
Tanpa menunggu waktu lagi, keesokan hari nya Alex langsung mencari Evelina di Milley group. dan benar saja wanita bernama Evelina Milley itu ada di sana, ia sedang bersantai di ruangan nya.
Saat Alex dan Verna datang, Amora asisten nya Evelina mengabarkan dan Evelina langsung menyuruh Amora mempersilahkan dua orang itu masuk...
saat mempersilahkan dua orang masuk, Amora dari belakang menatap sinis Alex dan Verna karena sejak Evelina atasan nya koma, dua orang ini sangat lah mencurigakan sekali. Amora sering kali bergosip bersama Jesika sang sekretaris.mereka sangat eneg melihat kelakuan suami dan sahabat atasan nya yang gerak-gerik nya sangat lah mencurigakan di awal. terutama di saat Evelina atasan mereka ini sedang terbaring koma di rumah sakit antara hidup dan mati.
Amora kembali menutup pintu dari luar, dan meninggalkan tempat itu.
sekarang hanya Evelina,Alex dan Verna saja di dalam ruangan.
Evelina memutar kursi kebesaran nya dengan santai, mau bagaimana pun karakter Evelina yang versi apa pun sangat cocok duduk di singgasana seperti ini.
kalau dulu ia terkesan cantik,lembut dan ia nampak terlihat seperti ratu kebaikan dengan segala welas asih nya, seperti melihat sosok dewi kwan im...lemah lembut namun punya kekuatan yang sangat dahsyat
tapi Evelina yang sekarang lebih mirip pada sosok dewi Athena yang sangat cantik dan tangguh, sangat sulit mencari kelembutan di sorot wajah nya..
Jujur Alex merasa Evelina semakin cantik saja dan sebetul nya Verna pun merasakan hal yang sama, perempuan bernama Evelina ini terlihat semakin mempesona dan itu membuat Verna merasa iri
'untung saja tak ku biarkan Alex pergi sendiri kesini..' bathin Verna..
"Selamat datang..Tuan Alex Jezen dan Nona Verna Amaurin..presiden Jezen group dan sekretaris nya yang sangat setia.." senyum Evelina..
ia bangkit dari kursi kebesaran nya dan mempersilahkan dua orang untuk duduk di sofa yang memang telah tersedia di ruangan nya.
"ayo silahkan duduk.."
Alex dan Verna pun segera duduk, di ikuti Evelina di sofa seberang meja. Ia menyilangkan kaki nya dengan santai..
"pasangan kekasih yang sangat romantis.." kata Evelina saat melihat Alex dan Verna duduk berdekatan di sofa seperti pasangan pengantin.
Alex buru-buru bergeser, Verna memang terlalu agresif, merasa kalau Alex adalah milik nya.
"hentikan Evelina.."sungut Verna karena merasa kesal lebih tepat nya ia kesal karena Alex bergeser. Kalau saja Evelina tak berkomentar seperti ini pasti Alex tak akan menjauh duduk dari nya seperti sekarang ini, menyebalkan..
Evelina sebetul nya hanya bekomentar karena merasa lucu saja, tidak ada kecemburuan lagi dalam hati nya melihat Alex dan Verna bersama.
Malah sekarang ada yang aneh, dulu Alex adalah yang tertampan di mata nya, dan sekarang pun Alex masih tetap tampan tak ada yang berubah hanya saja mengapa tak semenarik dulu lagi..? Dan aneh nya Evelina merasa Alex kalah jauh dari paman nya Eric, ups..Evelina jadi mulai menbanding-bandingkan keponakan dan paman ini.., buru-buru Evelina menepis nya. Kenapa dia malah jadi teringat Eric?
"Ada keperluan apa, presdir Alex dan sekretaris nya datang?" tanya Evelina
"Evelina..aku ini masih suami mu, hentikan memanggil ku secara formal.." protes Alex, entah mengapa ia sakit hati mendengar nya.
Evelina tersenyum hambar..
"kita sedang dalam proses perceraian suami ku sayang.." balas Evelina santai
ada yang melonjak di hati Alex saat Evelina memanggil nya sayang, entah kenapa ada banyak kerinduan di hati nya.
"Evelina..." Alex kehabisan kata..
"apa pantas seorang istri yang sudah menggugat cerai suami nya masih memanggil sayang..?" timpal verna sirik
"diam lah, Verna. Jangan memperkeruh ! Evelina masih istri ku, aku dan dia masih punya urusan sekarang" Alex kesal pada Verna
"aku tidak suka..aku ini calon istri mu !!!" Verna tak kalah kesal, muka nya langsung merah padam karena marah.
Evelina langsung tertawa terbahak-bahak...,Evelina fikir si kuntilanak belang sudah menunjukkan belang nya sekarang..
bagi Verna apa lagi yang harus di pura-pura? Evelina sudah tau semua nya..
Alex sebetul nya datang kemari masih ingin berbicara baik-baik pada Evelina maka nya ia ingin datang sendiri, dan jika tidak bisa di perbaiki maka ia akan langsung mengurus semua dokumen agar jatuh ke tangan nya. Namun Verna malah mengacau kan nya. Kelihatan nya Verna sudah terlanjur ketahuan begini jadi ia tak mau lagi melepaskan Alex.
walau pun saat Alex keburu berpisah dan Alex tak mendapatkan hak kuasa Evelina dan juga Milley group tapi paling tidak Alex masih lah pemilik Jezen group perusahaan besar yang sangat kaya dan elite. dan Verna tak mau melepaskan itu ia tetap harus menjadi istri sah Alex sang pemilik perusahaan besar. Ia harus jadi istri seorang presdir dengan bangga.
Lalu dokumen kepemilikan rumah Evelina pun ada di tangan Alex, kediaman mewah yang ia dambakan..ia harus menjadi nyonya besar seperti yang ia cita-citakan.
Alex merasa mengapa Verna jadi menyebalkan. Ia seakan ingin makan sendiri tanpa memikirkan Alex.
"langsung saja..apa urusan kalian datang kemari?" tanya Evelina..
Alex pun tak tau lagi mau menjawab apa, isi kepala nya ambyar sudah gara-gara kelakuan Verna.harus nya sejak awal wanita ini tak perlu ikut kemari
"Video itu kau sudah menghapus nya apa belum?" sambar Verna
Evelina tersenyum penuh arti mendengar nya
"Video itu milik ku.., jadi itu urusan ku..mau menghapus nya atau tidak" kata Evelina dengan tatapan mengejek Verna
"tapi dalam video itu adalah kami dan kau merekam nya tanpa izin" Verna melotot kesal
"siapa suruh kalian melakukan nya dalam kamar ku.apakah perlu izin untuk aku merekam sesuatu yang terjadi di kamar pribadi ku sendiri?" tanya Evelina sinis
Verna menelan saliva nya kasar, ia kehabisan kata-kata. Evelina yang sekarang memang sangat-sangat berbahaya..!
"Alex,sangat kebetulan kau datang.." kata Evelina..ia bangkit dari sofa menuju meja kerja nya dan kembali lagi dengan map di tangan nya.
Evelina menyerahkan nya ke Alex,dan setelah Alex membuka nya lagi-lagi Evelina memberi nya surat cerai..
"tanda tangani..." kata Evelina seraya menunjuk bolpoin di atas meja sofa.
Alex selama ini sangat menunggu perceraian nya dengan Evelina namun dalam kondisi Evelina yang sudah tiada dari dunia, namun dengan kondisi Evelina yang masih hidup berpisah dari nya, Alex benar-benar tak rela.
jika bercerai di saat Evelina mati, Alex bisa mendapatkan semua kekuasaan dan kekayaan Evelina. dan Alex juga tak perlu melihat Evelina lalu lalang lagi di atas dunia,habis perkara.
namun jika Evelina bercerai dengan Alex dalam keadaan masih hidup begini, pertama sudah pasti Alex tak mendapatkan kuasa yang di idamkan nya lalu Alex harus rela melihat Evelina hidup tapi bukan jadi milik nya, Evelina hidup sendiri dan tak bersama nya.Evelina menjadi orang asing dan yang lebih menyebal kan bukan tak mungkin Alex harus rela melihat Evelina bahagia dengan pria lain.