
Setelah Alex merasa apa yang ia lakukan tidak cukup membuat Evelina merasa tersanjung, Alex mulai merasa makin penasaran dan bertingkah aneh. Ia menjadi kurang kerjaan..
Alex malah sering mengintai dan menguntit Verna.bagaimana pun ia harus mendapat kan lima puluh persen kejayaan Jezen group kembali. Ia harus mendapatkan semua yang telah di tarik oleh Evelina apa pun cara nya meskipun ia harus berlutut di hadapan Evelina sekalipun.
Tuan Jezen sudah menghubungi keluarga Maliqwe untuk meminta bantuan tapi tidak ada jawaban, karena Eric sudah berperan lebih dulu dalam hal ini, namun Tuan Jezen tak menyadari nya sama sekali.
keluarga Jezen benar-benar sudah kehabisan akal, hari ini lagi-lagi Eric mengintai Evelina seperti orang kurang waras di dalam mobil nya.
"Alex bawa dia ke hadapan kami, biar dia tau bagaimana keluarga kita mengatasi nya" titah Tuan Jezen hari itu di telepon pada Alex
Nyonya Jezen memikirkan Evelina saja dia rasa nya mau marah besar "berani sekali Evelina itu bermain-main dengan keluarga Jezen..!?" katanya seraya Menggertakkan gigi..
Sementara itu Verna yang makin merasa tersisihkan belum lama ini melihat Alex menemui Keranny, ia yang merasa cemburu jadi nya berniat mendatangi dan melabrak Keranny.
padahal sudah jelas saat terakhir kali Alex yang datang menemui Keranny karena ingin berbicara, sejak dulu Alex selalu nyaman dengan Keranny namun Keranny bertindak biasa saja sebagai teman, ia sama sekali tak ada istimewa lagi menghadapi Alex.
Saat Verna melihat mereka berdua hari itu, ia mengira dua orang sengaja janjian dan pergi berdua, dan itu membuat nya marah dan kesal juga cemburu buta. ternyata ia benar-benar kecolongan, bisa-bisa nya mengawasi Evelina ternyata malah Keranny adalah saingan nya untuk memperebutkan Alex
"Psikolog murahan itu...dia gak tau siapa aku..? Akan ku tunjukkan pada nya...agar dia sadar kalau saat ini ia sedang berhadapan dengan siapa..!?" gumam Verna di depan cermin dengan seringai nya yang mengerikan..
Di hari berikut nya Verna sengaja mendatangi Keranny saat psikolog cantik ini sedang berada di toko jam tangan.
"jam tangan di sini sangat mahal..aku tak yakin kau mampu membeli nya" kata Verna saat ia sudah berada di sisi Keranny
Keranny segera melihat ke arah siapa yang berbicara pada nya saat ini, dan tentu saja ia tahu siapa wanita ini.
sekretaris Alex yang tak lain adalah selingkuhan Alex, dan entah mengapa setiap Keranny melihat wanita pelakor, ia sama seperti melihat wanita pelakor selingkuhan ayah nya di masa lalu..,sangat benci dan muak.
Keranny malas mengindahkan perkataan Verna, ia malah langsung pergi setelah pelayan toko selesai membungkus pesanan nya.
Verna yang kesal karena di abaikan menatap punggung Keranny dengan perasaan yang kesal.. "kurang ajar berani nya dia tak melihat ku" gumam Verna seraya menggertakkan gigi-gigi nya..
Saat Keranny sampai di parkiran dan hendak menuju mobil nya ia malah di susul Verna
"hei..kamu Keranny kan.." kata Verna tiba-tiba yang sudah muncul di sisi nya
"ada perlu apa?" tanya Keranny menghentikan langkah nya
"ternyata benar, kamu si psikolog murahan itu" cibir Verna
Keranny merasa tak ada percakapan yang penting jadi nya memilih melanjut kan langkah kaki nya kembali
"aku belum selesai.." Verna mencekal tangan Keranny
"kamu mantan pacar Alex, tak ku sangka selera Alex dulu nya sangat buruk..." Verna menghina Keranny.
dasar si Verna memang busuk hati dan dengki, sudah jelas Keranny sangat cantik tapi ia mengatai selera Alex sangat buruk.
"katakan saja apa mau mu?" kata Keranny to the point, ia memang tak suka banyak basa-basi, Keranny lebih suka ke inti nya.
Verna tersenyum sinis dan penuh cibiran..
"aku mau tanya, apa gaji mu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mu? Sampai kau harus merayu calon suami ku? Alex memang mantan pacar mu, tapi kau harus ingat dia hanya mantan pacar mu, kalian hanya masa lalu" Verna mulai menyerang Keranny
"bilang saja kau hanya mau uang nya Alex kan?" tuding Verna lago..
"nona,aku tidak tertarik dengan pembahasan ini" jawab Keranny ketus, hoh tentang Alex toh? Keranny sama sekali tak ada waktu mengurusi nya, lagi pula ia sama sekali tak ada minat dengan Alex dan keluarga nya yang sangat gila hormat dan kuasa itu
"dasar perempuan munafik.." Verna mendelik dengan tatapan penuh hinaan ke arah Keranny
Keranny malas menjawab nya, munafik? Entah si Verna ini sedang membicarakan siapa? Bicara tentang orang lain atau kah justru diri nya sendiri lah yang munafik itu...
"kamu masih suka kan sama Alex???" cecar Verna
"kamu harus sadar diri,kamu di banding kan dengan Evelina mantan istri Alex saja tak ada apa-apa nya malah mau bersaing dengan ku..asal kau tau..Alex bahkan rela meninggalkan Evelina demi aku? Kau jangan terlalu banyak berharap dengan Alex.." Verna terus berkata dengan sinis..
Keranny terus diam saja mendengar nya
"dengar...inti nya kau dan Evelina itu tak ada satu ujung kuku pun jika di banding kan dengan aku... Verna Amaurin.." cibir Verna setengah berbisik
"aku..Verna Amaurin tak mungkin kalah dengan wanita-wanita seperti kalian.." kata Verna lagi
"lalu..?" sahut Keranny singkat mempertanyakan pada Verna inti dari pernyataan demi pernyataan ini..
Verna yang merasa Keranny tak terpancing merasa kesal dan ia kembali mengorek-ngorek kelemahan Verna
"oh iya aku sangat dekat dengan nyonya jezen, dia sangat menginginkan aku sebagai menantu nya, aku pernah di kasih tau oleh nyonya jezen..kau tak di terima di keluarga jezen karena kau anak dari keluarga brokenhome kan? Kasihan sekali, orangtua mu bahkan tak bisa menjaga pasangan masing-masing..." kata verna terkikik
dalam hal ini Verna merasa beruntung karena kedua orang tua nya masih lengkap dan memiliki titel yang bagus di dalam masyarakat. kedua orangtua nya tergabung dalam anggota parlemen.orang tua nya menjalani hidup seperti biasa orang sewajar nya.namun Verna mengaku pada keluarga jezen kalau kakek nenek nya adalah keturunan Bangsawan dan tentu nya darah ningrat masih mengalir di tubuh nya, dan itu makin membuat Nyonya Jezen menyukai latar belakang Verna Amaurin ini.
Ia sangat piawai membuat foto-foto palsu dan melakukan panggilan video dengan orang bayaran saat ingin mengelabui Tuan dan nyonya Jezen. tak ada yang menyadari nya selama ini.karena Verna selalu mengatakan kalau keluarga nya berada di luar negara.
Keranny yang mendengar Verna menghina kedua orang tua nya sebetul nya merasa panas juga..
"nona Verna..apa kedua orangtua mu tak pernah mengajari mu berbicara baik dan sopan santun pada orang lain...?apa kau tak di ajari bahwa kau tak boleh menghina ortu orang lain" tanya Keranny datar tanpa tekanan.