Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 36


Beberapa jam yang lalu sebelum Verna datang kemari, Eric sudah meminta orang nya untuk menemui Evelina untuk memberi kan barang pemberian Eric.


Dua-tiga hari sebelum nya orang yang Eric tugas kan untuk menyelidiki gerak-gerik Verna melaporkan kalau Verna datang ke tempat pembuatan racun ilegal di kota bawah tanah.


Eric segera turun dan mengurus orang nya, walau pun Eric sengaja membiarkan Verna mendapatkan racun nya tapi ia juga tetap mencari orang yang lebih hebat untuk membuat penawar racun nya


Eric sengaja ingin mengikuti alur sampai di mana permainan orang-orang licik ini dalam bersenang-senang.


orang Eric sudah memberikan Evelina penawar racun sebelum nya untuk Evelina jaga-jaga karena wanita berbisa seperti Verna akan datang kapan saja menemui Evelina. dan benar saja ia datang secepat kilat setelah racun ia dapat.


sebelum Verna datang sebetul nya Evelina sudah minum penawar yang di berikan Eric, maka nya Evelina bisa dengan santai menenggak minuman beracun yang Verna berikan.


Verna mengira ia menang karena bisa mempermainkan Evelina tapi pada kenyataan nya ia yang sedang di permainan oleh Evelina.


mata Verna berbinar sempurna saat melihat Evelina berhenti minum namun minuman nya sudah tandas setengah


"aku sangat senang kau meminum nya Evelina sahabat ku" Verna berkata dengan terharu, wajah nya bisa saja ia setting terharu tapi sorot mata nya adalah sorot kelicikan seseorang yang sedang bersorak menang.


namun secara tiba-tiba Evelina melempar kan sisa air dalam botol itu ke lantai...


"Evelina..apa yang.." Verna tak mengerti


namun Evelina dengan sinis mendekat pada nya.


"kau mencoba meracuni aku kan?" seringai Evelina dengan mengerikan


"apa yang kau katakan Evelina..?" Verna pura-pura tak mengerti


"apakah kau sangat menginginkan Alex dan begitu mendambakan harta kekayaan ku?" cecar Evelina lagi dengan dingin


"Evelina aku tak faham maksud mu.." Verna terus mencoba berlagak bodoh


"sudah berapa ratus kali kau dan Alex berhubungan badan?" tanya Evelina langsung


Verna mendelik di buat nya..


"dasar murahan.." maki Evelina sadis.


Verna mendengar nya langsung bangkit dengan marah..


"Evelina kau menuduh ku sepicik itu?" pekik Verna, ia tak mau mengaku. masa' iya diri nya harus ketahuan sebelum waktu nya di saat ia belum memiliki apa-apa.


kalau benar Evelina mendesak nya dan ia akhirnya mengaku maka kemungkinan besar nya sudah pasti rencana Alex gagal dan ia yang pasti di hukum Alex atau bisa jadi di bunuh Alex. tidak ini tidak boleh terjadi...batin Verna panik


"jadi ini alasan mu membenci ku dan menjauhi ku Evelina..???" Verna berusaha mempertahan kan diri dengan mengulur-ngulur waktu.


"anggap saja begitu" jawab Evelina


"Evelina, kau bahkan tak punya bukti. bagaimana mungkin kau menuduh ku merayu Alex sedangkan kau adalah sahabat ku. Alex itu atasan ku Evelina..dia suami sahabat ku sendiri, suami mu...mana mungkin aku sejahat itu" pekik Verna mulai menangis dengan air mata buaya nya.


"aku terima tuduhan mu jika memang kau ada bukti nya..." Verna menangis dengan menghiba


"aku tidak punya bukti" kata Evelina santai


"lalu kenapa kau tega menuduh ku?" tanya Verna pilu. Dalam hati Verna senang karena Evelina ternyata tidak memiliki bukti perselingkuhan nya dan Alex.


"tidak perlu bukti, cukup aku dan kamu sendiri yang tau bukan kah lebih seru" seringai Evelina mengerikan.


Verna cepat-cepat menggamit tas nya , ia harus pulang dulu untuk mencari solusi terbaik selanjut nya untuk menghadapi Evelina. saat ini mental Verna bahkan merasa shock karena Evelina langsung menguliti nya hidup-hidup di sini


"Evelina, tuduhan mu tak berdasar.." kata Verna


Evelina hanya menatap Verna dengan angkuh..


"Evelina dengar... aku tidak mencoba meracuni mu, aku tidak berselingkuh dengan Alex dan semua yang kau tuduhkan itu" kata Verna menegaskan sekuat tenaga...


Sekali lagi Evelina hanya menatap nya tak bergeming. Verna melihat Evelina yang sangat aneh dan mengerikan jadi nya ia buru-buru pergi meninggalkan kediaman Evelina detik itu juga.



💙💙💙💙💙💙


Sepanjang perjalanan pulang Verna terus berusaha menghubungi Alex namun seperti nya Alex sedang sibuk dengan kerjaaan nya.hal ini makin membuat Verna merasa panik...ia tak punya tempat mengadu saat ia ketakutan dan risau begini.


tuuut tuuut tuuut...nada yang sama keluar saat Verna berusaha menelepon Alex.


setengah jam kemudian Verna sudah sampai di apartemen nya, ia gugup karena Alex belum juga menghubungi nya.


satu jam kemudian saat Verna sudah hampir mati berdiri terus menghubungi Alex akhir nya pria itu mengangkat panggilan telepon nya.


📞


"ada apa sayang? Kau kangen pada ku?" tanya Alex mesra, ia sudah tak sabar ingin mendengar cerita tentang kunjungan Verna hari ini menemui Evelina. Alex ingin tau apakah Evelina meminum racun nya?


"Alex ini darurat, ini sangat darurat" pekik Verna di balik telepon


Alex tak mengira ia harus mendengar Verna sepanik ini, ada apa memang nya


" Alex dengar kan aku, Evelina itu gila.." suara Verna mulai gemetar


"sayang tenang lah, apa yang tejadi.." kata Alex beusaha menenangkan Verna si selingkuhan kesayangan nya ini


Verna pun menceritakan apa yang di alami nya tentang hari ini saat ia bertemu Evelina, tentang Evelina yang mengetahui perselingkuhan dan juga tentang racun yang di bawa Verna hari ini.. tentu saja Alex tercengang di buat nya


"dari mana dia tau?" Alex mulai gusar


"mana aku tau...aku juga hampir gila memikirkan nya, Alex" Verna setengah terpekik


"Evelina itu gila !!! dia tahu minuman itu beracun tapi ia tetap menenggak nya dengan tenang..! Sebetul nya dia itu Evelina atau hantu..?" Verna bergidik ngeri hanya dengan mengingat nya saja.


"besok aku akan pulang dan mengurus nya, jangan takut dulu...jika Evelina saja bilang ia tak ada bukti artinya itu kemungkinan hanya halusinasi nya saja.." Alex menenangkan Verna


"halusinasi? maksud mu? Verna tak mengerti


"coba kau ingat, ketika Evelina baru bangun dari koma ia bahkan menampar wajah ku karena ia bermimpi aku selingkuh, aku yakin ada yang tak beres dengan otak nya efek kecelakaan itu" tebak Alex..


Verna yang awal nya mulai panik berangsur tenang sedikit.


"Alex,pergi lah nanti ke rumah sakit dan cetak rekam medis Evelina, periksa kejiwaan nya apakah ia gegar otak atau bagaimana. karena jika dia terbukti ada gangguan pada saraf otak nya maka kau punya peluang untuk menggantikan Evelina dalam memegang kendali segala kekuasaan milik nya..." titah Verna dengan licik


Alex mengerti, benar juga...jika ternyata Evelina mengalami gangguan pada saraf otak dan mengganggu kejiwaan nya maka Evelina tidak punya alasan lagi untuk terus boleh berdiri di garda kepemimpinan dalam mengurus perbisnisan dan sebagai nya.


Secara tidak langsung Alex lah yang akan memiliki semua nya karena istri nya telah mengalami sakit jiwa...