Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 41


Akhir nya setelah di sepakati, Alex pun di suruh meminta maaf kepada Evelina. Alex mencoba menelepon Evelina berkali-kali namun Evelina tak kunjung menjawab nya, saat Alex sudah panik dan mulai berkeringat dingin, pesan dari Evelina pun masuk. Ting!!!


✉️ "silahkan bicara lewat pesan saja, aku tak ada waktu menerima telepon orang-orang tak penting seperti kalian" tulis Evelina


Alex hanya tersenyum pahit membaca nya. Ia kemudian mencoba menulis pesan untuk Evelina tapi Alex pun tak jua merasa puas dan akhir nya ia mengirim pesan suara...


"Evelina..sayang maafkan aku..." kata Alex memelas.


ini adalah kesepakan bersama,sementara ini Alex harus membujuk dan bermanis-manis pada Evelina demi keselamatan bersama.untuk saat ini Tuan Jezen dan yang lain nya menyuruh Alex mengalah dahulu pada Evelina.


"sayang..Evelina, tentang video itu aku benar-benar sangat meminta maaf pada mu, aku yang salah.sungguh aku benar-benar minta maaf.aku akan menjelaskan nya.mungkin kau tak akan percaya kalau video itu di ambil saat aku sedang mabuk, aku dan Verna khilaf melakukan nya. Kami awal nya sudah ingin jujur pada mu, tapi mengingat kau yang baru sembuh kami tak tega. Verna sudah lama ingin meminta maaf pada mu. Itu terjadi di luar dugaan, karena Verna sedang menemani ku yang mabuk-mabukan karena memikirkan mu yang sedang koma saat itu, aku yang memaksa nya Verna,aku mabuk...aku membayangkan mu Evelina"


"Evelina..kau pulang lah dulu, aku akan siap menerima hukuman mu seberat apa pun dari mu.tapi ku mohon jangan gugat perceraian.aku tidak mau berpisah dari mu. aku tau kau mendekati paman Eric semata-mata hanya ingin membalas ku perihal kesalahfahaman ini.., sayang..percayalah video itu jelas-jelas terpotong dan tidak lengkap dan aku jelas-jelas mabuk saat itu..., sayang tolong pulang lah dulu, aku mohon mari kita bicara"


Saat Evelina mendengar pesan suara itu, ia tersenyum masam.bisa-bisa nya pria ini terus mencoba berdusta?


di bilang video nya terpotong,jelas saja Evelina sendiri yang memotong nya.Evelina rasa nya ingin tertawa terbahak-bahak.mereka sangat kentara idiot nya.


segala bilang sedang mabuk, mereka fikir Evelina hanya punya sepenggal video itu saja.jelas-jelas Evelina punya video full nya yang menunjukkan mereka sama sekali tidak mabuk kala itu, dua orang bahkan berbincang tentang perebutan pengalihan kekuasaan dengan begitu angkuh dan tak tau malu.lalu apakah itu mabuk ha ha sangat lucu dan tak masuk di akal.


Saat menit berikut nya nomor Evelina mendial ponsel Alex, orang-orang ini langsung berbinar.ter-lebih-lebih lagi Alex


mereka ini mengira kalau Evelina sudah terbujuk rayu Alex,mereka mengira Evelina sudah memakan umpan.


📞


"Evelina sayang..." sahut Alex cepat


tak ada jawaban,hanya gelak tawa kecil Evelina di sana..Alex merasa heran


"Alex, kau mencoba merayu ku?" tanya Evelina santai..


"aku...bersungguh-sungguh.." kata Alex lembut


"bersungguh-sungguh membodohi ku kan?" balas Evelina


"Evelina aku tulus pada mu" kata Alex lagi


tak ada jawaban dari Evelina, suasana diam tanpa suara, hanya gemerisik telepon saja


"Alex.." panggil Evelina


"..ya" sahut Alex cepat


"apa kau tak sadar kalau kalian itu sangat idiot" cibir Evelina


"apa maksud mu" Alex sangat tersentak dengan pernyataan Evelina ini


"siapa yang kau maksud?" Alex merasa kesal dengan cibiran Evelina


"kau dan selingkuhan mu juga kedua orang tua mu..kalian semua sangat idiot" kata Evelina tanpa alang-alang...


Alex yang sejak awal sengaja memasang speaker ponsel nya agar pembicaraan nya bisa di dengar bersama tentu saja perkataan Evelina langsung membuat Tuan dan nyonya Jezen begitu juga Verna merasa sangat geram mendengar nya. Evelina mengatai mereka semua idiot, kurang ajar sekali wanita satu ini..!


"Evelina.aku berbicara baik-baik pada mu mengapa kau malah memancing emosi ku sekarang" kesal Alex


"Alex, apa kau fikir aku hanya punya video perselingkuhan mu dan Verna sepenggal itu saja..?" terdengar suara Evelina tertawa


Alex mulai was-was dengan maksud perkataan Evelina kali ini.


"dengar kan baik-baik...aku punya semua video bukti nya Alex, bahkan aku lah yang barusan memotong video yang ku kirim pada kalian itu.aku punya lengkap nya..Alex..aku lah pemilik file resmi nya. jadi kau jangan membuat ku tertawa dengan rayuan-rayuan maut mu yang murahan seperti barusan. itu terdengar sangat konyol,Alex. Kau nampak terdengar bodoh.." Evelina tertawa terbahak-bahak setelah nya.


Alex tentu saja langsung begitu emosi di buat nya, Alex merasa sangat terhina mendengar Evelina mencemooh nya sedemikian rupa.


Alex menghela nafas kasar..untuk sekarang tak ada lagi yang perlu di pura-purai kan? untuk sekarang berlagak baik pun sudah percuma, jadi Alex pun langsung berkata ke inti nya.


"Evelina, sekarang aku tanya apa mau mu?" tanya Alex dengan intonasi yang kesal.


"harus nya aku yang bertanya, apa mau kalian?bukan kah kalian yang lebih dulu berupaya mengusik ku?" sahut Evelina tanpa tekanan, ia terdengar sangat santai namun juga sangat kuat.


"baik lah..kami tidak akan menekan mu lagi, papa ku akan mengentikan niat nya yang ingin klarifikasi di media sosial..." kata Alex akhir nya.


"lalu?" tanya Evelina lagi


"kau juga jangan pernah berfikir untuk menyebarkan video itu di mana pun, kalau bisa kau hapus video itu sekarang juga.." Alex mencoba tawar menawar dengan Evelina


"tergantung..." jawab Evelina


"tergantung apa?" cecar Alex


"tergantung sikap kalian kepada ku.." seringai Evelina di balik telepon..


"jadi ke depan nya kalian bersikap baik lah..bye.." lanjut Evelina seraya mematikan langsung sambungan telepon nya secara sepihak.


Alex belum sempat berkata lagi untuk membalas perkataan Evelina namun sambungan telepon malah sudah terputus begitu saja, Alex yang merasa kesal pun langsung membanting ponsel nya begitu saja ke lantai


praaak...!!! Terdengar bunyi ponsel yang bertabrakan kuat dengan lantai marmer..


di saksikan Tuan Jezen,nyonya Jezen dan Verna yang ketiga-tiga langsung terhenyak akan sikap spontan nya Alex ini. mereka bertiga hanya diam tak berani protes apa pun.


di saat Alex dan yang lain nya sedang merasa risau dan panik dengan kelakuan Evelina, namun Evelina malah dengan santai nya melanjutkan refreshing nya yang sempat terganggu tadi oleh para sekelompok manusia keji dan tak berhati nurani itu.