Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 63


Nyonya Jezen setelah kejadian menggemparkan yang menimpa keluarga nya ini, ia berniat menemui Evelina secara langsung. Face to face..!!


Hari ini ia terburu-buru mencegat Evelina di depan Milley group.., saat itu Evelina baru kembali dari meeting bersama Amora.


"Evelina, ini mama.." kata nya dengan lembut menampilkan wajah penuh kasihan seraya mencekal tangan Evelina agar Evelina tidak pergi.


Evelina dengan malas menatap wanita tua yang keji serta rakus ini.


Amora bingung menatap Evelina, maksud nya harus bagaimana? namun Evelina meng-isarat kan agar Amora masuk duluan saja.


Amora pun segera berlalu dari sana meninggalkan Evelina bersama nyonya Jezen.


"Evelina tolong ingat-ingat lagi hubungan kita mertua dan menantu selama beberapa tahun ini ,kita begitu akrab..apa kau lupa?" nyonya Jezen berkata dengan tidak tau malu


Evelina tentu tau seberapa hangat mertua nya ini sebelum ia tau kalau semua itu hanyalah kepalsuan belaka yang sangat lah memuakkan.


"nyonya..jangan mengganggu ku" Evelina melirik tangan nya yang di pegang kuat oleh nyonya Jezen saat ini, ia merasa sangat risih...


"Evelina, ayo kita perbaiki semua nya...atas nama keluarga Jezen mama meminta maaf pada mu, mama akan meminta agar papa memohon maaf pada mu juga.. dan mama akan secara khusus meminta Alex memohon maaf pada mu, mama yakin Alex juga sangat menyesali semua ini. Sama seperti hal nya dengan mama..., mama menyesal.." nyonya Jezen menghiba sepuas hati nya


Evelina mendengar nya entah kenapa sangat mual. memang nya siapa itu mama? Siapa itu papa??? apa nyonya Jezen ini gila, bukan kah antara mereka sudah tidak ada hubungan baik.apakah nyonya Jezen ini lupa terakhir kali ia bersama suami nya si Tuan jezen itu menyiksa dan memaksa Evelina di gedung kosong


"maaf nyonya..aku tak mengerti apa maksud mu?" kata Evelina, padahal sekali dengar saja Evelina tau si nyonya ini takut jatuh miskin hingga ia bahkan rela memohon pada Evelina yang sangat tak pernah ia sukai sejak dulu. Ia bahkan rela mengorban kan harga diri nya demi kejayaan hidup yang sangat di dewa kan nya selama ini.


Saat mobil Verna melewati Milley Group karena penasaran ingin mengintai kemenangan Evelina, ia malah melihat nyonya Jezen sedang berbicara dengan Evelina di depan Milley group jadi nya ia buru-buru turun dari mobil untuk mengetahui ada apa yang di bahas dua orang.


"Kau dan Alex pasti bisa memulai semua nya dari awal,mama yakin kalian bisa melupakan semua permasalahan ini. Sejak dulu mama tau kau dan Alex adalah pasangan yang cocok ketimbang si Verna Amaurin itu. Alex pasti tak keberatan jika harus memutus kan hubungan dengan si Verna itu.." kata nyonya Jezen berusaha mengambil hati Evelina.


dan tak di sangka Verna yang baru tiba mendengar apa yang nyonya Jezen katakan..


"oh..begitu ya...?" Verna begitu emosi


nyonya Jezen merasa kaget dengan kedatangan Verna, namun Evelina merasa kalau bakal ada tontonan yang sangat seru sekali.


"hei nyonya..kau fikir aku juga masih sudi bersama dengan Alex putera mu yang sekarang sudah miskin. Aku juga mana sudi !!" pekik Evelina


"Sejak awal harus nya Alex tak perlu memilih mu!! Jika Alex tak berhubungan dengan mu tentu nya pernikahan Alex dan Evelina tak akan hancur seperti ini" Nyonya Jezen menyalahi Verna, seperti tak sadar diri saja si nyonya Jezen ini.


Evelina sudah eneg mendengar nyonya Jezen yang sok berpihak pada nya saat ini. Waduh kemarin kemana saja mertua yang kata nya baik hati ini??? Kenapa baru sekarang memihak Evelina?


"heiii nyonya..aku juga menyesal sudah berhubungan dengan keluarga kalian kalau tau kalian bakal jadi miskin begini.." kata Verna sinis


"Alex sudah banyak rugi selama ini memanjakan mu.." sungut nyonya Jezen


"aku juga rugi, sekarang Alex miskin dan aku kesulitan memulai hidup ku karena di cap sebagai selingkuhan nya, aku di cap sebagai pelakor, itu akan menyulitkan hidup ku ke depan nya.." oceh Verna


"itu resiko kau sendiri" sahut nyonya Jezen sengit


"oh tidak bisa, aku akan menuntut kompensasi pada kalian karena nama ku ikut tercemar" kata Verna, terdengar aneh memang ia berbuat tercela tapi terkesan tak ingin di hakimi, jelas-jelas ini lari dari kenyataan nama nya..


"kompensasi apa nya? Jangan gila kamu Verna.." nyonya Jezen sangat emosi, kejayaan keluarga Jezen sedang porak poranda, si Verna Amaurin ini malah meminta kompensasi..? Sangat tidak masuk akal kelakukan nya.


Evelina yang merasa percakapan dua orang di depan nya sudah ngalor ngidul, langsung melangkah pergi meninggalkan mereka..


"hhh..aku tidak ikut-ikutan.." gumam Evelina.


gara-gara perdebatan masalah kompensasi, nyonya Jezen dan Verna tak menyadari kepergian Evelina..mereka terus berdebat seperti orang gila.


"sudah aku mau pergi, aku tak ada urusan dengan kompensasi yang kau ingin kan" nyonya Jezen buru-buru meninggalkan tempat itu tapi Verna mengejar nya


"tidak bisa, kalian harus tanggung jawab! aku terseret dengan masalah kalian, aku tidak terima!!" Verna meneriaki nyonya Jezen dari belakang..


Sosok nyonya Jezen dan Verna yang terlihat menjauh, Evelina berdiri di pintu utama Milley group menatap mereka dengan Jesika sang sekretaris di sisi nya..


"rasain..." kata Jesika keceplosan dan buru-buru menutup mulut nya..,bagaimana pun ia sudah lama kesal pada sosok Verna Amaurin itu


tapi saat kata-kata nya yang barusan keluar itu membuat nya merasa tak enak pada Evelina atasan nya


"maaf miss.." Jesika nyengir


"tidak apa-apa..santai saja.." kata Evelina seraya tersenyum...


"soal nya saya memang udah lama sebel sama sahabat Miss itu..." kata Jesika akhir nya.


Evelina mengangguk perlahan, ia mengerti ternyata semua orang sudah menyadari bagaimana buruk nya sahabat begitu juga suami nya selama ini. Evelina menyesal mengapa ia baru menyadari semua nya sekarang. sementara ia begitu mempercayai dan menyayangi tapi orang-orang sudah tak menyukai orang-orang kepercayaaan dan kesayangan nya itu sejak lama. Kadangkala Evelina berfikir kecelakaan yang menimpa nya bukan lah musibah ynag besar tapi justru awal dari ia menjemput kebahagiaan nya.


Karena jika ia tidak kecelakaan lalu koma maka ia tak akan pernah tau betapa jahat nya orang-orang terdekat nya..suami nya,sahabat nya, mertua nya juga paman dan bibi nya...