
Beberapa hari ini Hennza mengurung diri nya di kamar, orangtua nya takut ia melakukan hal-hal di luar nalar. Ternyata di hari berikut nya ia keluar kamar dan memutuskan untuk pergi keluar negara.
Selama ini ia begitu menyukai Eric melebihi dosis nya.namun tak menyangka kali ini ia bertemu lawan yang mengerikan seperti Evelina Milley.tatapan mata wanita itu seakan-akan bisa saja melenyapkan hidup nya.
Rupa nya beberapa hari ini Hennza mengurung diri bukan karena merajuk kesal pada Eric seperti biasa nya tapi Hennza mengurung diri karena lebih kepada takut dengan ancaman Evelina.
Saat pelayan memeriksa kamar nya, patung kristal berbentuk Eric sudah ia hancurkan dengan tongkat golf hingga berhamburan.
Hennza takut kalau-kalau wanita bernama Evelina itu akan memarahi nya terkait Patung kristal berbentuk Eric Lamount Maliqwe ini. Jadi sebelum Evelina mengetahui, Hennza pun memilih menghancurkan nya. Jika di tela'ah halusinasi gadis bernama Hennza ini terlalu berlebihan.
Sebelum Hennza pergi ia meminta pelayan menyingkir kan semua foto Eric di kamar nya. Ia masih sangat menyukai Eric dan ia takut jika ia terus berada di negara ini ia akan terus makin menyukai Eric dan wanita bernama Evelina Milley itu tidak akan melepaskan nya atau malah akan melukai nya.
Kedua orangtua Hennza Tuan dan Nyonya Yudistira hanya bisa menuruti saja kemauan puteri tunggal nya. Mungkin dengan begini Hennza bisa segera lepas dari kegilaan nya pada putera bungsu keluarga Maliqwe.
Hennza sekarang sudah berada di Bandara keberangkatan Internasional, dan saat Hennza sudah melangkah pergi menyeret koper nya masuk ke rute keberangkatan dan menghilang di belokan di saat yang bersamaan di rute masuk para penumpang yang baru tiba dari luar negeri, seorang wanita cantik melangkah di antara kerumunan orang-orang, postur nya cantik dan sangat menawan dengan rambut hitam panjang. Kacamata lebar hitam nangkring di wajah cantik nya.di lihat sepintas saja ia nampak terlihat sangat terpelajar.tak hanya itu juga sosok nya terlihat sangat kuat dan sangat tangguh, jelas-jelas tak mudah di jatuhkan.
Siapa kah dia? Dia adalah Keerany Samantha, gadis yang pernah menjadi pacar Alex Jezen Maliqwe, sebelum Alex bertemu dengan Evelina. Keerany yang sudah putus dengan Alex di masa kuliah nya memilih meneruskan belajar nya di luar negara, negara Feddar. Keerany terus menekuni bidang nya sebagai psikolog di sana selama beberapa tahun lalu tinggal menetap di negara Feddar tersebut. Dan sekarang Keerany baru memutuskan untuk kembali lagi ke tanah air.
💙💙💙💙💙💙💙
Kekuatiran Evelina ternyata memang benar ada nya, satu minggu setelah nya Verna yang tak puas hati karena merasa tak bisa melawan Evelina secara langsung jadi nya ia berencana mengganggu Alisha.
Verna fikir dengan diri nya mengganggu Alisha maka Evelina akan merasa terusik dan tidak fokus lagi.
Verna membayar beberapa preman. Ia berjanji akan membayar mahal beberapa preman itu untuk mengganggu Alisha, ia menyuruh para preman memperk0sa Alisha saja, tak perlu sampai membunuh dan melukai.dengan begitu Evelina akan menyaksikan Alisha yang putus asa dan di landa kehancuran.
Suatu hari saat Alisha baru saja pulang dari seminar di perbatasan kota, di tempat yang sepi ia malah di cegat beberapa orang dengan mobil jeep bewarna gradakan.
Alisha di seret dari mobil nya dan di masukkan paksa ke dalam mobil Jeep gradakan tersebut.
Untung lah saat Alisha sempat ketakutan di dalam mobil ia sempat memencet nomor paling atas nomor kontak milik Evelina.
Merasa ada yang tak beres dengan panggilan Alisha di ponsel nya yang tiba-tiba mati dan tak ada respon setelah di telepon balik, maka Evelina pun buru-buru melacak alat penyadap yang sudah sempat Evelina pasang di ponsel Alisha.
Eveline merasa arah jalan Alisha bukan lagi rute yang biasa adik nya ini lewati, ini sudah jelas melenceng, pasti sesuatu telah terjadi pada Alisha. Siapa di antara musuh nya yang berlaku begini klise..? Bathin Evelina.
karena Evelina merasa tindak kejahatan penculikan ini adalah prilaku yang sangat klasik, ide model lama.
Evelina membuka kontak telepon di ponsel nya dan langsung menghubungi Adrian
📞
"Adrian kau di mana?" tanya Evelina pada Adrian saat telepon nya tersambung.
"aku baru saja akan pulang kak.." jawab Adrian yang nampak bersiap di parkiran rumah sakit
"apa?" Adrian kaget bukan kepalang.
tak lama Evelina mengirimkan lokasi pada Adrian dan ia juga segera bersiap-siap..
"kalian mau bermain cara kotor ini pada ku" seringai Evelina seraya meraih outher nya dan berjalan keluar dari ruangan.
💙💙💙💙
Adrian sudah membawa beberapa orang bersama nya, karena ia adalah asisten kepercayaan Eric jadi nya ia punya andil besar dan memiliki banyak anak buah di bawah nya. Artinya Anak buah Eric juga adalah anak buah Adrian.
Adrian bergerak tergesa seraya membuka dua kancing kemeja milik nya dan melemparkan jas nya ke dalam mobil secara sembarangan. Adrian bersama orang-orang nya segera bergerak menuju lokasi.
Sementara itu Alisha sangat ketakutan, tangan nya di ikat ke atas dengan tali. sebagaimana pun seberani-berani diri nya tetap saja di depan nya ini adalah delapan orang preman bertubuh besar dan aroma parfume nya sangat pekat membuat Alisha merasa mual..
Mereka mulai memaksa Alisha. dua orang mengunci Alisha dan satu lagi memaksa membuka kaki kedua kaki Alisha.
Alisha pasti faham apa yang terjadi? Mereka akan memperk0sa nya? Alisha merasa tak mengenal orang-orang ini
Alisha kesulitan berteriak salah satu pria ini sudah membekap dan memplaster mulut nya tadi. Alisha sudah benar-benar menangis sekarang, habis lah diri nya jika para preman gila ini berhasil memperko-ssa nya saat ini
"seseorang tolong lah aku..." pekik Evelina di dalam hati..., ia memejamkam mata nya dalam-dalam berusaha menguat kan diri..
namun tiba-tiba salah satu preman terdengar berteriak dan suara gedubuk jatuh mengejutkan nya, hingga Alisha membuka mata.
delapan preman itu di gasak habis-habisan oleh orang-orang yang di bawa Adrian. Salah satu jatuh ke hadapan Adrian, dan dengan kejam Adrian menginjak dada nya hingga berteriak kesakitan. Untunglah jarak rumah sakit tempat Adrian dengan perbatasan kota tak begitu jauh, jadi nya Adrian dan orang-orang nya bisa datang lebih cepat dengan mengendarai tiga mobil sport.
"Alisha kau tidak apa-apa?" Adrian segera membuka lakban yang menutupi mulut Alisha..
Alisha langsung menangis, Adrian pun buru-buru membuka tali pengikat nya...
Alisha langsung menangis dan masuk ke dalam pelukan Adrian...
"aku takut Adrian.." kata Alisha terpekik..
"tenang lah ada aku..." bisik Adrian, ia juga tak tau apa jadi nya jika sampai terlambat datang.
Beberapa preman kesakitan dan di di bekuk namun tiga oranglain nya hendak kabur dan di tahan oleh Evelina yang baru tiba bersama bodyguard nya.