
"Tuan Yongki Aljanro, silahkan tunjukan pada mereka laporan pendataan resmi yang aku minta kau untuk membawa nya tadi" kata Evelina pada pria yang berkacamata putih dan berpakaian rapi dengan jas abu tua lengkap yang ternyata adalah Tuan Yongki Aljanro pengacara pribadi keluarga Milley. Pria itu terlihat sangat cakap di usia paruh baya nya.
Tuan Yongki menunjukkan lampiran yang di bawa nya dan langsung membaca kan nya.
"menurut pen-dataan..Di sini tertera harta keluarga Jezen sebagian adalah milik keluarga Milley. dan jika Nona Evelina Milley mau di bisa saja menuntut hak rumah ini atas nama diri nya" kata Tuan Yongki Aljanro secara mengejutkan
"bagaimana bisa.." teriak Nyonya Jezen histeries
"Evelina itu adalah orang lain, rumah ku ini sudah ada sebelum dia masuk ke keluarga kami, ini adalah rumah resmi milik Keluarga Jezen !!!" Nyonya Jezen sangat kesal sampai mata nya melotot menjadi-jadi seperti hantu yang baru saja bangkit keluar dari kuburan.
"tapi sangat maaf sekali nyonya Jezen.." kata Tuan Yongki Aljanro
"di sini juga tertera laporan resmi bahwa rumah ini sudah pernah di buat jaminan ke bank oleh suami anda dan putera anda.. Lalu Nona Evelina lah yang telah menebus nya kembali dengan menggunakan uang keluarga Milley" lanjut Tuan Yongki Aljanro dengan tenang dan penuh wibawa.
"apa???" Nyonya Jezen hampir gila mendengar nya, kepala nya langsung berdenyut dan tengkuk nya terasa di hantam palu godam besar..
"apa benar itu Alex?" tanya nyonya Jezen, mata nya sudah hampir berkunang-kunang karena terlalu kaget
Alex terdiam sesaat, ia hanya bisa membisu sekarang.
"maaf ma,waktu itu sebelum aku menikah dengan Evelina,perusahaan sedang sulit jadi aku dan papa tak punya pilihan lain lagi selain meminjam uang ke bank dan rumah ini menjadi jaminan nya. namun ternyata cara terakhir kami ini pun belum bisa mengatasi krisis perusahaan.dan untung nya ada tawaran pernikahan, dan setelah aku menikahi Evelina aku bisa meminta nya untuk menolong ku keluar dari permasalahan rumah ini" jawab Alex jujur.
lihat lah, jika di cermati betapa tak tau malu nya suami seperti Alex ini. benar-benar air susu di balas dengan air comberan..
nyonya Jezen ingat saat itu kenalan nya yang adalah paman Poi dan bibi Mony menawarkan pernikahan dengan puteri mendiang keluarga Milley dan Alex pun saat mengetahui siapa orang nya ia pun langsung setuju dan meminta pernikahan secepat nya di laksanakan.ternyata Alex mengalami kesulitan jadi ia berharap gadis dari keluarga Milley ini bukan cuma bisa mengatasi krisis perusahaan Jezen tapi juga bisa membantu nya untuk menyelesaikan permasalahan kediaman pribadi Jezen yang sudah terlanjur tergadaikan.
"bagaimana? Masih mau mengatakan aku tak ada hak?" kata Evelina dengan senyuman di sudut bibir nya.., ia sangat mempesona luar biasa.
"Evelina kalau kau punya hati nurani, jangan begitu perhitungan. Bukan kah selama ini kau menjadi keluarga Jezen dan di perlakukan dengan baik oleh kami.." kata nyonya jezen dengan tidak tau malu..
"ya benar keluarga Jezen sangat baik pada ku,namun sayang sekali semua nya palsu" lirih Evelina dengan raut sedih
"apa?" nyonya Jezen kaget, kenapa Evelina bisa menebak kalau perlakuan baik mereka selama ini semua hanya lah palsu??? Evelina ini hantu atau bukan? Padahal selama beberapa tahun ini Evelina tidak pernah protes dan hanya dengan bodoh nya terus menerima perlakuan baik itu dengan senang hati.
baru saja Evelina menampilkan raut sedih tapi tiba-tiba ia terkekeh lagi
"lepaskan dia.." tekan Evelina pada orang-orang Alex..
orang-orang Alex masih ragu, dan setelah Alex memberi isarat untuk melepaskan nya baru lah mereka melepaskan Ismilia.
dua orang bodyguard segera menjemput dan memapah Ismilia dengan sopan menuju ke arah mereka.
saat Ismlia sudah hampir berada di depan Evelina, dengan cepat Evelina bangkit dan menyambut nya.
Ia merapikan rambut Ismilia, melihat Ismlia yang tegar sama sekali tak menangis, Evelina terharu sampai mengeluarkan airmata di sudut mata nya
"maaf kan aku Ismilia.." lirih Evelina
"semua ini salah ku..,aku berhutang besar pada mu" lanjut Evelina lagi seraya menggenggam kedua tangan Ismilia yang terasa masih gemetar.Pelayan ini pasti sangat ketakutan sekali tadi..
Ismilia tak mengerti dengan ucapan Evelina.., ia melihat Evelina yang terus tersenyum tulus pada nya..
"tapi tenanglah, mulai sekarang kau akan ikut dengan ku, tak hanya menjadi orang kepercayaan pribadi ku..,tapi juga akan ku anggap kau sebagai saudara ku. aku akan menjamin mu tak akan ada orang yang berani mengusik mu selama berada dalam wilayah ku" kata Evelina seraya menggenggam kuat kedua bahu Ismilia
"ayo kita pulang..ke rumah mu yang seharus nya" ajak Evelina seraya merangkul Ismilia
Evelina berkata lagi kepada nyonya Jezen.."oh iya,jika kalian masih ingin menuntut Ismilia, silahkan hubungi Tuan yongki Aljanro. aku yakin malah kalian yang akan membusuk di penjara" sinis Evelina seraya berbalik pergi membawa Ismilia bersama nya, di ikuti Amora,Tuan Yongki Aljanro dan dua bodyguard pria di belakang nya melangkah dengan tegap,kuat dan patuh.
Setelah Evelina dan orang-orang nya pergi,Nyonya Jezen merasa kepala nya pusing tujuh keliling ia hampir jatuh dan langsung di papah Alex putera kesayangan nya dan Verna si menantu idaman.
Sepanjang perjalanan Ismilia berfikir, apa maksud perkataan nona Evelina ini? tentang Semua yang adalah salah nya? lalu punya hutang yang besar itu apa maksud nya?
Ismilia juga memikirkan tentang perkataaan Evelina bahwa yang masuk ke ruangan pribadi nya Tuan Alex adalah diri nya bukan Ismilia.
Ismilia tersentak..sesaat Ismilia berfikir apakah kerasukan itu nyata ada nya? Saat kejadian itu kebetulan nona Evelina sedang koma di rumah sakit, apakah Evelina meminjam tubuh nya? Pantas saja di hari kejadian itu Ismilia berfikir seluruh tubuh nya terasa aga aneh.
Namun Ismilia buru-buru menepis pemikiran gila nya, ini sangat konyol.mana ada kejadian seperti itu ya kan? itu hanya ada di dalam film dan cerita horor.
Tapi apa pun itu bagi Ismilia apa pun kejadian yang sebenar nya jika memang begitu maka ia tidak akan pernah menyesali nya. Ismilia malah merasa senang dan rela jika ia ternyata berada di pihak orang yang benar meskipun harus di pukuli hingga mati sekali pun.