demi dia mau bersama ku, aku mohon kau mengerti," berulang kali Arman mencoba menjelaskan pada Yuli bertapa ia sangat mencintai istrinya, tapi Yuli tak pernah mau mengerti.
"Lalu perhatian mu selama ini apa Arman, kau selalu ada saat aku butuhkan itu apa?"
"Sekali lagi aku katakan aku minta maaf, aku ada untuk mu karena aku merasa berhutang nyawa pada mu."
"Kau berhutang nyawa pada ku?" tanya Yuli.
"Iya."
"Apa kau tak ingin membayar hutang mu itu?" tanya Yuli lagi.
"Iya, dengan apa aku bisa membayarnya?"
"Aku ingin kau menikahi ku, tidak masalah walau menjadi istri kedua, asal kau menikah hi ku. Tidak masalah kau lebih sering bersama Seli asal kau juga mau menjadikan ku istri," kata Yuli dengan tegas.
"Kau jangan gila Yuli, istri ku tidak akan mau di madu," jawab Arman.
"Kau bisa menikahi ku diam-diam tanpa sepengetahuan istri mu!"
"Maaf Yuli, aku terlalu mencintainya aku terlalu takut menyakitinya," jawab Arman dengan tegas.
"Lalu kenapa kau tanya kan tadi bagaimana cara membayar hutang mu itu kalau ternyata kau tidak mampu?" tanya Yuli berteriak di wajah Arman.
"Aku akan menuruti keinginan mu tapi tidak untuk yang satu itu!"
Arman sangat berharap Yuli meminta uang miliyaran rupiah padanya, asal hutang budinya pada Yuli di anggap lunas. Kalau pun Yuli meminta harta yang sudah ia miliki rasanya Arman lebih memilih memberikan itu dari pada melepas istri yang sangat ia cintai.
"Baiklah kalau kau tidak mau menikahi aku, menjadikan aku istri mu juga, berarti kau pun harus bercerai dari nya."
"Yuli jangan menguji aku!"
Arman rasanya sangat kesal berhadapan dengan Yuli, rasanya kesabarannya perlahan menghilang berhadapan dengan Yuli. Arman selama ini menahan agar tak berubah menjadi manusia yang dingin dan tanpa perasaan pada Yuli, namun Yuli terus saja menguji kesabaran itu.
"Kenapa dia bisa memiliki mu sementara aku tidak, aku sudah lama memperjuangkan cinta ku, mana janji mu saat kita masih berseragam abu-abu mana Arman?"
"Itu sudah sangat lama Yuli, bahkan kita pun sudah berpisah beberapa tahun lamanya, dan kau pun sudah pernah bertunanangan dengan pria lain kan?"
*****
KAKAK semuanya kalau bisa author Receh mohon berikan VOTE dan LIKE nya ya, terimakasih.