Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 70


Alisha dan Evelina baru saja pulang dari kantor berwenang, mereka melihat sebentar keadaan Paman Poi dan bibi Mony, dua orang pembunuh orang tua nya. Sulit memang mereka selama ini berpura-pura berbaik hati menjadi wali dan nyata nya ada udang di balik batu...


Verna Amaurin ia juga di dakwa dengan tuduhan yang tidak sedikit, mungkin saat keluar dari penjara ia akan menua. Itu pun kalau keluar..!?


Tuan dan nyonya Jezen pun mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka. Begitu juga dengan Alex, hanya saja Alex mengidap kelainan ia agak seperti orang sinting, karena setiap hari menyebut nama Evelina dengan sangat memilukan.


Beberapa orang yang terlibat dalam perbuatan kotor dan keji mereka selama ini juga sudah di amankan dan mendapatkan pengadilan yang setimpal oleh pihak yang berwenang.


Nyonya Jezen di dalam tahanan mengalami kekecewaan yang besar pada Alex Jezen putera kebanggaan nya, bagaimana bisa Alex membunuh calon anak nya sendiri?


nyonya Jezen memang lah serakah akan kuasa dan harta, tapi untuk membunuh anak sendiri seperti yang Alex lakukan..nyonya Jezen tak mungkin melakukan nya. Nyonya Jezen tak mungkin membunuh anak sendiri.


bagaimana bisa Nyonya Jezen menerima nya jika putera nya adalah pembunuh cucu nya sendiri?


nyonya Jezen tak sengaja melihat Evelina, saat ia keluar sebentar di giring sipir untuk pengobatan penyakit nya yang kumat.


Evelina baru saja selesai melihat paman Poi dan bibi Mony. Alisha sudah keluar lebih dulu..


"Evelina..."panggil nya


Evelina sebetul nya enggan namun akhir nya ia memberi waktu pada wanita tua ini untuk berbicara..


"kau tolong bebaskan aku yang tua dan sakit-sakitan ini.." nyonya Jezen menghiba


"aku tidak bisa nyonya..kesalahan yang kau lakukan melanggar hukum, jadi bukan aku yang berhak atas hukum di negara ini" balas Evelina, ia tersenyum karena merasa nyonya Jezen ini semakin aneh dan ada-ada saja permintaan nya


"kau pasti bisa melakukan nya Evelina" cecar nyonya Jezen


"kenapa kau berfikiran kalau aku pasti bisa melakukan nya, nyonya..?" Evelina heran


"karena aku tau kau perempuan yang sangat cerdas Evelina, kau bisa melakukan segala nya" Nyonya Jezen berkata dengan begitu antusias.


namun saat ia mengatakan nya, ia teringat sering mengatakan Evelina bodoh di belakang nya. Dan Evelina juga di saat yang hampir bersamaan teringat perkataan nyonya Jezen yang selalu membicarakan nya dengan embel-embel "bodoh"


lalu mengapa sekarang sok-sok an bilang Evelina cerdas? Rasa nya Evelina mau tertawa mendengar nya


"maaf nyonya..aku ini tidak cerdas, aku ini bo-doh.., jadi...selamat membusuk di penjara" ujar Evelina menyeringai perlahan lalu melangkah pergi meninggalkan nyonya Jezen yang tegak mematung.


Nyonya Jezen lumayan terbengong, Evelina menyebutkan kata bodoh dengan penuh penekanan. Seakan-akan menyindir nya. Seakan-akan Evelina tau kalau nyonya jezen sering mengejek nya bodoh. Tapi dari mana Evelina tau? Setau nyonya Jezen perkataan bodoh itu selalu nyonya Jezen katakan saat Evelina sedang tak ada kan?




💙💙💙💙💙💙💙


Hampir 7 bulan berlalu, saat ini Eric sedang berada di ruangan nya dengan setangkai mawar yang kelopak nya sudah berhamburan di lantai


"dia mau jadi istri ku..dia tidak mau jadi istri ku...dia mau jadi istri ku...dia tidak mau jadi istri ku..." lirih Eric begitu seterus nya sembari manarik satu-persatu kelopak bunga di tangan nya...


"kamu ngapain sih..?" kata Adrian yang tiba-tiba masuk mengagetkan..


Eric kaget hingga hampir terjatuh dari rebahan nya di sofa..


Adrian geleng-geleng kepala sama kelakuan Eric, kenapa seorang Eric bisa jadi begini? Ia bahkan tak berani melamar Evelina karena takut di tolak.padahal Eric biasa nya tidak begitu.


"lamar aja langsung..." kata Adrian


"aku takut lah, siapa tau Evelina masih trauma sama masalalu nya, aku takut lamaran ku malah membuat nya terbebani" ujar Eric


"kamu coba aja kalo gak percaya. Aku bisa liat kak Evelin itu mau banget sama kamu, dia nunggu kamu aja yang bersuara duluan.." Adrian berkata dengan penuh keyakinan..


"masa' sih.." Eric ragu..


"ayo.." ajak Adrian


"kemana?" tanya Eric


"aku udah punya cincin nya, udah lama aku pesan secara khusus.. " kata Eric mengakui


"nah tunggu apa lagi?" Adrian mencecar nya


"kak Evelina itu kuat, ia harus dapat lelaki yang lebih kuat untuk menjaga nya dan orang itu adalah kamu..." kata Adrian pada Eric



ERIC



ADRIAN


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Keesokan hari nya karena dorongan hati dan dukungan Adrian sang sahabat sejati, akhir nya Eric menemui Evelina..


"lho pagi sekali kamu datang?" Evelina suprise


Eric tersenyum lalu menarik tangan Evelina agar mendekat pada nya...


"Evelina..aku mau melamar kamu" kata Eric langsung, ia memang tidak pandai berlaku romantis apa lagi harus merangkai kata seperti orang-orang...


"hah?" jadi nya Evelina kaget bukan kepalang...


"aku mau kita menikah" kata Eric lagi


Evelina terbengong, ia memang tau Eric orang nya sat set sat set tapi ia tak mengira jika mengajak nikah juga begini sat set nya..!?


orang-orang yang mengajak lawan jenis pergi nonton atau pergi makan saja harus ada basa-basi nya tapi Eric mengajak nikah dengan begitu datar nya tanpa basa-basi


"mau gak?" tanya Eric lagi membuat Evelina kaget dari lamunan nya.


pria ini terlalu sat set tapi jujur saja Evelina suka, Evelina pun akhir nya tersenyum..


"apa kau fikir aku akan menolak tawaran seorang pria yang sudah di takdirkan menjadi belahan jiwa ku.." kata Evelina, ia teringat saat koma Eric menangis untuk nya dan akhir nya ia tersadar dari koma.


Eric tersenyum, ia senang ternyata bukan dia saja yang beranggapan kalau mereka sudah di takdirkan menjadi belahan jiwa sejak kejadian Evelina terbangun dari koma kala itu, ternyata Evelina juga berfikir demikian..


"jadi kau menerima ku?" Eric senang sekali


"kau fikir akan ada wanita yang menolak seorang Eric?" jawab Evelina jujur


"tidak ada..hampir semua wanita menginginkan ku.." Eric menyombongkan diri


"ya baiklah..." Evelina meng-iyakan nya


"tapi.." Eric tersenyum..


"tapi apa?" tanya Evelina


"tapi sayang nya Eric hanya menginginkan satu wanita saja di dunia ini...yaitu Evelina Milley" kata Eric jujur..


Evelina tertawa, itu terdengar seperti gombalan namun terlalu sangat datar..


Eric memasangkan cincin di jari manis Evelina dan itu sangat pas sekali..


"kau mempersiapkan untuk pria juga" tanya Evelina takjub saat melihat ternyata cincin nya ada sepasang.


tanpa ragu Eric mengulurkan jari nya untuk di pasangkan cincin pria oleh Evelina. Ia bahagia sekali..


Eric membawa Evelina ke dalam pelukan nya dan memberikan kec-upan lembut di kening Evelina.