
Eric sampai di villa nya dan mendapat kiriman vitamin,suplemen mahal dan jaket untuk musim dingin seri limited edition keluaran terbaru.
Eric dengan enggan melihat nya saat pelayan nya menyampaikan hadiah itu pada nya. Eric segera menyuruh orang nya untuk mengirimkan balik kepada sang penerima.
Sejak dulu Eric selalu tak henti di kirimi berbagai hadiah mahal dan barang berkualitas, tapi seperti biasa pula Eric tak mau tau dengan semua hadiah itu.
semua itu adalah pemberian dari Niwulan Hennza Yudistira, puteri tunggal keluarga Yudistira. Yudistira adalah keluarga yang juga terkenal sangat kaya raya.
Hennza menyukai Eric sejak kecil, sejak taman kanak-kanak dan begitu sangat terobsesi. Sebetul nya itu terdengar biasa karena kita tau bukan hanya satu atau dua orang yang menyukai Eric. Bahkan sangat banyak puteri kaya yang tergila-gila dan juga mengincar Eric. namun para gadis-gadis itu menyukai Eric sewajar nya saja dan Hennza lah yang berbeda. Eric sangat muak dengan kelakuan Hennza.
bagaimana tidak? obsesi Hennza membuat nya menjadi orang jahat. Bahkan Hennza seringkali melukai dan mencelakai gadis-gadis yang dekat dengan Eric padahal gadis-gadis itu pun hanya lah teman Eric saja.
Ketika di sekolah dasar Hennza bahkan pernah mendorong teman belajar Eric dari ayunan hingga terluka, dan teman belajar Eric itu harus mendapat beberapa jahitan di kepala. Hennza jika melihat Eric bermain bersama teman gadis-gadis maka ia pasti akan mengincar para gadis itu untuk ia celakai di saat yang tepat. di sekolah menengah pertama di High school entah berapa kali Hennza membuat orang celaka karena kecemburuan nya
jika kita masuk ke kamar Hennza maka kita akan di kaget kan dengan foto-foto Eric ukuran super Jumbo dengan berbagai pose yang memenuhi ruangan dan dinding kamar nya. Bahkan Hennza memiliki patung yang mirip Eric, ia memesan di pemahat khusus dengan harga yang sangat mahal.
bahkan wajah Hennza menjadi sangat kaku karena berulang-ulang kali melakukan operasi demi untuk mendapatkan wajah dan tubuh sempurna.
bisa di bilang Hennza memang terlihat sangat cantik dan sempurna tapi karena itu tidak asli dan terlalu berlebihan ia terkesan kaku seperti patung. Dan terdengar sangat mengerikan karena semua itu ia lakukan hanya demi Eric.
💙💙💙💙💙💙
Kali ini Hennza kembali harus merasa kesal dan kecewa lagi, karena untuk kesekian kali nya hadiah nya di pulangkan lagi ke kediaman Yudistira. Mungkin kejadian serupa bisa di bilang sudah terjadi jutaan kali ada lah ya jika mengingat Hennza begitu menyukai Eric sedari kecil nya.
Seperti biasa nya Hennza akan mencoba menelepon Eric tapi seperti biasa pula akan Eric abaikan.
dan setelah berkali-kali panggilan telepon nya di abaikan maka setelah nya Hennza akan menggila melempar-lemparkan isi di dalam kamar nya, ia mengamuk seperti orang sinting.
mami nya yang melihat segera menenangkan Hennza tapi Hennza tidak bisa di ajak berbicara.
Karena setelah sekian lama,bertahun-tahun sang mami melihat anak nya begitu gila pada sosok Eric putera bungsu Maliqwe,jadi hari ini mami nya Nyonya Yudistira mencoba menghubungi Eric secara pribadi.
saat Nyonya Yudistira menelepon yang mengangkat telepon adalah orang nya Eric
"Tuan muda, ini Nyonya Yudistira yang mau berbicara pada anda.."
Eric sangat malas sebetul nya, namun karena Nyonya Yudistira adalah sosok orang yang sudah tua di banding diri nya jadi Eric pun menerima sambungan telepon nya.
'ada apa lagi? apa dia mencoba menggunakan orangtua nya untuk menekan ku' dengus Eric
"Tu-tuan muda Eric maaf mengganggu waktu anda"
"Tuan muda Eric, saya tidak bermaksud memaksa anda tapi tolong lihat dan respon Kennza sedikit saja. aku takut dia melakukan tindakan konyol seperti yang sudah-sudah" Nyonya Yudistira memelas, karena Kennza seringkali dengan gila melakukan percobaan bunuh diri.
"Nyonya,aku harus merespon puteri mu bagaimana?" tanya Eric
"seperti biasa nya, seperti tuan muda merespon teman-teman wanita anda yang lain nya" kata Nyonya Yudistira
"aku sudah merespon nya baik, sejak taman kanak-kanak kami selalu bersekolah di sekolah yang sama. namun anda pasti tau sendiri bukan lah hubungan pertemanan yang ia ingin kan dari ku" ujar Eric
"iya..saya tau...namun coba lah sesekali anda ajak dia pergi berbelanja atau makan malam bersama..." Nyonya Yudistira mencoba memberi saran dengan nada yang sopan tapi entah mengapa Eric merasa eneg mendengar nya
"Nyonya untuk apa aku melakukan itu? Lalu atas dasar apa anda memerintah ku?" Eric merasa tingkah Nyonya ini sama saja dengan puteri nya itu, tidak jauh berbeda.
"bu-bukan,Tuan muda Eric anda jangan tersinggung..maksud ku bukan kah puteri ku juga sangat cantik, apa yang membuat anda tidak tertarik dan tidak mencoba hubungan yang spesial dengan nya" perkataan Nyonya Yudistira memang terdengar sopan dan biasa tapi mengapa makin kesini seperti terkesan memaksa
"maaf Nyonya, aku tidak tertarik dengan puteri anda, aku tidak bisa melakukan hal yang bukan dari keinginan ku sendiri. Seharus nya puteri anda yang di nasehati untuk mencari pria lain yang menyukai nya. bukan malah anda memaksa pria yang tak menyukai nya untuk menjadi suka" Papar Eric mantap
"tapi Tuan muda Eric, aku tidak tega melihat nya karena sedari kecil ia selalu mendapatkan semua barang yang ia inginkan" Nyonya Yudistira masih memelas berharap Eric kasihan dan membuka hati nya
"hei..Nyonya aku bukan barang..." Eric kesal
"aku rasa puteri anda menjadi seperti sekarang itu karena didikan anda juga" cibir Eric
"Tuan muda Eric anda jangan marah, selama bertahun-tahun sejak Kalian kecil baru sekarang aku memohon pada mu, tolong lah berkencan dengan puteri ku" Nyonya Yudistira tak kenal gentar merayu Eric
"Aku tidak peduli.." kata Eric
"Nyonya pergilah ke dokter jiwa" saran Eric
"maksud Tuan muda apa? kau mengatakan puteri ku mengalami sakit jiwa?" Nyonya Yudistira merasa tak terima tapi ia tak berani berkata kasar pada Eric.
"tidak. aku rasa bukan hanya puteri anda saja yang sakit jiwa tapi anda juga nyonya. Jadi ku saran kan kalian pergi lah bersama-sama ke rumah sakit jiwa" saran Eric dengan kejam
"Tuan muda Eric apa maksud nya ini?" Nyonya Yudistira merasa mendapat tamparan jarak jauh via onlen.
"Nyonya...jika sampai ku dengar lagi kau menganggu ku hanya untuk membicarakan hal yang tak penting seperti ini maka jangan salah kan aku kalau saham Yudistira tiba-tiba menurun" kata Eric tanpa beban
belum sempat Nyonya Yudistira merespon, Eric sudah mematikan ponsel nya secara sepihak.
di sana Nyonya Yudistira hampir merasakan copot jantung nya, bagaimana tidak? Jika tiba-tiba saham perusahaan suami nya anjlok maka pasti ia yang di salahkan karena sudah berani mengganggu putera bungsu Maliqwe.
bahkan selama ini pun Tuan Yudistira tak pernah berani mengganggu Eric Lamount Maliqwe walaupun puteri nya seringkali merengek pada nya mengenai Eric, karena Tuan Yudistira juga tau resiko nya, apalagi yang salah adalah puteri nya terus memaksa orang, efek sedari kecil selalu di manja oleh ibu nya.