Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 30


"oke,baik lah..."Evelina pun menyanggupi permintaan Alex


"tapi aku gerah, biarkan aku mandi sebentar saja, boleh kah?" Evelina mencoba bernegoisasi


"ya..aku akan menunggu" jawab Alex akhir nya


dasar bodoh,bathin Evelina ia masih tetap mau menunggui aku mandi? Apakah Alex tidak makin merasa kelaparan?


"baik aku mandi dulu.." Evelina pun segera melangkah menuju kamar.


Alex mengangguk seraya menatap punggung Evelina dengan sendu.


kenapa Evelina berubah drastis? Alex juga merasa kalau sorot mata wanita itu juga berubah lebih kuat dari sebelum nya.


Jujur Alex pun baru kali ini melihat Evelina berpenampilan seperti barusan, memakai jeans dan kaos polos biasa dan sepatu santai, ia terlihat sangat berbeda.memang nya siapa yang Evelina temui? Apakah Evelina berkencan dengan pria muda? Apakah Evelina hendak membuang ku? Alex menggeleng-gelengkan kepala nya, ia tak akan membiarkan pria lain yang akan merasakan hidup enak di samping Evelina. Bagi Alex Posisi diri nya tak boleh tergeser sedikit pun.


Sementara itu Evelina yang sudah berada di dalam kamar, senyum-senyum sendiri, senyuman penuh ejekan. Ia sengaja berlama-lama di kamar, membuka pakaian satu persatu lalu kemudian mandi dengan durasi santai seperti ia tak sedang di tunggui oranglain, Evelina memang dengan sengaja mengulur waktu, ia ingin membiarkan Alex mati kelaparan di ruang makan sana.


Alex menunggu Evelina di ruang makan dengan hampir habis rasa kesabaran nya tapi ia tak bisa marah,Alex jadi takut jika marah nya malah berdampak buruk pada hubungan nya dan Evelina nanti.


setelah jam menunjukkan pukul delapan malam baru lah Evelina turun. Makanan sudah di sajikan dari lima belas menit yang lalu dan sudah hampir dingin.


Evelina keluar dengan penampilan nya yang sangat santai, kaos oblong yang kebesaran dan celana pendek, rambut nya tergerai dengan setengah basah.juga tanpa polesan make-up sedikit pun di wajah nya.


Evelina datang dengan cuek seakan tak ada kesalahan bahwa ia sudah membiarkan Alex menunggu nya lumayan lama dengan rasa lapar.


Alex baru kali ini melihat Evelina berpenampilan alami seperti itu di depan nya, biasa nya saat makan malam Avelina akan berdandan menyambut dan melayani nya.


"ayo..kita makan.." kata Evelina seraya duduk dan mengambil sepotong daging bakar ke piring nya sendiri dengan santai.


Alex masih terbengong..


"Sayang, kau tidak makan?" tanya Evelina karena melihat Alex diam saja sama sekali tidak mengambil makanan.


Alex pun akhir nya mengambil sendiri makanan ke dalam piring nya. Seraya menahan rasa kesal yang luar biasa membuncah di dalam hati nya.


Evelina makan dengan cuek,Alex terus memperhatikan nya, Evelina sangat berbeda..biasa nya kalau makan malam berdua seperti ini Evelina akan melayani Alex sepenuh hati, secara khusus Evelina akan mengisi makanan ke piring Alex dengan sangat manis dan telaten, tapi apa ini? Kenapa Evelina seakan tak peduli untuk melakukan nya. Lagi-lagi Alex akhir nya hanya makan dengan rasa hambar..


Selanjut nya hanya dentingan piring yang terdengar dalam beberapa waktu di ruang makan nan megah itu..


"aku selesai.." kata Evelina tiba-tiba memecahkan kesunyian di dalam ruang makan.


Alex menatap Evelina yang bangkit tanpa beban, Evelina nampak cuek saja meninggalkan Alex sendiri di meja makan..


melihat Evelina yang sudah melangkah pergi, Alex menjadi semakin merasa kehilangan selera makan nya, ia pun langsung melepaskan sendok dan garpu di tangan nya, lalu mencampakkan nya di atas piring begitu saja.


Alex mengambil gelas minuman dan menenggak nya beberapa tegukan.lalu ia segera bangkit menyusul Evelina..., bagaimana pun malam ini ia harus mendapatkan Evelina. Karena selama Evelina bangun dari koma, istri nya itu tak pernah mau di sentuh Alex lagi dengan berbagai alasan.


Alex sudah masuk ke kamar, menyusul Evelina. ia menutup pintu perlahan dan langsung memeluk Evelina dari belakang.


saat Evelina reflek menoleh, Alex hendak mencii-um bibir Evelina dari samping tapi dengan cepat Evelina menahan bibir Alex dengan jari telunjuk nya dengan gaya yang Seksi. Alex tak tahan menghela nafas nya yang mulai memburu.


Evelina dapat merasakan has-rat Alex yang mulai menginginkan lebih hanya dari ekspresi wajah Alex saja.., yah inti nya pria ini mulai sangee-an.


'huh...kau kira hanya pelacur mu itu saja yang bisa bersikap gatal dan menggoda' bathin Evelina sinis..


'lihat lah..bagaimana aku menyiksa mu' batin Evelina lagi.


saat keinginan Alex sudah di ambang batas,tiba-tiba Evelina berkata..


"Alex..." panggil Evelina manja


"ya..." bisik Alex seraya terus menyapu leher jenjang,putih dan mulus milik Evelina serta tak henti-henti nya mengendus harum rambut Evelina


"malam ini aku akan tidur di kamar tamu.." kata Evelina secara mengejutkan


"kenapa?" Alex kaget dan tak terima di waktu yang bersamaan.


"beberapa malam ini aku terus mimpi buruk dan merasa tak nyaman kalau ada orang di samping ku..." kata Evelina beralasan


Alex menghentikan aktivitas nya dan mengendurkan pelukan nya yang sedari tadi kedua tangan besar nya begitu betah berada di pinggang dan tubuh Evelina.


"mungkin ini efek dari aku koma kemarin...maaf ya mohon kamu mengerti" Evelina segera melepas kan diri dari Alex..


Alex merasa putus asa, dengan begini itu artinya keinginan s-e-ksual nya yang sudah di ubun-ubun harus tertunda lagi.


"aku akan ke kamar tamu sekarang, aku sudah ngantuk. kamu juga tidur lah" kata Evelina seraya bersiap keluar kamar


"dah sayang..." Evelina berkata dengan genit seraya membelai pipi Alex dengan gaya yang ero-tis...


Alex hanya bisa bengong saat pintu kamar itu tertutup dari luar.., dan menit berikut nya Evelina sudah menghilang dari hadapan nya...


s!!alan mengapa istri nya menjadi sangat se-menggoda ini sih??, Alex sangat kesal sekali dan juga jadi sangat uring-uringan sekarang. apalagi keinginan nya yang menginginkan Evelina malam ini benar-benar tidak jadi tertuntas kan!!!


Alex meraup wajah nya dengan kasar. tadi sebelum nya ia sudah membayangkan memasuki Evelina dengan menggila, kejan-tanan nya sudah menuntut dan ia merasa benar-benar tak nyaman.


Akhir nya Alex bermain solo sambil membayangkan Evelina dalam pelukan nya


"Evelina..ssshhh" desis Alex dalam kenikmatan. Ia tidak tau lagi, bahkan jika saat ini ada Verna di depan nya pun tak akan mampu memuaskan nya. Malam ini Alex hanya ingin merasakan Evelina di bawah kungkungan nya...