Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 22


Keesokan hari nya setelah selesai mengurus segala prosedur rumah sakit,Evelina segera bersiap pulang ke rumah.


Alisha membantu nya berkemas, Adrian juga menunggui mereka sejak tadi.


Verna tentu tak tinggal diam, ia merasa Evelina kemarin sangat mengerikan, Verna tak mau kalau sampai ia malah lebih dulu di tendang sebelum mendapatkan tujuan nya. Jadi ia datang mengambil hati Evelina agar bisa mengantar pulang bersama-sama.


"hai Evelina..bagaimana perasaan mu hari ini?" tanya Verna ramah berusaha bersikap biasa saja


Evelina mengangkat kelopak mata nya, entah Verna salah lihat atau tidak sepintas tadi ia dengan jelas melihat sorot mata Evelina yang terlihat mengerikan.


"sangat baik.." jawab Evelina seraya tersenyum penuh arti pada Verna.


karena merasa ada Verna di sini,Evelina sengaja bermanja-manja dengan Alex agar Verna makin kepanasan.


saat mereka menuju ke parkiran pun Evelina sengaja menggandeng lengan Alex dan bersandar di lengan pria itu dengan manja seperti pasangan anak muda yang kasmaran. Seperti dunia hanya milik nya dan Alex saja.


Sebetul nya jika saja bukan untuk membalas kan permainan dua orang licik ini,Evelina juga malas nempel-nempel ke Alex. Sebetul nya Evelina sudah sangat jijik setengah mati sama Alex suami nya ini.


Verna yang berjalan di belakang,mengamati punggung Evelina dan Alex dengan kesal, jelas sekali mereka membuat Verna sebagai umpan nyamuk di belakang mereka.


Sampai di parkiran..


"kak aku akan mengikuti mu di mobil belakang" kata Alisha, ia berencana menemani sang kakak sampai rumah.


"baik lah.." jawab Evelina


"apakah tidak apa-apa sendiri?" tanya Evelina lagi


"tidak apa-apa" jawab Alisha


Lagi-lagi Evelina menoleh jahil ke pada Verna


"Verna, bagaimana kalau kau ikut mobil Alisha?" Evelina menyaran kan


apa? Verna sontak mau marah tapi ia tahan, jadi maksud nya Evelina mau dua-dua an saja dengan Alex,begitu?


"ayo Verna ikut mobil ku saja, biarkan kak Velin ingin berduaan dengan suami nya, sampai kapan kau mau terus-terusan mengganggu mereka" sindir Alisha


Verna berusaha menahan emosi nya karena Alisha lagi-lagi mengejek nya dengan sindiran yang pedas persis seperti tadi malam.


kalau sudah begini Verna sangat menyesal kenapa tadi ia tidak bawa mobil sendiri dan malah pergi bersama Alex.


Alex sedang membuka pintu depan mobil dan Verna mencari-cari arah bola mata Alex apakah sedang melihat ke arah nya, ternyata saat mata mereka bersibobrok, Verna memberi isarat lewat bola mata nya agar Alex membantu nya


"sayang, biarkan Verna dengan kita, biasa nya juga begitu. Mungkin dia gak enak sama Alisha mereka tidak pernah dekat kan" kata Alex akhir nya mencoba membantu Verna


"jadi kau mau Verna mengganggu moment kebersamaan kita?" balas Evelina cuek


"bukan Evelina...sayang, kamu kan tau sendiri kalau Verna sekretaris ku, ia terbiasa bersama kita sejak awal" kata Alex lagi mencoba ber-negosiasi


Evelina menghela nafas panjang..


ia dengan sangat jelas menyatakan bahwasa nya membiarkan Verna selalu bersama mereka adalah kebiasaan yang buruk.


"kebiasaan yang buruk sangat tidak baik, aku merasa ke depan nya harus ada perubahan" kata Evelina seraya berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah di buka Alex sejak awal. Biasa nya posisi di depan di sisi pengemudi itu adalah tempat Verna, wanita gatal itu selalu di sisi Alex dan Evelina selalu di kursi penumpang, tapi sekarang Evelina sudah duduk di kursi depan yang artinya nanti Evelina di samping Alex dan Verna yang ada di belakang.


Verna mata nya hampir keluar saat melihat Evelina yang sudah mengambil kursi depan. Namun belum sempat ia berfikir lagi, Alisha sudah menggamit tangan Verna untuk ikut mobil nya. Mau tidak mau Verna hanya pasrah dengan raut wajah yang tak rela.


"biarkan saja, jangan suka mengganggu pasangan suami istri.." lagi-lagi Alisha menyindir nya. Wajah Verna langsung berubah warna, rasa nya ingin sekali ia merobek mulut Alisha saat ini juga.


Verna sudah duduk di dalam mobil Alisha dan menatap tak rela pada mobil Alex yang ada di depan nya.


"mobil ku juga enak kok, gak kalah enak nya sama mobil nya Alex.." kata Alisha penuh arti


"hanya saja, mobil ku ada jampi-jampi nya..kalau ada perempuan gatal yang menumpang maka dia akan gatal-gatal juga kulit nya seperti kena kudisan.." lanjut Alisha dengan jahil.


Verna sontak menatap Alisha dengan sengit, Alisha hanya balas menatap Verna dengan santai dan berkata lagi


"tenang saja, jampi-jampi nya hanya ber-efek pada perempuan gatal saja, jika kau tidak termasuk maka jangan takut, santai...saja" Alisha menyunggingkan senyuman nya pada Verna.


Verna memandang Alisha tak berkedip, ia kesal sekali sama gadis satu bernama Alisha ini. Bagi Verna Ia dan Evelina kakak nya itu sama-sama menyebalkan.


"apa yang kau tunggu?" tanya Alisha saat melihat Verna tak bergerak


"apa maksud mu?" tanya Verna judes


"pasang sabuk pengaman mu Nona.., bagaimana aku bisa langsung jalan jika penumpang ku saja belum taat aturan." balas Alisha seraya menunjuk Verna yang sedari tadi belum juga memasang sabuk pengaman nya sendiri.


"kau mau kita mati beku di parkiran?" Alisha menekan kan dengan nada sinis


Setelah Verna memasang sabuk pengaman, Alisha pun segera menjalankan mobil nya. tidak ada yang bersuara sepanjang perjalanan..., dua orang sama-sama saling membenci jadi jangan berharap ada nya komunikasi yang bagus di antara mereka.


'lihat saja, kalau aku berhasil membunuh kakak mu si Evelina itu nanti, aku tak akan melepaskan mu saat aku jadi Nyonya besar maka kau orang pertama yang akan aku hancurkan...' bathin Verna seraya melirik Alisha dengan sadis. Hati nya benar-benar di penuhi dendam kesumat, ia benar-benar sakit hati oleh ulah Alisha pada nya.


'berani sekali gadis kecil bodoh ini bermain-main dengan ku.." umpat Verna di dalam hati nya.


Alisha diam-diam melirik juga ke arah Verna, dari raut muka Verna, Alisha dapat melihat betapa wanita tak tau malu ini sedang mereka-reka dendam dan kebencian pada nya.


'dasar wanita siluman..' batin Alisha


'di fikir nya aku takut apa? Dia fikir aku gak tau kalau dia selama ini adalah pelacuur nya Alex si bajingan brengsekkk itu'


mobil Alisha terus melaju mengikuti di belakang mobil Alex yang membawa Evelina di dalam nya.


Verna yang terus menatap mobil Alex hati nya sakit sekali, ia iri, cemburu luar biasa.


Visual Alisha Milley dan Evelina Milley