
Besok hari nya Evelina setelah menyelesaikan pekerjaan nya di Milley group, ia pun menyempatkan diri untuk datang ke Jezen group.
Verna yang melihat kedatangan Evelina pun langsung menyambut nya dengan tersenyum ramah seperti biasa, namun Evelina membalas nya dengan senyuman penuh arti, karena Evelina tau senyuman ramah Verna itu adalah palsu. Bahkan senyuman ramah yang dulu,yang sudah-sudah tak ada satu pun yang Evelina percayai dari Verna.
Evelina sudah mengklaim dalam hidup nya bahwa Verna Amaurin adalah seekor ular berbisa yang mengaku sebagai sosok sahabat sejati.
Evelina langsung masuk begitu saja ke ruangan Alex, Verna menatap nya dengan rasa cemburu dan iri hati.
"sayang, tumben kau datang?" Alex kaget dengan kedatangan Evelina
"iya, aku hanya ingin mengajak mu mencoba jas baru yang aku pesan khusus untuk mu acara nanti malam" jawab Evelina
Alex ingat nanti malam adalah acara besar yang di adakan keluarga Jezen untuk kesembuhan Evelina.
"ayo kita berangkat ke toko jas" ajak Evelina langsung tanpa berlama-lama
"mau pergi sekarang juga ya pergi nya?" tanya Alex tentang mencoba jas baru ini
"iya, ayok" ajak Evelina.
tak lama Evelina terlihat keluar lebih dulu dari ruangan Alex dengan membawa tumpukan map tebal di tangan nya.
Ia langsung menuju Meja Verna.."maaf Verna, kau harus mengerjakan ini, tolong ya.." titah Evelina
Verna kaget saat melihat begitu banyak nya tumpukan map yang di berikan Evelina ke hadapan nya, karena biasa nya Alex tak pernah memberikan nya tugas sebanyak ini.
"Evelina ini..?" Verna kebingungan dan shock..
biasa nya Evelina pun terhitung tak pernah berlaku seakan menyiksa nya seperti ini.
"ada apa? Kau keberatan..?" tanya Evelina dengan ekspresi tanpa beban
Alex baru saja keluar dari ruangan dan langsung menghampiri tempat Evelina dan Verna berada.
Verna yang melihat kedatangan Alex langsung memasang wajah penuh isyarat agar Alex segera membantu nya.
Evelina yang diam-diam menyadari isarat mata antara Alex dan Verna si pasangan mesum ini, Evelina pun dengan santai malah mencibir..
"tidak apa-apa Verna..kau hanya di minta menterjemahkan semua laporan ini ke bahasa china, bukan lah hal yang sulit bukan" Evelina berkata seraya menyunggingkan senyuman jahil nya..
Verna melirik Alex dengan bola mata yang kesal karena Alex terlihat diam saja.
"tapi ini bukan tugas ku, Evelin..kau bisa menyuruh para staf di sana" Verna menunjuk ke arah ruangan staf.
"mereka ku lihat sedang sibuk, jadi kau saja...karena ku lihat kau sedang menganggur.." Evelina tetao keukeuh agar Verna yang kerjakan.
"sayang, kasihan Verna..jika dia harus melakukan nya sendiri.." Alex menegur Evelina dengan lembut, karena saat Alex melihat Verna sudah bermuka sangat masam bak jeruk purut.
mendengar hal itu wajah Verna langsung muram dan jelek. Karena bukan kah selama ini prilaku nya memang selalu menunjukkan seakan-akan diri nya lah nyonya besar yang berkuasa.
"bukan begitu Evelina sayang.." Alex hendak berkata lagi tapi Evelina sudah memotong perkataan Alex dengan pedas dan tepat sasaran.. "Alex aku saran kan jangan terlalu memanjakan wanita lain selain istrimu ,apalagi yang kau manjakan adalah sekretaris mu..takut nya nanti dia malah baper dan jadi naksir pada mu" kali ini Evelina menyindir Alex.
wajah Alex dan Verna langsung berubah warna dengan begitu drastis...
"ayo, nanti orang toko menunggu kita" kata Evelina pada Alex
dengan manja nya Evelina menggait lengan Alex. Ia memang sengaja berlaku mesra di depan Verna, kalau bukan karena mau manas-manasin Verna kayak nya Evelina juga ogah deh mau gandeng-gandeng Alex segala.
"Verna, jaga kantor sebentar..saya harus keluar sama Evelina" titah Alex pada Verna
"iya pak" jawab Verna berusaha patuh padahal hati nya sangat geram
"kami mau ke toko untuk fitting jas yang bagus untuk di pakai Alex di acara nanti malam, bukan kah kami harus coupelan warna jas dan yang bagus dan sepadan?" Evelina sengaja membocorkan perihal ia dan Alex mau pergi kemana saat ini di depan Verna.
Dan benar saja Verna langsung cemburu ke ubun-ubun.Verna rasa nya ingin mencekik Evelina saat ini juga, sakit hati nya. Harus nya Alex memakai pakaian yang selaras dengan nya bukan dengan Evelina. Karena pada kenyataan nya hati Alex hanya untuk nya bukan untuk Evelina.
"Verna...jangan sampai kau tidak selesai tepat waktu merampung kerjaan nya.takut nya nanti kamu nggak bisa datang ke acara Jezen group malam ini.." ujar Evelina dengan raut yg penuh cibiran..ia tahu pekerjaan yang di berikan nya pada Verna ini sangat menyiksa dan memakan waktu, bisa sampai malam hari baru lah selesai.
Verna hanya bisa memandang kepergian Evelina dan Alex dengan perasaan yang sangat amat kesal..!!! ia mau teriak sekuat hati rasa nya.
Bisa-bisa nya Evelina mengerjai aku..!? Pekik Verna di dalam hati nya...Sebenar nya apa yang terjadi pada Evelina? Mengapa dia selama bangun dari koma terus-terusan bersikap tidak baik padaku??? Verna tak habis fikir.
💙💙💙💙💙
Hari sudah menunjukkan pukul 6 petang. Verna sudah hampir selesai dari salon untuk acara pesta nanti malam.
"Evelina...kamu berniat membuat ku tak jadi pergi ke acara keluarga Jezen?" cibir Verna seraya memandangi kuku-kuku indah nya yang baru saja siap di menipedi.
"sayang sekali..rencana mu gagal.."Verna terus bergumam sendirian.
'hmm dia fikir Alex akan membiarkan ku susah begitu saja? Evelin..Evelin bukti nya Alex lebih sangat menyayangi aku dan selalu melindungi ku. Kamu hanya istri boneka yang di manfaatkan" sombong Verna di dalam hati nya
ternyata setelah Evelina dan Alex meninggalkan kantor, diam-diam Alex menyuruh orang nya untuk menyelesaikan pekerjaan Verna
"Mau bersaing dengan ku, dasar Evelina bodoh" umpat Verna...
"baik lah Evelina sayang..., kita lihat siapa yang paling cantik dan menggoda malam ini?" Verna berkata sendiri seraya mematut diri nya di cermin.
Dan asal kalian tau saja tentang Alex yang diam-diam menelepon orang untuk membantu Verna rupa nya Evelina pun sudah tau itu pasti akan terjadi..,Memang nya Alex akan membiar kan pelaacur kesayangan nya itu kesusahan..? Batin Evelina di dalam hati. Bagi Evelina Siapa pun yang mengerjakan nya tidak lah penting karena Evelina hanya merasa senang saja bisa mempermainkan mental Verna.
Acara yang di adakan keluarga Jezen di sebuah hotel mahal itu terlihat mulai ramai..banyak para investor besar dan relasi-relasi mereka hadir dari berbagai penjuru. Mereka ingin secara khusus datang menyambut kesembuhan Evelina dari masa koma nya yang membuat Evelina di ambang maut itu. Sekarang Evelina sudah sadar, tentu lah orang-orang yang sudah menjalin relasi baik dengan Evelina tak mau diam saja tanpa datang kemari.