
"Eric,aku punya rencana dan ingin minta bantuan mu..bisa?" kata Evelina hari ini di telepon
"tentu saja, apa yang tak bisa aku lakukan untuk mu.." jawab Eric enteng
"terimakasih..aku tau kau pasti cepat tanggap" Evelina selalu senang memiliki patner seperti Eric..
"katakan pada ku apa yang harus aku bantu?" tanya Eric bersemangat
"baik lah dengar kan aku..." Evelina mulai mengutarakan rencana nya pada Eric...
Hari berikut nya Evelina baru saja akan pergi keluar kota,Alex beberapa hari ini tidak henti selalu menguntit Evelina..
dia berencana menyeret Evelina setelah semua nya.Evelina memang sengaja meminta Eric untuk tidak menyuruh anak buah nya bergerak dulu. Ini lah rencana mereka...Evelina ingin memancing dan menjebak Alex.
Evelina pergi ke luar kota hari ini hanyalah alasan saja, ia memang ingin Alex yang selalu mengincar nya merasa senang.
dan benar saja saat Evelina berada di jalanan yang agak sepi, mobil nya di salip oleh mobil Alex.
Alex beberapa hari ini memang menggunakan mobil berbeda karena ia terus menguntit Evelina namun Evelina sudah menyadari nya di awal.
tanpa menunggu lama Alex langsung menghampiri Evelina dan menyeret nya keluar dari mobil..
"Alex apa mu mu?" tanya Evelina berpura-pura panik
Alex merasa senang karena saat ini tidak ada pria tinggi besar seperti the rock yang selalu berkeliaran di sekitar Evelina.
"jangan banyak tanya, ikut aku Evelina" kata Alex dengan mengerikan
"aku tidak mau ikut dengan mu..!" bantah Evelina
tapi Alex terus menyeret nya...
"kau harus mengembalikan kejayaan Jezen group..! Kau sudah mengambil nya dengan cara curang..!" Alex begitu marah dan hampir berteriak
"aku tidak mengambil nya dari mu, aku hanya mengambil kembali apa yang sudah menjadi kerja keras ku Alex, ingat itu" Evelina terus mempertahan kan diri
"silahkan bicarakan ini nanti.., sekarang kau ikut aku!!" Alex terus menarik Evelina dengan kasar
"lepaskan aku Alex.., aku tidak akan ikut kemauan mu!! Aku tidak akan memberikan hak ku yang ingin kalian rampas!!" Evelina terus melawan.
"Jangan tak tau malu,itu milik keluarga Jezen!!" Alex tak mau kalah
"sejak kapan? Kau yang begitu tak tau malu!!" balas Evelina
Plakkk...! Alex malah menampar Evelina..
plaakkk, Evelina membalas nya saat satu tangan nya bebas..
"bajingaan kamu Alex.." umpat Evelina
Plaaakk Alex malah menampar nya satu kali lagi..dan saat Evelina mau membalas nya Alex dengan cekatan mencekal tangan Evelina dan menyeret nya tanpa ampun..
semua kejadian itu terjadi di depan mobil Evelina dan kamera depan mobil merekam semua nya.Evelina sudah menyiapkan semua nya...
Ternyata Evelina di bawa oleh Alex ke sebuah bangunan kosong, sudah ada Tuan Jezen dan nyonya Jezen di sana..beserta beberapa orang-orang keluarga Jezen yang mendampingi mereka.dari pengacara pribadi hingga bodyguard dan orang-orang tukang pukul bayaran.
melihat kedatangan Alex yang membawa Evelina, nyonya Jezen yang tak sabar langsung maju dan menampar wajah Evelina bolak-balik.
"ini untuk kekurangajaran mu, berani menghancurkan Jezen group..!!" pekik nyonya Jezen
Evelina tak bisa melawan karena tangan nya di pegang kiri kanan oleh Alex. Benar-benar pengecut mereka ini..
Namun dengan santai nya Evelina langsung membalas ucapan Nyonya Jezen pada nya "ralat,nyonya..tidak ada yang menghancurkan Jezen group, dia memang sudah hancur sejak lama..aku yang menaikkan nya kembali" kekeh Evelina..
alhasil Nyonya Jezen memukul nya satu kali lagi dengan makin kuat, Evelina hanya tertawa terbahak-bahak menerima nya. Nyonya Jezen jadi merasa ngeri sama kelakuan Evelina. Di tampar berkali-kali malah tertawa
Alex menyeret nya dan langsung memaksa Evelina hingga terduduk..
"au.." pekik Evelina karena tubuh nya menyenggol sedikit meja kayu..
dan entah kenapa Alex reflek menarik tenaga nya,ia seperti sedikit mengkhawatir kan Evelina tapi buru-buru ia menepis nya karena tak mau di pandang aneh oleh Tuan dan nyonya Jezen..
Setelah Evelina duduk, ie memperhatikan berkas yang berada di meja di depan nya.
"cepat tanda tangani itu.." Tuan Jezen menampar meja..
Evelina sudah membaca nya sepintas tadi, intinya itu penyerahan alih kuasa yang orang-orang ini inginkan sejak awal..maaf saja, siapa yang sudi
"aku tidak mau.." kata Evelina
"apa katamu?" bentak Tuan Jezen
"aku-tidak-mau..kurang jelas apa lagi" ulang Evelina lagi dengan santai...
"kurang ajar kamu!!" Nyonya Jezen menimpali dengan tak sabar
"berisik.." sahut Evelina
Tuan jezen langsung menjambak Evelina dengan kasar dan menekan kepala Evelina ke meja
"tanda tangani atau aku akan menyuruh para tukang pukul ini membuat mu babak belur..
Evelina tak bergeming, walau Tuan jezen mengasari nya seperti ini
"pukul saja wanita ini sampai habis, aku sudah muak pada nya" nyonya Jezen kembali menimpali
Evelina malah terkekeh..."aku yang muak pada mu nyonya.." kekeh nya begitu santai
"Evelina..tanda tangani saja, dari pada urusan nya panjang.." paksa alex pada Evelina
namun jujur saja,di sini ada sedikit kekhawatiran,Alex ngeri saja tubuh sekecil Evelina malah harus di pukuli oleh para tukang pukul pria beberapa orang ini yang jelas-jelas tubuh mereka sangat lah besar-besar dan berotot.
"aku tidak mau.." sahut Evelina
"Evelina.." bentak Alex, ia jadi pusing mengapa Evelina menjadi sekeras kepala ini.
"paksa dia.." titah Tuan Jezen
"kita akan buat semua nya jadi mudah.." kata Tuan Jezen menyeringai
ternyata mereka sudah menyiapkan tinta untuk stempel jari, jika Evelina tak mau tanda tangan maka mereka akan memaksa nya dengan stempel jari..
Salah satu preman bertubuh besar mengungkung Evelina dari belakang dan mencekal tangan Evelina.
kekuatan mereka sangat besar, Evelina kesusahan melawan saat jari nya di tekan paksa ke tinta..
dan saat tukang pukul ini mulai memaksa Evelina menekan jari nya ke atas kertas dokumen perjanjian penyerahan alih kekuasaan, jarak tinggal sedikit lagi...
suara yang magnetis muncul di antara orang-orang...
"siapa yang berani mengganggu wanita ku..?calon istri ku.." kata Eric, ia muncul dengan penuh wibawa dan kuasa bersama beberapa orang di belakang nya.
"Eric..." tentu saja Tuan jezen panik.
Memang apalagi alasan yang tak membuat Tuan Jezen kalang kabut, seorang Eric muncul di sini, di saat ia sedang melakukan kebejatan nya. Ini sama saja Tuan Jezen menelan-jangi diri nya sendiri.
Alex juga kaget bukan main, nyonya Jezen dan juga seluruh orang-orang nya langsung tercekat tak berdaya.
Alex bukan hanya kaget dengan kedatangan paman Eric tapi lebih kepada perkataan Paman Eric barusan.. Wanita ku? Calon istri ku?