
Evelina menyatukan Dokumen dan bukti perselingkuhan Alex dan Verna yang ia rekam lewat kamera pengintai waktu itu.
setelah memasukkan nya pada satu tempat khusus dan di rasa aman, Evelina segera mengirim kan nya pada Tuan Yongki Aljanro pengacara keluarga,
pengacara nya adalah orang keluarga Milley. Pengacara keluarga Milley sejak dulu adalah orang yang jujur. karena nya Alex kesulitan untuk mencari cara dalam merebut aset dan kuasa Evelina jika Evelina belum mati.
Tuan Yongki Aljanro adalah pengacara yang sangat jujur, maka jika ia melihat siapa yang curang ia akan tetap melaksanakan tugas nya dengan benar dan seadil-adil nya. Ia akan melakukan apa yang seharus nya ia lakukan.
tugas Tuan Yongki adalah siapa yang lebih dulu curang dan berulah dalam pernikahan maka orang itu tak akan mendapatkan aset rumah dan lain nya. Begitulah perjanjian nya sejak awal.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
sudah beberapa hari ini setiap pagi Evelina selalu sarapan lebih dulu tanpa menunggu Alex, dan itu terus berlanjut sampai hari ini.
saat Alex turun dari lantai atas, lagi-lagi ia mendapati Evelina sedang menyantap sarapan tanpa beban.
"hai sayang...ku lihat kau nampak selalu terburu-buru beberapa hari ini.." kata Alex, karena merasa Evelina selalu tak pernah menunggu nya sarapan lagi akhir-akhir ini.
Alex melangkah mendekati Evelina.., ia bersiap memberi sun mesra di kening sang istri, mengambil hati nya.
tapi Evelina malah lebih dulu bangkit
"Sayang,maaf..aku harus buru- buru ke kantor. Kau tau selama aku koma banyak kerjaan yang tidak rampung pada waktu nya, jadi aku harus menyelesaikan nya secara sekaligus dan cepat" Evelina berkata seraya menggamit tas tangan nya di atas meja...
"aku akan sarapan bersama mu lain kali.." lanjut Evelina dengan raut seakan menyesal dan kemudian ia langsung berbalik pergi
Alex hanya terbengong saja tak sempat melakukan apa-apa, ia bahkan tak sempat melakukan sandirwara romantis nya pada Evelina. Karena biasa nya Evelina akan sangat bahagia saat kening nya di beri sun oleh Alex ketika dia sedang sarapan seperti tadi. Itu biasa nya terjadi saat Alex terburu-buru pergi dan ingin mengambil hati Evelina..
Setelah Evelina menghilang di pintu utama, Alex hanya bisa duduk sendiri dan menikmati sarapan nya dengan rasa hambar. Jika biasa nya ia yang seringkali meninggalkan Evelina sarapan sendirian namun dalam beberapa hari ini Evelina lah yang meninggalkan Alex sarapan sendirian.
Sore hari nya Alex pulang sudah lewat dari jam lima sore, namun kata kepala pengurus rumah Nyonya mereka belum kembali sejak pagi.
kemana Evelina, seingat Alex tadi pagi Evelina bilang akan ke kantor nya, Milley group. tapi kenapa jam segini belum pulang dan tidak ada kabar lagi.
Alex hari ini sengaja pulang sore, padahal Verna sudah menelepon nya untuk datang, tapi Alex memilih pulang ke rumah untuk melhat Evelina. jujur saja prilaku Evelina akhir-akhir ini sangat membuat Alex bingung dan penasaran juga...ngeri..!!!
Alex memilih mandi dahulu dan setelah nya berganti pakaian, turun dan mengecek apakah Evelina sudah kembali namun tak ada tanda. Akhir nya Alex menelepon tapi berkali-kali Evelina tak menjawab panggilan nya sama sekali. Alex menjadi ingin marah..
"Tuan..apakah makan malam mau di siapkan sekarang?" tawar Bu Inggrit
Alex menghela nafas menyimpan gawai pipih nya kembali ke dalam saku celana kimono yang sedang di kenakan nya saat ini
"baik..." Bu inggrit manut dan kembali ke belakang.
Alex menunggui Evelina dengan rasa marah dan gelisah, Alex sudah merasa sangat lapar juga. Ia hari ini bela-belain tidak makan di luar demi untuk makan malam bersama Evelina. Alex secara khusus ingin mengambil hati Evelina hari ini. Namun wanita itu bahkan tak muncul juga di jam segini.
saat pukul tujuh malam lewat sedikit, barulah Evelina kembali. Alex bahkan sudah lapar dari tadi sore tapi Evelina baru muncul sekarang.
bahkan yang lebih mengagetkan Evelina pulang dengan keadaan pakaian yang berbeda dari pakaian nya pergi keluar rumah tadi pagi.
Jika tadi pagi pakaian dan gaya rambut Evelina terkesan formal, maka malam ini pakaian Evelina sangat terkesan casual dan santai, mirip seperti gaya anak muda sekolahan
Evelina memakai kaos oblong putih dan celana skiny jeans lalu dengan sepatu convers* sebagai alas kaki nya.rambut nya terurai dengan sangat santai.
"dari mana saja kau...?" tanya Alex pada Evelina yang baru saja menjejakkan kaki nya beberapa langkah ke dalam rumah
"Alex..?" seru Evelina cukup kaget, ia tak mengira Alex sudah berdiri di ruang depan.
"kenapa kau baru kembali?" cecar Alex lagi
"aku bertemu teman" jawab Evelina apa ada nya
"kau bertemu teman dan tak memikirkan suami mu menunggu di rumah untuk makan malam bersama..?" tanya alex kesal
"kenapa kau tak makan dulu?" Evelina heran, biasa nya Alex tak pernah se-alay ini. bukan kah biasa nya mereka sangat jarang makan malam bersama, Alex lebih senang makan malam bersama Verna, iya kan?
"sayang, mana mungkin aku makan duluan sedangkan kau belum pulang" jawab Alex seraya memasang wajah palsu nya yang nampak penuh cinta dan perhatian pada Evelina.
Jika itu masih dulu Evelina mendengarkan perkataan sweet Alex ini maka Evelina pasti akan bahagia serasa di panah oleh cupid berkali-kali tapi jika sekarang Evelina mendengar nya serasa ingin mual dan muntah
"tapi aku sudah makan.." kata Evelina jujur dan itu tentu saja mengecewakan Alex yang bela-belain menunggu nya sejak sore dan Evelina malah enak-enakan makan di luar bersama teman.
"Evelina...kau tega sekali.." Alex merasa bodoh sekarang, kalau sejak tadi niat nya ingin bersandiwara makan malam bersama semata-mata untuk mengambil hati Evelina, namun rentetan kejadian yang terjadi di luar ekspektasi nya ini ternyata benar-benar mampu membuat Alex sakit hati
"bagaimana kau bisa makan duluan, sedangkan aku menunggu mu" keluh Alex kecewa..
Evelina hanya diam tak bergeming, bukan kah ini mirip diri Evelina yang dulu..? Rela kelaparan demi ingin makan malam bersama Alex dan nyata nya saat Alex kembali, Alex malah tanpa dosa mengatakan kalau ia sudah makan di luar..
saat memori itu terulang di otak Evelina, secara bersamaan adegan itu juga terputar di otak Alex, karena sangat sering hal yang Evelina lakukan malam ini di lakukan oleh Alex di masa lalu. Alex menelan saliva nya sendiri..ini seperti karma yang mulai berjalan.
"Bisa kah kau temani aku makan, Evelina.." akhir nya Alex melunak.