Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 32


Evelina tampil dengan sangat memukau malam ini, Alisha yang merancang khusus gaun untuk nya. banyak yang memuji perbedaan penampilan Evelina dari sebelum nya. Kalau dulu ia terkesan selalu tampil formal, sekarang Evelina nampak lebih glamor namun tetap terlihat elegant. Alex bahkan sejak tadi terpesona pada penampilan Evelina malam ini.


Verna yang mengira ia akan selalu unggul seperti biasa maka malam ini ia benar-benar terkalahkan. Verna sangat kesal apalagi sedari tadi Alex terlihat tak berpaling dari Evelina hingga membuat Verna naik darah di buat nya.


melihat Evelina lebih cantik juga ia sudah merasa kalah, apalagi perhatian Alex juga jadi teralihkan seperti ini, Verna malam ini benar-benar merasa terkalah kan oleh Evelina.


Tuan Jezen juga malam ini lebih bersemangat di banding acara-acara sebelum nya, ada apa rupa nya? orang-orang di sekitar nya pun menjadi sangat penasaran dengan tamu agung yang Tuan Jezen katakan.


"malam ini saudara ku yang paling bungsu akan hadir di sini.." Tuan Jezen menggempor-gempor kan dengan sangat bangga


semua orang yang hadir terpana dengan sangat takjub, Karena selama ini mereka belum pernah melihat saudara Tuan Jezen yang lain nya tampil di tempat Tuan Jezen seperti sekarang ini. Padahal semua orang sangat berharap bisa melihat putera-putera Tuan besar Maliqwe yang sangat hebat dengan nama yang menggemparkan dunia. namun itu adalah kesempatan yang sangat jarang di dapat dan sangat teramat langka. Jadi jika malam ini salah satu putera Maliqwe muncul di sini mereka semua yang hadir akan sangat bersemangat juga menantikan Eric Lamount Maliqwe yang sangat hebat nan terkenal itu.


Evelina juga penasaran, ia juga tak pernah tau dengan saudara-saudara Tuan Jezen karena memang putera Maliqwe yang lain tak pernah berbaur dengan Tuan Jezen. mungkin Tuan Jezen tak pernah di anggap saudara, jadi hal yang wajar kalau Evelina sama sekali tak mengenali dari ke-semua paman suami nya itu.



Saat sebuah mobil mewah berhenti di depan hotel tempat acara sedang berlangsung, sesosok pria menawan muncul begitu mempesona. ia masuk ke pintu utama dan mencuri perhatian semua orang. ya dia adalah Eric Lamount Maliqwe.


Eric melangkah dengan elegant dan begitu mencengangkan tamu yang hadir, ia terlihat kharismatik dan agung bagaikan sesosok dewa tampan. di samping nya asisten Khusus yang di siapkan Adrian tampak melangkah di samping nya dengan patuh. Dua orang bodyguard berpakaian rapi mengikuti nya dan baru berhenti saat ia sudah di hampiri oleh Tuan Jezen.


Tuan dan Nyonya Jezen menyambut nya dengan sangat ramah. Eric hanya merespon se-ada nya saja, karena tujuan nya kemari adalah...Evelina Milley !!!


Alex langsung menghampiri Eric dengan menggandeng Evelina di sisi nya. Eric sudah menatap Evelina dari jauh, Eric tak mengalihkan pandangan nya sedikit pun sampai Evelina berada di depan nya sekarang.


Evelina juga sama, sejak Eric datang ia tak bisa mengalihkan pandangan nya sedikit pun, bukan karena apa...tapi karena pria ini sangat mirip dengan teman nya di alam koma..!


"selamat malam paman kecil..." sapa Alex dengan sopan..


"selamat malam.." balas Eric dingin


sungguh Evelina benar-benar tercengang luar biasa di buat nya. Bagaimana tidak? bahkan nama nya pun sama dengan nama teman Evelina yang ada di dalam alam koma waktu itu, Eric..!?


"paman kecil ini adalah istri ku yang cantik dan hebat.. Evelina Milley" Alex memperkenal kan istri nya pada Eric dengan sangat bangga.Sangat berbeda dengan Alex saat di belakang selalu mengatai Evelina bodoh dan bodoh...!!


Eric dan Evelina pun berjabat tangan, entah lah saat mereka bersentuhan tangan pun Evelina merasa kalau ini memang Eric yang sama di alam koma. Evelina suprise tenyata paman Kecil Alex tak jauh beda usia nya dengan Alex.


kakak pertama Eric, putera pertama Maliqwe itu seumuran dengan Tuan Jezen usia mereka 40 tahunan lebih, putera kedua berusia 30 lebih tahunan dan yang ketiga berusia 30 tahunan, lalu yang keempat paling bungsu Eric..berusia 20 tahunan lebih.


Tuan Jezen menikah di usia 20 tahun maka nya ia memiliki putera yang hampir seusia Eric adik bungsu nya, hanya selisih 3-4 tahun saja Eric di atas Alex.


"maaf baru bisa mengenalkan mu pada paman sekarang, karena ketika kita menikah paman ku semua nya tak bisa hadir karena sibuk" kata Alex pada Evelina.


padahal lebih tepat nya tak ada yang menganggap Tuan Jezen sebagai saudara maka nya tak ada yang datang dan tak ada yang mau tahu dengan apa yang Tuan Jezen lakukan.


Alisha dan Adrian tampak sudah hadir sejak tadi, mereka hadir sebagai tamu Evelina.dua orang ini dengan santai berdiri di antara para tetamu seraya berbincang ringan..,Adrian juga stay di sini bukan sekedar undangan Evelina semata, ia berada di sini sembari memantau Eric, bagaimana pun ia adalah asisten kepercayaan Eric walau pun tak ada yang tau status tinggi nya karena kemana-mana Eric selalu membawa asisten cadangan karena tak ingin Adrian terlalu terekpos. Karena jika ia terekpos maka akan menyulitkan nya, Adrian bekerja di rumah sakit bertemu banyak orang. Maka itu akan merepot kan jika banyak yang tau kalau ia adalah bagian dari Eric Lamount Maliqwe.


tampak beberapa meter dari tempat Eric, sosok Verna memperhatikan Eric Lamount Maliqwe


"owh...itu paman termuda nya Alex??? kenapa aku baru tau kalau paman bungsu Alex setampan ini.." Verna begitu terpesona.


"Lihat lah dia bahkan jauh lebih mempesona di bandingkan Alex..."


Verna menyesap minuman di tangan nya dengan menggoda, ia sengaja menonjolkan diri mencari perhatian Eric.., sebagai pria Eric tentu tau kalau wanita cantik itu mencoba menggoda nya dari kejauhan. Tapi entah mengapa gaya over ackting wanita itu terlalu norak dan membuat Eric mau muntah di buat nya. ternyata Eric baru tau kalau wanita yang sejak tadi mencoba caper pada nya adalah sekretaris Alex.


pantas saja Eric merasa mual dan mau muntah dengan kelakuan nya, karena jika wanita itu ternyata adalah sekretaris Alex maka itu artinya wanita itu adalah sekaligus selingkuhan Alex juga.. dan yang paling penting dia lah sosok sahabat nya Evelina yang sangat jahat dan berbisa. Menusuk teman yang sangat baik pada nya dengan tanpa dosa. Benar-benar prilaku yang sangat menjijikan...