Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 23


Berita tentang Evelina Milley yang bangkit dari koma secara mengejutkan tentu saja langsung membuat heboh di dunia maya dan dengan cepat muncul di surat kabar, bagaimana pun Evelina merupakan orang yang cukup terkemuka di masyarakat luas mengingat ia adalah keturunan Milley, apalagi dia adalah menantu dari keluarga Jezen, yang mana Keluarga Jezen adalah salah satu generasi keluarga Maliqwe yang kuat dan sangat tersohor.


Eric baru saja selesai bermain golf dan ia tak sengaja melihat surat kabar. ia melihat nama Jezen di sana ia merasa langsung eneg. Mood nya seketika rusak...


"cih,selalu saja memakai nama embel-embel Maliqwe agar di kenali dan mendapat simpati masyarakat banyak" gumam Eric


benar keluarga Jezen bukan lah apa-apa jika tanpa nama Maliqwe di belakang nya.


Eric sedikit tertarik dengan judul nya : ISTRI ALEX JEZEN MALIQWE BANGKIT DARI KOMA SECARA MENGEJUTKAN..


Eric menyipitkan mata nya, dan di foto surat kabar ia tercengang bukan main saat melihat siapa istri dari Alex jezen tersebut.


"Evelina..." desis nya pelan, semua nya menjadi lebih pasti saat Eric melihat nama di sana...Evelina Milley..


ini sudah jelas sosok Evelina yang arwah nya berulang kali bertemu Eric di alam mimpi...pantas saja sejak Eric menangisi nya hari itu,Eric tak pernah lagi bermimpi serupa...ternyata Evelina sudah sadar..!?


Eric tersenyum samar dan penuh arti..jadi istri dari Alex si bocah rakus itu adalah Evelina ya?


Eric memang tak pernah tau dan tak pernah mau tau meskipun Si Jezen itu mengundang nya berkali-kali dalam acara besar. Sampai kapan pun Eric tak mau mengakui si Jezen itu bagian dari keluarga nya, di mata Eric Jezen tetap lah anak pelakor yang merusak kebahagiaan ibunda tercinta nya.


Eric memandangi surat kabar itu sekali lagi...


"kalau aku tau yang Alex nikahi adalah wanita sebaik keturunan Milley, maka sejak awal aku adalah orang yang paling menentang nya, aku adalah orang pertama yang tak merestui nya. Alex putera Jezen itu memiliki istri seperti Evelina...dia tidak pantas !" gumam Eric berbicara sendiri.



💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Evelina baru saja sampai di rumah, Alisha langsung menuju dapur


"kak Velin akan ku kupas buah untuk mu..." kata Alisha


"jangan repot-repot, ada asisten rumah tangga di sini..." kata Evelina


"tidak apa-apa, kalau adik nya yang melakukan bukan kah buah nya akan terasa lebih spesial, akan lebih manis seperti aku" canda Alisha menggoda Evelina.


Evelina hanya tertawa mendengar nya.


dua ART muda langsung menyapa Evelina dengan hormat, namun kenapa Evelina baru menyadari sekarang? Ternyata benar barusan saja dua orang ini terlihat bersikap semanis mungkin di depan Alex, seperti cari perhatian lebih dari sang majikan. Kenapa Evelina baru sadar sekarang dua ART ini naksir Alex dan membuat Evelina sebagai rival nya.


'tidak apa-apa, nanti rival kalian bukan aku, tapi si Verna amaurin,silahkan kalian rebutan Alex' batin Evelina santai


saat Evelina melihat sosok kepala pengurus rumah, Bu inggrit..Evelina langsung tersenyum mekar. Belum sempat bu Inggrit menyapa nya, Evelina sudah menyapa nya dengan ramah


"Bu inggrit.." senyum Evelina


"ya..Nyonya.." jawab Bu Inggrit cepat lalu menunduk memberi hormat dengan sopan. Lalu mengantar Evelina sampai di depan pintu kamar


namun saat Evelina sampai di kamar nya ia kaget melihat perubahan pada tirai dan seperangkat bad cover yang berbeda. Ini jelas bukan milik nya, ini jelas semua nya baru di ganti.


Bu inggrit yang sempat mendengar langsung menjawab


"Tuan yang meminta mengganti nya" Ujar Bu Inggrit jujur


"Alex..sayang" panggil Evelina


Alex yang baru muncul segera menghampiri Evelina langsung


"kenapa sayang???" tanya Alex


"ada apa dengan kamar kita?" tanya Evelina


saat Alex melihat, hampir saja jantung nya copot. Mereka lupa mengganti nya seperti semula karena kemarin sore menjelang petang Evelina yang bangun dari koma secara tiba-tiba dan tadi malam ia juga menginap di rumah sakit menemani Evelina.


Saat Verna baru akan menyusul, ia juga terbelalak dan baru tersadar apalagi Evelina sudah keburu melihat nya.


ya ternyata Verna lah yang dengan tidak tau malu menyuruh mengganti seperangkat sprei, badcover dan tirai kamar sesuai dengan desain kesukaan nya. Ia bahkan sengaja memesan sesuai keinginan nya pada toko langganan nya. Seperti nya Verna sudah tak sabar ingin menjadi Nyonya di rumah ini dan berfikir kalau Evelina sudah pasti mati tidak lama lagi.


"maaf Evelina..." Verna berkata dengan raut tak enak dan malu-malu


"aku hanya sedang merindukan mu jadi aku berfikir untuk membersihkan kamar mu, siapa tau saat kau bangun kau senang dengan sambutan ini. Maaf jika ini tak sesuai selera mu" Verna beralasan.


Evelina tentu tau Verna berbohong.


'Huh bisa-bisa nya ia berdalih seakan-akan ia baik dan perhatian' batin Evelina merasa geli


sudah jelas-jelas semua warna ini adalah kesukaan Verna sendiri, jika memang ingin menyambut Evelina bukan kah akan lebih baik memesan secara khusus warna kesukaan nya Evelina. Bukan kah sebagai sahabat sudah tau warna favorit masing-masing. Sampai sini Evelina tentu tau Verna mengganti seluruh tirai dan tilam bukan karena Verna ingin menyambut Evelina sang pemilik kamar tapi Verna mengganti desain kamar adalah karena Verna sendiri lah yang bercita-cita dan berangan ingin menjadi pemilik kamar ini. Benar-benar tidak tau malu..


"tidak apa-apa.." ujar Evelina datar


"a..aku akan mengganti nya kalau kau tak suka" Kata Verna buru-buru


"tidak usah repot-repot.." tukas Evelina santai


"bu Inggrit, minta ART untuk mengganti tirai dan perangkat bad cover semua nya dengan punya ku" titah Evelina ramah pada bu Inggrit


"baik nyonya, mau diganti dengan yang kode berapa?" tanya bu Inggrit karena koleksi milik Evelina banyak dan bermacam-macam.


"bu Inggrit saja yang pilihkan, aku akan menerima nya dengan senang hati" ujar Evelina dengan senyuman yang manis khusus untuk bu Inggrit


Bu inggrit merasa tersanjung karena biasa nya Evelina sendiri yang menyebutkan kode, ini malah Evelina meminta bu Inggrit yang pilihkan.


"baik Nyonya,suatu kehormatan bagi saya" Bu Inggrit setelah berkata segera undur diri untuk melakukan tugas nya.


Verna merasa sangat kesal, ia melirik Alex namun yang di lirik hanya diam saja..


Evelina menatap corak yang di pilihkan Verna, sebetul nya kesalahan bukan dari warna nya, semua warna sangat indah. Hanya saja Verna ini terlalu norak menggabungkan nya dengan motif dan beberapa sentuhan warna di dalam nya, membuat Evelina merasa sakit mata di buat nya.