
Baru saja Verna akan merespon apa yang Evelina lakukan pada nya.., tau-tau dua orang petugas datang menghampiri Verna, tenyata Evelina yang membawa nya.
tanpa basa-basi dua petugas itu langsung memborgol kedua tangan Verna
"apa-apa ini lepaskan tangan ku !!!" teriak Verna
Evelina mendekat pada Verna dan berkata dengan menyeringai.. "ini untuk bayi ku yang kau bunuh.." lirih nya..
Verna tentu saja kaget bukan main..
"silahkan pertanggungjawabkan satu persatu perbuatan mu di pengadilan..." senyum Evelina dengan penuh ejekan
"tidak!! aku tidak bersalah..!!! gila kamu Evelina..kamu tidak waraaaassss!!!" pekik Verna saat tubuh nya di seret paksa oleh para petugas yang berwenang.
Evelina dengan santai nya hanya berpose dadah pada Verna yang makin menjauh di seret petugas.
sampai akhir nya suara teriakan Verna menghilang bersama mobil sirine milik petugas.
"jadi aku sungguh-sungguh pria mu..?" goda Eric pada Evelina
"apakah kau bersedia..?" Evelina tak mau kalah..
"ehem..ehem.." Adrian pura-pura batuk menggoda dua orang ini..
Eric dan Evelina hanya tersenyum akhir nya.
💙💙💙💙💙💙💙
nyonya Jezen dan Tuan Jezen hanya bisa pasrah saat beberapa petugas datang membawa mereka dan juga Alex putera kesayangan nya. Bagaimana pun mereka semua terlibat dalam kasus kekerasan dan segala perbuatan keji yang terencana sebelum nya juga.
Pembunuhan demi pembunuhan berencana yang kerap kali terjadi pada Evelina itu juga sudah tentu melibat kan mereka sejak di awal.
namun saat di kantor petugas dan melakukan interogasi satu hal yang mengejutkan nyonya Jezen. yaitu satu tuduhan yang sangat mengejutkan dan membuat nyonya Jezen shock bukan kepalang lagi.
satu kasus yang baru nyonya Jezen ketahui adalah Alex dan Verna yang sengaja membunuh anak di dalam kandungan Evelina..!!!
Nyonya Jezen sangat kaget Alex yang membunuh anak nya sendiri karena hasutan dan intruksi dari Verna Amaurin sang selingkuhan.
Selama ini nyonya Jezen mengira bahwa Evelina lah tak bisa menjaga kandungan nya dengan baik. dalam beberapa tahun terakhir nyonya Jezen lebih sering mengutuk Evelina karena menganggap Evelina tak becus mengandung dan lebih mementingkan kerjaan ketimbang menjaga calon cucu nya dengan baik. Nyonya Jezen selalu menge-cap Evelina sebagai menantu serakah akan kuasa sampai membuat calon cucu nya mati karena kurang perhatian. Karena sejak dulu nyonya Jezen berharap serah kuasa di berikan pada Alex saja ketimbang Evelina yang memegang nya. Hanya saja Nyonya Jezen ini tak tau kalau serah kuasa tak bisa sembarang di alihkan begitu saja. prosedur harus sangat panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
"Bagaimana dengan penjahat yang melenyapkan nyawa kedua orang tua mu..?" tanya Eric hari itu saat ia sedang bersama Evelina.
Evelina tentu tau ini tentang Paman Poi dan Bibi Mony saudara papa nya. mereka dua orang jahat itu memang harus di adili.
Mereka membunuh saudara sendiri demi harta, apakah mereka masih pantas di sebut orang baik?
"kasus ini sudah sangat lama, apa mungkin kita bisa membuka nya kembali dan mencari bukti yang akurat?" tanya Evelina pada Eric dengan tatapan yang serius...
Eric menatap Evelina lumayan lama...
"kau mau aku mengatasi mereka? " tanya nya kemudian..
kali ini Evelina balas menatap Eric..ia sejenak memikirkan gagasan Eric...
"biarkan pangeran tampan mu ini yang bergerak sekarang..bagaimana?" usul Eric
Evelina tentu tersenyum dengan senang...
"baiklah...ku percayakan hal ini pada Tuan Eric.." senyum Evelina..
Eric tersenyum, lalu menepuk bahu nya agar Evelina mau bersandar di sana..
"ayo sini..., bukan kah kau bilang kelelahan?" tawar Eric...
Evelina tersenyum dan langsung menyandarkan kepala nya di bahu Eric lalu Evelina memejam kan kedua mata nya dengan sangat tenang..
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Evelina hampir menyelesaikan kepengurusan kantor cabang nya untuk merekrut para karyawan yang dulu nya bernaung di bawah Jezen group.
sekarang semua nya akan bisa berjalan satu minggu ke depan.
"Amora, aku butuh bantuan.." kata Evelina siang itu di Milley group
"aku akan membantu mengurus yang tersisa miss" respon Amora cepat
"aku membutuhkan satu kubu dari luar yang kuat namun masih ada ikatan dengan Milley,tapi di mana aku mencari nya" Evelina mulai berfikir.
"apa yang bisa aku lakukan Miss?" tanya Amora lebih detail ia langsung menghampiri Evelina lebih dekat lagi.
"untuk pengalihan seluruh karyawan dari perusahaan Jezen aku membutuhkan satu pihak lagi yang terkuat di sisi ku untuk mengendalikan nya.." Evelina berfikir dan mencari-cari kira-kira siapa, apa dan di mana?
Eric sudah mengambil peran penting nya sebagai keluarga Maliqwe dan itu memang sudah sangat kuat, dan andai saja Evelina punya sekutu lain yang memiliki hubungan darah maka ke depan nya ia makin akan kuat tak tertandingi.
Amora mendatangi Mister Moldan Silalahy, sang orang kepercayaan papa Evelina sejak dulu kala,dan ia punya jalan keluar nya...
"Miss..Mister Moldan ingin berbicara pada anda.." kata Amora.
"ini tentang kubu besar yang anda cari.." kata Amora lagi, Evelina langsung berbinar...
tak lama Evelina langsung menemui Mister Moldan silalahy..
"Evelina.." kata Mister Moldan
"ya Mister..." jawab Evelina sopan, orang ini sudah seperti paman yang sebenar nya bagi Evelina.
"tentang hal yang kau fikirkan untuk memperkuat akar kekuasan mu..." ujar Mister Moldan
Evelina tak sabar menunggu nya.
"kau tau keluarga Kamran dari kota B di negara tetangga?" tanya Mister Moldan
Evelina mengingat nya, ia pernah mendengar nya sesekali dulu saat mendiang ayah nya masih ada. "Kakek Kamran dan kakek mu itu masih saudara, hanya saja sudah lama tak berjumpa terputus karena sudah makin banyak nya keturunan.." cerita Mister Moldan yang sudah tentu tau banyak tentang silsilah keluarga Milley sebelum nya...
"Tuan Henra Kamran adalah sepupu nya mendiang papa mu Zakly Milley..kau harus menghubungi anak dari Tuan Henra nama nya Irene Kinandita Kamran.." saran Mister Moldan
"Mister bagaimana kau mengenal mereka, aku bahkan tak mengenal mereka..".lirih Evelina.
"aku harus selalu tau tentang mereka, karena papa mu sudah meng-amanat kan pada ku" jawab Mister Moldan
"aku akan menyuruh Jesika menghubungi suami Irene dari PM group, karena mereka lebih mudah di hubungi ketimbang keluarga Kamran. Keluarga Kamran lebih tidak pernah terpublish ke permukaan." Mister Moldan menjelaskan.
Mister Moldan memberikan nomor kontak dari P.M group pada Jesika sekretaris Evelina. Ini adalah deretan Nomor yang bisa mereka hubungi. Menantu keluarga Kamran itu adalah dari keluarga Permana..
siapa lagi kalau bukan Ervin Farel Permana..