
Hari itu di PM group kota J di negara tetangga..,Ervin sedang bersama Hardy patner kerja membahas perihal panggilan dan email yang masuk dari perwakilan Milley group.
"Milley group ya..?" Ervin memikirkan sesuatu
"bukan kah itu perusahaan besar pemilik aliansi Investor terbesar di negara sebelah,kota Yuangyi" Hardy nampak tau sesuatu
"ya,aku juga pernah mendengar nya" balas Ervin..apalagi berita akhir-akhir ini sangat hangat hingga merambah ke negara tetangga seperti ini
"namun aku baru tau kalau pemilik nya memilik hubungan kekeluargaan yang cukup erat dengan istri ku, Irene.." kata Ervin
"apakah anda akan pergi..?" tanya Hardy
"tentu saja, aku juga terhitung belum pernah ke kota Yuangyi. Saat terbang ke negara tetangga aku hanya pernah mendatangi lain tempat.." ujar Ervin apa ada nya
"seingat ku, pengusaha muda yang sangat kau gemari itu bukan kah berasal dari kota Yuangyi juga..?" Hardy mengingat-ingat cerita Ervin pada nya beberapa waktu lalu
Ervin mengingat nya
"keturunan termuda dari keluarga Maliqwe yang terpandang..." lanjut Hardy
"iya benar..." Ervin meng-iyakan
"namun si Bungsu Maliqwe itu sangat jarang mengangkat diri nya ke permukaan dan terhitung jarang menetap di kota asal nya Yuangyi.." Ervin berbicara tentang Eric
"kapan kau akan berangkat, aku akan membantu mengatur nya agar kau tak kerepotan" tawar Hardy, karena seingat nya pekerjaan Ervin memang cukup padat akhir-akhir ini.
"aku akan bertanya pada Irene dulu perihal keberangkatan nya nanti aku akan menghubungi mu" kata Ervin pada Hardy.
"oke..aku akan mempersiapkan kapan saja" balas Hardy
ERVIN FAREL PERMANA si pewaris tunggal PM group, Si berondong kece di Novel "SENSEI"
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Tuan Henra kamran merasa suprise dengan kabar keluarga Milley yang memghubungi nya, ia terakhir kali bertemu saat masih sekolah menengah dengan Zakly lalu mereka putus kontak. Terakhir kali saat Zakly telah tiada ia di hubungi oleh orang tak di kenal yang mengaku sebagai orang kepercayaan nya..ya itu lah Mister Moldan Silalahy.
Saat kematian nahas Zakly dan istri nya. Saudara nya Paman Poi benar-benar tak pernah mempublish nya ke luar, apalagi menghubungi keluarga ia terkesan sembunyi dan menutup diri karena takut hak asuh anak Zakly jatuh ke tangan keluarga lain yang membuat ia tak bisa menikmati harta peninggalan Zakly, paman Poi memang ingin menikmati nya seorang diri.
Mister Moldan lah yang mencari kerabat dan menghubungi perihal kematian Zakly.lalu saat keluarga itu menghubungi balik termasuk Tuan Henra, Mister Moldan tidak pernah mengaktifkan nomor itu lagi.
Mister Moldan mengetahui ada keganjilan pada kematian atasan nya Zakly Milley jadi ia tak ingin keluarga dan kerabat Milley di lain tempat malah akan ikut celaka, karena Mister Moldan tau orang jahat yang sudah mencelakai Zakly pasti akan juga mencelakai pihak keluarga lain yang masuk ke dalam urusan keluarga Milley. Walau Mister Moldan tak tau siapa orang nya tapi Mister Moldan tau mereka sangat kejam dan serakah.
Sekarang Tuan Henra Kamran mendapat kabar generasi sepupu nya menghubungi nya, ia sangat senang..
"kau datang lah Irene, bantu mereka..." kata Tuan Henra bersemangat
"baik lah..dengan senang hati ayah.." senyum Irene.., ia juga sangat penasaran dengan kerabat nya yang berada di belahan dunia yang lain itu.
Sementara itu di kota Yuangyi, Eric turun tangan bersama Adrian untuk membuka kasus kejahatan Paman Poi dan bibi Mony, kerabat Evelina dan Alisha yang rakus dan berhati keji itu.
"Hari ini aku ingin turun sendiri" kata Eric
"ya, aku juga..aku sangat tak tahan ingin melihat raut ketakutan mereka" kata Adrian.
Eric dan Adrian segera menyuruh anak buah mereka menculik dan menyeret Paman Poi dan bibi Mony dan mereka menunggu di sebuah gudang kosong tak terpakai. anak buah Eric sudah di tugaskan untuk sengaja membuat gudang nya terkesan mengerikan seperti ada bekas pemban-taian sebelum nya.
Paman Poi dan Bibi Mony yang sedang akan pergi liburan di sergap dan di bawa. Mereka panik dan ketakutan..
ketika dua orang ini melihat dua pria bertopeng hitam yang menyeramkan sudah menunggu mereka di sana. Pasutri ini gemetaran...
"siapa kalian..?" tanya Paman poi
bibi Mony sudah mau menangis.
dua orang ini jika tanpa uang untuk membayar pembunuh berdarah dingin maka mereka berdua pasutri ini hanya lah seperti pasangan bodoh biasa yang sangat bagus untuk di takut-takuti
"kalian kerabat Evelina Milley kan?" tanya Eric dengan suara yang di buat se-aneh mungkin
Adrian rasa nya mau tertawa di balik topeng nya, bagaimana pun menakuti pasutri pengecut ini sama seperti nenakuti anak kecil saja.
"i..iya.." jawab Bibi Mony cepat, mereka fikir jika mengakui bahwa mereka kerabat sehebat keluarga Milley maka orang-orang tak di kenal ini akan melepaskan nya
"oh kebetulan sekali.." kata Eric
"aku adalah musuh besar Evelina Milley,dengan begini jika aku membunuh kalian aku akan bisa membuat hati Evelina hancur dan itu sangat menyenangkan bagi ku, aku musuh terbesar keluarga Milley" kata Eric dengan intonasi horor.
"a-apa?" Bibi Mony tergagap
"tunggu dulu.." paman Poi sudah gemetar..
"tapi kami tidak setulus itu dengan Evelina, kami bahkan membenci mereka sama seperti mu" kata Paman Poi buru-buru
"apa bukti kalau kau membenci nya?" tanya Eric mengintimidasi seraya memegang dan memain-main kan pisau lipat di tangan nya..
Paman Poi dan Bibi Mony ketakutan,mereka sangat cinta dunia, mana mungkin mereka mau mati begitu saja...?
"a..aku bahkan pernah berencana ingin membunuh Evelina.." tegas paman Poi
"aku tidak percaya..." balas Eric
"hei..apa kau percaya..?" tanya Eric pada Adrian
"tidak.." jawab Adrian
"jangan banyak tanya, bunuh saja mereka" usul Adrian dengan nada dingin..
Paman Poi bergidik, wajah bibi Mony sudah memucat. paman Poi melirik darah kering di sekitar lantai dan senjata yang ada noda darah...ia sangat ketakutan, orang-orang ini pasti pembunuh yang kejam..
"kau harus percaya.., aku sangat membenci keluarga Milley..." kata Paman Poi
"bahkan jika kau mau aku akan bekerja sama dengan mu" paman Poi sedikit menyeringai ia seperti menemukan teman baru untuk menghancurkan Evelina..
"maksud nya..?" tanya Eric..
"kau mungkin tak akan percaya bahwa aku lah yang membunuh Zakly Milley dan istri nya" paman Poi langsung mengakui nya
tangkapan bagus dalam hati Eric dan Adrian
"mana mungkin kau membunuh kerabat mu sendiri..!?" pancing Adrian
"ini hanya alasan saja kan? agar kami membebaskan kalian..?" lanjut Adrian lagi
"kalau begitu bagaimana, aku tak punya waktu..." Eric meminta pendapat Adrian
"bunuh saja..." kata Adrian cepat..