Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 34


Evelina pergi ke luar sementara Alex sibuk menyapa tamu di dalam. namun saat Evelina baru saja keluar dari pintu, Ia mendengar seseorang memanggil nya, suara berat pria


"Nona Evelina.." kata suara itu..


Evelina sontak menoleh ke samping tampak sosok Eric bersandar di tembok samping pintu keluar dengan santai nya..


"Tuan Eric..!?" Evelina suprise..sejak kapan pria ini berada di luar..


Eric tersenyum dan melangkah menghampiri Evelina. tanpa berkata apa pun ia membungkuk kemudian meraih tangan Evelina dan menge-cup nya dengan elegant bak seorang pangeran kepada sang puteri..


"aku sudah datang" kata Eric kemudian


Evelina takjub, apa yang Eric ingin kan..?


"bukan kah kau ingin menuntut balas?" tanya Eric penuh arti.


Evelina membulat kan kedua bola mata indah nya


"Eric...ternyata memang kau" senyum Evelina, ia senang ternyata ini memang Eric patner nya.


"ya..Evelina. ini aku..Eric" jawab Eric dengan senyuman menawan nya.


"ayo...aku sudah siap. aku akan membantu mu membalas kan segala sakit yang telah mereka lakukan pada mu.." kata Eric mantap..


💙💙💙💙💙


Malam hari nya setelah acara usai, Alex memilih bermalam di tempat Verna. Bagaimana pun ia harus membujuk kekasih gelap nya ini setelah peristiwa tadi.


Verna senang dan mengajak nya bercumbu, setiap kali Alex bersama nya ia selalu merasa menang dari Evelina.


tapi jujur saja kali ini Alex mulai tidak fokus. Walau pun ia bersama Verna sekarang tapi di dalam otak nya kepikiran Evelina.


Alex akui ia selama ini memang tergila-gila pada Verna tapi saat Evelina mulai mengabaikan nya ia menjadi ketakutan dan kalang-kabut


"Alex...apa yang kau fikirkan?" tanya Verna sendu seraya mengalungkan kedua tangan nya di leher Alex.


"tidak ada.." jawab Alex


"apa kau memikirkan istri bodoh mu itu" kesal Verna mulai cemburu buta


"tidak" bohong Alex


Verna tersenyum dan mengelus wajah Alex mesra...


"benar kau tak memikirkan nya?" Verna sanksi


"aku hanya kefikiran, karena tadi sempat melihat nya dengan paman Eric" kata Alex akhirnya karena memang ia bertanya-tanya apa yang di lakukan Evelina dan Eric tadi? mereka membahas apa? apalagi Eric berkata aneh pada Alex setelah nya..


Verna saat mendengar Evelina bersama paman Eric, ia pun langsung berasumsi dengan merendahkan Evelina


"Alex,, kau tau kan sayang..kalau paman mu Eric adalah orang yang sangat hebat dan menawan. Semua wanita pasti tak bisa menahan pesona nya termasuk Evelina. Aku yakin tadi Evelina pasti berusaha mendekati paman Eric.." kata Verna mengada-ada


"begitukah?" Alex mencoba percaya


"tentu saja, aku yakin tadi Evelina mencoba merayu paman Eric" Verna memfitnah Evelina, padahal jelas-jelas tadi justru Verna sendiri lah mencoba tebar pesona kepada Eric di tempat acara tapi nyata nya ia harus merasa malu sendiri karena aksi nya sama sekali tidak di gubris oleh Eric sedikit pun.


Alex memikirkan perkataan Eric yang memuji Evelina, apa benar Evelina yang merayu? Atau malah sebalik nya, paman Eric yang merayu Evelina. Alex makin tak mengerti.


"tadi kau bilang semua wanita terpesona pada paman Eric, apakah kau juga termasuk?" Alex bertanya pada Verna dengan rasa cemburu


"benarkah?" selidik Alex


"aku berbeda, aku tak sama dengan wanita lain, aku setia pada mu sayang...bagi ku kau lebih menawan berkali-kali lipat dari paman Eric..." kata Verna merayu Alex, jelas sekali ini bohong


karena tak ingin di curigai lagi, Verna pun mulai meraba area sensitif Alex hingga pria ini mulai terang-sang dan selanjut nya langsung menyerang Verna dengan buas dan ganas...


Alex dan Verna bermain panas malam ini, mereka melakukan hubungan badan sampai berkali-kali hingga puas seperti biasa...


"Alex aku sudah bosan meminum pil anti hamil, aku ingin segera mengandung anak mu" Verna memeluk Alex dengan manja.


"sabar lah sayang...nanti kita susun rencana baru lagi untuk menyingkirkan Evelina dan membuat mu menjadi Nyonya besar" rayu Alex seraya terus menghimpit tubuh buu-gil Verna dan merremas-remas gundukan kenyal milik verna yang membusung padat dan sangat menggoda.


"aku heran, mengapa akhir-akhir ini Evelina selalu berlaku tak baik pada ku, bukan nya kami adalah sahabat dan kami biasa nya selalu akrab" kata Verna dengan tak tau diri, ia memprotes sikap Evelina pada nya tapi ia tidak intropeksi sikap nya selama ini di belakang Evelina.


"dia menyirami gaun ku dengan kejam di pesta tadi" gerutu Verna kesal.


Menurut othor memang tak tau diri sih Verna ini, sudah jelas ia yang duluan tapi pas di balas eeeh malah ngamuk-ngamuk..! ia mencubit tapi tak mau di cubit, sangat aneh !!!


"coba kau ingat-ingat apa kau melakukan kesalahan yang menyinggung nya?" tanya Alex


"bukan kah dia tidak tau bagaimana aku di belakang nya, selama ini aku kan di depan nya selalu baik Alex..! Dia tidak mungkin mengetahui apa saja yang ku lakukan di belakang nya kan!?" Verna merasa sanksi juga


"tidak mungkin, kalau dia tahu..dia pasti sudah menuntut kita ke pihak yang berwenang" kata Alex santai


"iya benar juga" Verna membenar kan Alex, jika memang Evelina sudah banyak tau tentang kejahatan Verna dan Alex, ia pasti tak akan membiarkan Verna berada di posisi sekretaris ini sampai sekarang.


"mungkin efek koma dan benturan itu masih ada, soal nya dia juga kadang tak mau satu kamar dengan ku dan sifat nya terkadang aneh. Mungkin dia juga melupakan masa-masa persahabatan dengan mu, kau harus mencoba mendekati nya lagi" saran Alex


"iya mungkin juga" Verna merasa ini masuk akal


"Verna sayang..,kau harus bisa mendekati Evelina lagi, kita harus mengistimewakan nya dalam masa sekarang, jadi kau harus mengerti kalau aku sering berada di pihak nya. Kita harus melunak kan hati nya dan mengembalikan Evelina yang seperti dulu, karena dengan Evelina yang sekarang kita akan sulit bergerak, ia yang sekarang terlalu mengerikan" papar Alex dengan rencana nya


"iya juga..aku harus mendekati nya lagi" Verna tersenyum..


di benak nya telah terukir satu rencana untuk melenyap kan Verna secara perlahan tapi pasti.


"aku punya satu rencana..." bisik Verna.


"apa itu.." Alex penasaran


Verna pun berkata sambil berbisik, rencana yang sangat licik..


"boleh juga..lakukan sesuka mu" Alex tersenyum senang...


"kau siapkan saja uang nya sayang, karena itu tidak murah. racun ini sangat susah di buat, uang siap maka aku kan mengurus nya.." kata Verna


Verna ingin membuat racun super, yang tak bewarna,tak berasa juga tak berbau.racun yang sangat jernih seperti air.


dulu ia pernah membayar orang untuk meracik racun serupa tapi untuk penggugur kandungan, itu pun sangat mahal apalagi ia harus membayar uang tutup mulut juga.


racun yang sekarang lebih mahal dan berbahaya. Evelina berencana ingin melumpuhkan dan merusak organ Evelina sedikit demi sedikit lalu mati. Jika dengan secara langsung Evelina terus selamat, maka Verna akan melakukan dengan perlahan seperti ia melenyapkan anak Evelina.


Verna ingin melakukan cara ini karena terbukti anak Evelina benar-benar mati di dalam kandungan saat itu, dan benar-benar tidak tertolong.


Sekarang Verna ingin membuat Evelina juga menjadi tidak tertolong lagi.. "kita lihat apa kah sekarang kau masih bisa lolos Evelina?" seringai Verna dengan mengerikan.