Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 25


Tanpa menunggu waktu lagi, Eric langsung menelepon Adrian. Ia menyuruh Adrian menemui nya di villa sekarang juga.


Saat Adrian sampai,Eric langsung menyodorkan nya dengan surat kabar hari ini


Adrian membaca nya"ISTRI ALEX JEZEN MALIQWE BANGKIT DARI KOMA SECARA MENGEJUTKAN.."


Adrian tentu tau berita yang sedang heboh di kalangan pebisnis ini. Tapi apa maksud Eric memberikan pada nya yang artinya Eric berniat membahas nya, bukan nya selama ini Eric tak pernah mau peduli dengan anggota keluarga Jezen karena Jezen adalah anak dari istri simpanan Tuan Maliqwe, papa nya Eric.


"istri Alex itu pasien mu kan?" tanya Eric secara mengejutkan


Adrian masih belum mengerti, awal nya ia kira Eric akan membahas Jezen tapi kenapa malah jadi nya menbahas menantu nya Jezen?


"Evelina Milley, dia pasien mu kan?" tanya Eric lagi


Adrian menautkan alis..


"kau mengenal Evelina, kau tau dia pasien ku? Aku bahkan tak pernah mengatakan pada mu" Adrian merasa sangat heran.


"kalau aku cerita kau juga pasti sulit mempercayai nya tapi ini betul-betul tak terduga.." kata Eric dengan serius


"aku mengenal Evelina dan bahkan mengetahui kalau dia pasien mu adalah lewat mimpi ku" kata Eric menekan kan intonasi nya agar Adrian mendengar perkataan nya dengan jelas


"apa?" Adrian mengerutkan alis nya tak percaya


"iya, aku bertemu dengan Evelina dalam mimpi, dan itu terjadi berkali-kali,sangat aneh bukan? Kau pasti sulit mempercayai nya, aku juga sama. Tapi itu lah yang terjadi kenyataan nya" kata Eric lagi, ia juga merasa ini sangat aneh dan mustahil.


Eric pun menceritakan secara detail pertemuan nya dengan Evelina di alam mimpi, lalu Eric juga menceritakan bagaimana arwah Evelina mengetahui kejahatan-kejahatan orang di sekeliling nya yang selalu berpura-pura baik hanya untuk memanfaat kan dan memperalat nya saja. Eric pun menceritakan bagaimana terakhir kali pertemuan nya dan Evelina hingga evelina bangun dari koma nya seperti saat ini.


Adrian mendengar nya walau mustahil terjadi namun ini sangat lah masuk akal. Karena Adrian juga selama ini tahu kebusukan-kebusukan orang di sekitar Evelina yang selalu Alisha curigai . Namun selama ini Adrian kesulitan untuk terjun membantu Alisha karena minim nya bukti yang akurat untuk melawan orang-orang jahat nan licik itu.


"percobaan pembunuhan berkali-kali.." lirih Adrian


"kau percaya kan?" Eric mencecar Adrian


"ya" jawab Adrian singkat namun mantap


"ini memang terdengar gila..namun aku tak tau mengapa semua ini nyata ada nya" kata Eric


dua orang diam beberapa saat


"aku akan pergi memenuhi undangan keluarga Jezen kali ini" ujar Eric pada Adrian.. karena secara khusus keluarga Jezen akan mengadakan acara besar untuk menyambut menantu nya yang sadar kembali dari koma, apalagi Evelina adalah bagian dari serikat Investor besar. keluarga Jezen sudah pasti mengundang Eric yang adalah putera bungsu Maliqwe yang terhormat.


"siapkan asisten terbaik khusus untuk ku, aku tak mungkin membawa mu kan.." pinta Eric yang merasa Adrian bukan lah orang yang bisa ia kenalkan ke tempat sembarangan. Bagi Eric privasi Adrian adalah hal utama yang tidak boleh di ganggu siapa pun juga. Adrian adalah sahabat sekaligus senjata terkuat nya.


Adrian mengangkat alis nya yang menawan, ia merasa suprise karena biasa nya sejak dulu Eric tak akan pernah mengotori diri nya sendiri untuk datang ke acara besar seorang Jezen si manusia tamak nan rakus itu.


Adrian menatap Eric beberapa saat lalu berkata


"jadi kau sudah benar-benar ingin menampakkan wujud mu di acara besar Jezen? Jangan lupa dia saudara tiri yang kau benci. Aku takut kau merasa mual seperti kata mu dulu setiap menerima undangan dari Jezen.." Adrian mengingat kan dengan santai


Adrian tentu tau, ia Asisten Eric sekaligus sahabat nya. memang nya apa lagi yang tidak ia ketahui mengenai Eric?


Adrian mengingat-ingat sudah ratusan kali Jezen mengundang Eric, namun baru kali ini Eric bersedia datang.


"oke..aku akan mempersiapkan jadwal kedatangan mu ke acara itu dengan baik" kata Adrian lugas


"jadi apa tujuan besar mu?" tanya Adrian


Eric tersenyum samar..


"kau tau, aku datang untuk Evelina.."ujar Eric seraya kembali menenggak minuman nya dengan sekssih..


"kau mau mencuri istri orang?" selidik Adrian


"aku tidak se-murah itu.." Jawab Eric judes, seraya menatap Adrian dengan kesal.


Adrian meninggalkan Eric yang sejak tadi kerasan bersandar di meja bar tengah ruangan, kemudian Adrian duduk di sofa dengan santai nya.


Eric jika di turutkan hati nya ia juga tak mau datang ke acara Jezen. Kita sudah tau bagaimana benci nya Eric pada Jezen.., bukan hanya karena Jezen anak pelakor, namun juga karena Jezen bersikap sombong dan congkak sedari kecil karena menyadari ia adalah anak dari Tuan Maliqwe yang hebat,terkenal dan tersohor. Jezen sejak dulu tumbuh menjadi anak yang tidak tau diri, membully teman di sekolah dan selalu sok berkuasa di mana pun ia berada.


dan sekarang kali ini Eric tahu sesuatu, pantas saja dalam beberapa tahun ini keluarga Jezen tetap kaya raya dan Jezen group begitu sangat bagus di mata bisnis negara,walau pun tanpa harus merangkak ke pewaris Maliqwe lain nya seperti biasa Jezen yang dulu. padahal biasa nya Jezen akan merangkak kepada Eric dan pewaris Maliqwe lain nya.. Karena Jezen akan tumbang dan tidak akan pernah bertahan lama sedari dulu. Karena sejati nya Jezen itu tidak bisa apa-apa dalam perbisnisan, ia bodoh sama dengan ibu nya yang pelakor itu. Tau nya hanya ngabisin duit saja.


'pantas saja mereka tenang-tenang saja selama beberapa tahun belakangan ini, ternyata ada pewaris Milley yang menopang nya..' batin Eric..


Eric segera menyusul Adrian yang sedang duduk di sofa, dan kemudian ia ikut duduk di sebelah Adrian..


"untung lah Evelina bangun..kalau tidak mungkin akan sangat kasihan pada Alisha adik nya itu..," lirih Eric. Adrian hanya diam saat mendengar nama Alisha pacar nya di sebut


Eric menatap Adrian..lalu berkata


"kau ingat Alisha kan? Pasti kau kenal dan ingat..dia kan adik nya Evelina pasien mu.." kata Eric lagi, karena seingat Eric dalam mimpi pun Adrian berkomunikasi baik dengan Alisha.


"ya..Alisha pacar ku" jawab Adrian apa ada nya


"hah?" Eric jelas saja kaget, ia tak pernah tau Adrian siapa pacar nya meskipun mereka bersahabat.


"pacar ku...Alisha itu pacar ku" Adrian mengulang nya lagi.


Eric betul-betul tercengang, dua orang sahabat ini entah bagaimana konsep nya, mereka bahkan tak pernah bercerita masalah percintaan.


"kenapa kau terkejut?" tanya Adrian cuek


"kenapa aku tak pernah tau?" Eric malah balik nanya..


"kenapa harus tau?" Adrian malah membalas nya dengan pertanyaan lagi..