Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 65


Setelah Verna pergi tinggal lah Alex dan Evelina saja di depan gedung kantor petugas. Evelina merasa tak ada urusan lagi dengan Alex jadi ia langsung berbalik pergi, tapi Alex malah memanggil nya..


"Evelina..tunggu" panggil nya pelan


Evelina menoleh..


"ada apa..?" tanya Evelina tak berekspresi..


"aku minta maaf pada mu.." lirih Alex


"untuk...?" Evelina mempertanyakan maaf nya Alex kali ini untuk apa? karena bukan kah kesalahan Alex sudah terlalu banyak bermacam-macam dan sangat fatal. Jadi maaf untuk kesalahan yang mana?


ya, Alex juga sadar akan hal itu, kesalahan nya pada Evelina memang tak terhitung jumlah nya.


"untuk semua nya, mungkin kata maaf pun tak akan bisa menebus segala kesalahan ku pada mu" kata Alex perlahan


"memang betul perkataan mu itu,tidak salah sama sekali... permintaan maaf mu beribu-ribu kali pun tak bisa menebus nya. lagi pula aku sama sekali tak butuh permohonan maaf mu" respon Evelina pedas


Alex tertawa getir..


"Evelina..,sekarang aku sadar, yang paling mencintai ku dengan tulus dan apa ada nya hanya lah kau seorang Evelina, selama ini aku terlalu di butakan oleh nafsu dan kekuasaan" Alex benar-benar menyesal...


kali ini Evelina yang gantian tertawa getir


"apa kah misi mu meminta maaf pada ku sama seperti orangtua mu, berharap agar kejayaan kalian kembali seperti semula? Sayang nya...aku tidak bersedia mengabulkan nya..." Evelina berkata apa ada nya...tanpa beban


"tidak...aku tidak berharap demikian.." jawab Alex pasrah..


"aku juga tak habis fikir pada kau dan keluarga mu Alex, entah kesenangan hidup seperti apa lagi yang kalian dambakan!? Kekuasan Milley? Kalian mau itu..hhhhh seandai nya kalian lebih menyayangi ku dengan tulus tanpa berniat mencelakai ku maka kau tau aku juga sangat tulus menyayangi kalian.." lirih Evelina serius


"Seandai nya cinta mu tulus pada ku maka kau tak perlu susah payah merebut kekuasaan Milley dari tangan ku karena aku akan sangat rela memberikan nya untuk orang yang tulus mencintai ku,Alex... tapi aku tak menyangka kau malah berselingkuh dan berencana menyingkirkan aku dengan begitu sangat kejam.." Evelina berkata dengan jujur..


Alex terkesiap, Evelina begitu baik pada nya. Ia tak mengira Evelina pernah berencana demikian ,ia yang salah karena terlalu rakus dan termakan hasutan Verna Amaurin hingga ia tak sabar ingin menguasai semua nya secara utuh. Sekarang semua telah terlanjur, jangan kan mendapatkan kekuasaan Milley bahkan kejayaan Jezen group pun harus lepas dari tangan nya begitu saja. Alex benar-benar menyesal..., ia sadar tak ada wanita yang sungguh-sungguh mencintai nya selain Evelina. Semua wanita yang mendekati nya sudah pasti karena ia kaya dan ber-uang.., itu saja.wanita yang hanya menginginkan uang sudah pasti Verna Amaurin adalah yang termasuk salah satu nya kan.


Alex menyesal mengapa ia bisa begitu bodoh menyerahkan seluruh cinta nya pasa Verna Amurin dan mengabaikan Evelina Milley istri nya.


"..ya, aku memang pernah memiliki harapan yang besar dengan mu, harapan yang sangat indah.., dulu aku begitu sangat mencintai seorang pria bernama Alex Jezen..dan sangat-sangat mencintai nya, hingga aku berencana mencintai nya sampai akhir dunia , aku bahkan berencana suatu saat ingin mencari sosok Alex Jezen itu ke dunia berikut nya...agar aku bisa terus saling menjaga dengan nya..." Evelina saat mengatakan nya ia tak bisa memungkiri ia ingin menangis..tapi ia tahan dan tetap terlihat tenang


Alex yang mendengar nya, hati nya semakin terasa di sayat-sayat dengan kejam...


"saat aku hamil anak kita, aku merasa harapan ku itu sangat indah, hingga akhir nya kau dan selingkuhan mu membunuh anak itu..membunuh harapan itu, kalian bahkan mencoba membunuh ku, hingga aku sadar..ternyata hanya aku yang memiliki harapan besar untuk kita bedua...tapi kamu tidak..., harapan mu ada bersama wanita lain.., Alex kau tau harapan ku yang indah dengan mu itu sekarang telah sirna...dan tak lagi bersisa.." setelah Evelina mengatakan nya ia merasa lega dan seakan semua itu memang benar-benar sirna dan tak pernah ada sebelum nya.


"Evelina.." hanya itu yang bisa keluar dari mulut Alex..


"kenapa kau harus mengatakan nya..?" lirih Alex kemudian


"jika seperti ini mungkin ke depan nya aku tak akan bisa melanjutkan hidup tanpa mu Evelina.." lanjut Alex parau..


"memang itu yang aku harapkan,Alex..aku senang kau tak bisa hidup tanpa ku di saat aku malah sudah bisa hidup tanpa mu" kata Evelina datar...


jujur saja melihat Evelina yang tanpa ekspresi, Alex sakit sekali. Dulu wajah Evelina ini begitu manis dan teduh setiap menatap nya. Namun sekarang saat Alex menatap bola mata Evelina, Alex benar-benar merasa tak ada diri nya lagi di sana..itu sungguh sakit tak terkira, Alex tak tau kesakitan macam apa yang ia derita saat ini...


lalu detik berikut nya Evelina berbalik pergi tanpa menoleh pada Alex lagi..dan Alex saat ini tak ada kekuatan lagi untuk menahan langkah kepergian Evelina dari nya...


diam-diam setelah berbalik pergi Evelina menyeka airmata di sudut mata nya...bagaimana pun Alex adalah pria yang sangat ia cintai selama tiga tahun terakhir ini dan pria itu telah mengkhianati diri nya dengan begitu sangat kejam. tentu saja kesakitan bertubi-tubi tersebut masih terasa di dada Evelina, tapi setelah pertemuan hari ini Evelina merasa hati nya plong.., dan setelah Evelina menghapus airmata nya saat ini, Evelina pun tersenyum dengan sangat cerah...Evelina tau di depan nya hari-hari baru telah menanti nya untuk merajut harapan-harapan indah selanjut nya...Selamat tinggal Harapan yang telah sirna..


kini Harapan Nan sirna itu benar-benar telah sirna tertelan hari esok yang cerah dan indah...


Setelah Evelina pergi Alex hanya bisa memandangi punggung Evelina yang kian makin menjauh dari nya. Ada perasaan ingin memeluk tapi itu tak akan mungkin lagi ia dapat kan...


Alex tak bisa lagi menahan perih di hati nya, bulir air mata nya luruh tak terbendung.tenyata di tinggalkan Evelina rasa nya sesakit ini...!!??


apakah kalian ingin mengenal pria terbodoh di dunia? Ya itu aku..Lirih Alex di dalam hati..


dan satu kenyataan yang terlambat Alex sadari setelah Evelina pergi..satu kenyataan itu adalah bahwa Alex sangat mencintai Evelina sepenuh hati nya. Alex akhir nya pergi dari tempat itu dengan air mata yang kian membanjir...