Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 21


"sayang..aku udah nggak tahan mau pulang sekarang, kangen rumah" rengek Evelina,padahal biasa nya ia tak begini. Alex agak merasa lain juga, kenapa istri nya yang selalu formal malah mendadak manja begini


"belum bisa, sayang. Besok baru pulang" sahut Alex


"oke..ya udah. Tapi malam ini kamu temani aku tidur di sini.." pinta Evelina


Alex mau tak mau harus menyanggupi..


"baik lah..." jawab Alex


Verna yang mendengar nya langsung cepat-cepat menimpali


"iya, malam ini aku dan Alex akan menemani mu di sini" tawar Verna yang sebetul nya ini hanya alasan karena ia nggak rela Alex dua-duaan sama Evelina.


jika itu dulu maka yang terjadi adalah Evelina akan mengajak Verna ikut serta dan pasti nya saat Evelina tidur mereka akan colak colek, selingkuh tipis-tipis di sini.


namun semua telah berbeda sekarang


"maaf ya Verna, malam ini aku hanya ingin bersama Alex. Aku mau bersama suami ku saja..keberadaan mu pasti sangat mengganggu" kata Evelina dengan sok polos nya, ia sengaja.


Alex kaget juga dengan sikap Evelina terlebih-lebih Verna. Evelina berubah drastis, malah Verna merasa kalau ini sama sekali bukan lah cara Evelina bersikap biasa nya.


Alisha yang ada di antara mereka menyaksikan tersenyum dalam diam, akhir nya Evelina sang kakak bisa bersikap seharus nya pada Verna sang sahabat yang tak tau diri itu.


Verna pun jadi nya tak tau harus menjawab apa...


"maksud nya, aku di usir begitu?" nada Verna seperti ada rasa protes dan tak suka


namun kali ini Alisha yang menjawab


"bukan di usir nona Verna, bukan kah kita sudah sama dewasa? Tau cara menggunakan otak untuk berfikir bukan? Masa' iya kamu mau ngintilin mereka yang pasangan suami istri? Kamu gak capek apa, gak ada kerjaan lain? Apa kamu nggak risih berada di antara pasangan suami istri yang mau kangen-kangenan? aku yang adik nya kak Velin aja ogah di sini, apalagi kamu yang hanya sekretaris Alex.." kata Alisha seraya menggamit tas nya dan bersiap pergi


Verna merasa kena skakmat oleh perkataan Alisha tapi ia tak bisa membalas nya karena situasi nya tidak cocok


"aku ini Sahabat kakak mu, Lisha" Verna menjawab dengan intonasi agak kesal.


"oh.." Alisha hanya ber-oh, seakan menganggap remeh jawaban Verna, dalam artian oh sahabat? Aku adik kandung aja gak repot-repot amat tuh.


jadi nya saat Verna mendengar jawab oh nya Alisha, wajah Verna langsung berubah menggelap dan jelek.


Alisha yang melihat Evelina bersikap awal nya mengira ini hanya lah kebucinan Evelina dan Alex seperti yang sudah-sudah, tapi Alisha merasa ini terlihat lebih berbeda. Alisha kenal kakak nya sejak Alisha lahir ke dunia, di tubuh mereka mengalir darah yang sama jadi tidak ada alasan untuk Alisha tak tau kalau Evelina kakak nya itu saat ini sedang bermain-main dengam Alex dan Verna. Jadi nya Alisha merasa tak ada yang perlu di kuatirkan dengan kondisi Evelina yang seperti saat ini.


"kak, aku balik dulu. Sampai jumpa besok. istirahat lah" kata Alisha seraya bersiap melenggang keluar


"oke Lisha, kau pulang lah. Aku tau kau capek beberapa hari ini menjaga ku sampai kerjaan mu banyak yang terhambat, jadi sekarang kau harus istirahat dengan baik dan bekerja lah dengan benar" kata Evelina saat Alisha baru akan mencapai pintu keluar.


Alisha yang baru akan mendorong pintu sedikit kaget juga, dari mana Evelina tau kalau ia menjaga setiap hari sampai pekerjaan nya terbengkalai. Bukan kah selama ini Evelina koma? Dari mana Evelina tau sedang kan Alisha bahkan belum menceritakan hal itu sama sekali.


"biar kakak ipar mu ini saja yang menjaga ku, ia bahkan tak pernah menjaga ku sekalipun selama aku koma" kata Evelina blak-blakan memaksud kan Alex


Alisha,Alex dan Verna tersentak bersamaan. Alisha jadi nya tak mendorong pintu ia malah menoleh lagi ke arah Evelina.


awal nya Alex dan Verna berfikir kalau Alisha yang mengadu tapi setelah mereka melihat ekspresi Alisha, mereka pun jadi ragu. Jelas sekali semua ini tak ada hubungan dengan Alisha.


"baiklah kak aku pulang dulu" kata Alisha lagi


"hati-hati" balas Evelina


Alisha tersenyum dan segera mendorong pintu dan keluar dari ruangan rawat Evelina tersebut.



Sepeninggalan Alisha, Alex menatap Evelina heran. Ini Evelina apa bukan? Mengapa ia bahkan tau Alex tak menjaga nya selama koma. Apakah yang ada di dalam Evelina ini adalah sesosok Cenayang??? Alex jadi merinding..


"sayang maaf ya bukan nya aku tak menjaga mu tapi kau tau sendiri kan saat kau tak ada waktu ku lebih banyak tersita, pekerjaan ku pun lebih sibuk dari sebelum nya" Alex berusaha membela diri nya sekarang, takut Evelina marah karena dia sama sekali tak menjaga selama Evelina koma. Bagi Alex dari mana pun Evelina tau cerita ini, tetap saja Alex harus membela diri dulu dengan alasan yang akurat sebelum permasalahan menjadi runyam nanti nya.


"tidak apa-apa.." jawab evelina seraya mengalungkan kedua tangan nya di leher Alex dan kemudian Evelina melirik jahil pada Verna


"Verna.." panggil Evelina


"..ya" jawab Verna cepat


"kau masih di sana..?" tanya Evelina sinis


"aku.." Verna tergagap dan salah tingkah


"keluar lah, kau mengganggu kami" kata Evelina judes.


lagi-lagi Alex dan Verna kaget dengan sikap Evelina saat ini. Evelina biasa nya sangat hati-hati saat berbicara dengan Verna sahabat nya ini.


"ba-baik lah..." dengan terbata Verna menjawab lalu berbalik dengan berat hati keluar dari ruangan tersebut.


setelah Verna keluar, Evelina tersenyum dingin dalam diam nya. Selama ini Verna begitu di hargai oleh Evelina tapi Verna si wanita siluman itu lupa diri dengan posisi nya dan malah menusuk nya jadi sekarang Evelina harus menegaskan kembali posisi Verna itu apa dan siapa? Jangan sampai Verna terus-terusan menjadi sok dan tak tau diri. Evelina akan membuat Verna kembali berkaca agar sadar diri !!


Verna di luar begitu kesal menatap daun pintu dan dia melangkah pergi dengan penuh amarah.


"sayang, kau istirahat lah...aku sudah mengantuk dan ingin tidur, tak sabar lagi ingin pulang ke rumah besok" kata Evelina seraya menampilkan raut wajah malas-malasan


"baik lah sayang...tidur lah" jawab Alex seraya menyelimuti Evelina.


Alex segera melangkah ke sudut ruangan tempat sofa panjang berada, setelah melepaskan sepatu ia pun segera merebahkan diri nya nya di sofa.


ponsel Alex bergetar beberapa kali, itu adalah pesan dari Verna yang memarahi Alex dan mengutuk Evelina habis-habisan.


Alex pun membalas nya singkat


(✉️ besok saja kita bicarakan lagi...) balas Alex kemudian Alex me-nonaktifkan ponsel nya,Alhasil Verna ngamuk-ngamuk sendiri di apartemen nya.


Evelina yang tidur membelakangi Alex, ternyata Evelina sama sekali tidak tidur. diam-diam mata Evelina terbuka dengan tatapan tajam dan raut wajah nya menampilkan senyum yang sangat dingin dan menyeramkan.