Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 57


belum sampai satu bulan berlalu, tiba-tiba Jezen group mengalami penurunan saham secara drastis, Para Investor di Jezen group yang berada di bawah aliansi Milley mulai memutar haluan, dan tentu nya kita tau itu tidak lah sedikit jumlah nya. Alex dan keluarga Jezen mulai kelabakan. Mereka sadar siapa lagi yang bisa melakukan ini kalau bukan Evelina.


"Evelina apa yang kau lakukan?" teriak Tuan Jezen di telepon hari itu


"kalian yang mulai duluan bermain-main dengan ku" cibir Evelina seraya menutup sambungan telepon nya.


Saat ini Alex dan keluarga Jezen masih bisa cukup bernafas karena dari keseluruhan para Investor dan Relasi dari lima puluh persen nya masih mau bekerja sama dengan Jezen group. Selama beberapa tahun terakhir Alex sudah menciptakan hubungan yang cukup baik dengan para relasi jadi mereka para relasi ini dan beberapa investor tidak mungkin menghentikan kerjasama secara sepihak dengan Jezen group tanpa alasan yang jelas.mereka juga tak mau terkesan jahat dan tidak konsisten dalam berbisnis. Dalam perhitungan terakhir ini keadaan Jezen group yang tersisa adalah lima puluh berbanding lima puluh persen saja.


Beberapa minggu terakhir Evelina merasa kecapean menghadapi orang-orang gila ini, Ya keluarga Jezen adalah komplotan gila di tambah si gila Verna Amaurin calon menantu nya itu.


Evelina pusing juga ia saat ini harus menjatuhkan Jezen group yang sudah terlanjur ia naikkan,ia harus melenyap kan Jezen group, perusahaan yang sudah terlanjur ia besarkan mati-matian. Ini sama saja seperti dengan ia sendiri yang sudah lelah-lelah membangun banteng besar,kuat dan kokoh lalu kemudian ia sendiri pula lah yang harus menghancurkan nya seorang diri.


Evelina mengalami kecemasan dan ia takut benar-benar menjadi orang gila karena nya,apalagi ia pernah terbentur cukup parah ketika kecelakaan terakhir kali terjadi.


"Lish..apa kau tau ada kenalan psikiater yang terbaik..?" tanya Evelina..


"ya tuhan, apa kakak ku sudah stres dan mau gila?" kata Alisha heran


"sudah jangan banyak bicara,tanyakan pada Adrian apakah ia punya kenalan seorang psikolog yang bagus" pinta Evelina


"aku ingat baru-baru ini Adrian bilang di rumah sakit tempat nya bekerja ada seorang psikiater yang bagus, dia lulusan dari kota Feddar" Alisha teringat karena teman Adrian pernah datang kesana setelah di rekomendasikan oleh Adrian tempo hari.


"apakah itu bagus?" tanya Evelina lagi


"bukan kah yang bekerja di rumah sakit itu bukan lah orang-orang sembarangan, aku yakin psikiater itu juga pasti termasuk yang terbaik, kak" jawab Alisha yakin.



Evelina



Alisha


💙💙💙💙💙💙


Evelina mendatangi rumah sakit dan bertemu dengan psikiater yang di maksud. Keranny Samantha..


Saat Keranny melihat kedatangan Evelina ia tersenyum, dan ia langsung tau siapa ini..


"Nona Evelina Milley?" sapa nya


"kau kenal aku?" Evelina kaget karena ia baru sekali ini melihat sosok cantik psikiater bernama Keranny Samantha ini, belum pernah sebelum nya..benar-benar baru sekali ini. Apalagi kata nya psikiater ini baru pulang dari luar negeri.


"tentu saja aku mengenal mu, kau mantan istri Alex Jezen.." kata Keranny


"kenalkan aku Keranny Samantha.." Keranny mengulurkan tangan nya


Evelina pun segera menerima uluran tangan dan mereka berjabat tangan dengan ramah..


"aku mantan pacar Alex.." kata Keranny santai


Evelina mengangkat alis nya, wanita cantik ini sangat blak-blakan sekali, fikir Evelina.


"jangan kuatir, aku di pihak mu" kata Keranny seraya tersenyum


"..thanks.." Evelina suprise


Evelina takjub..wanita ini begitu sangat to the point.., Evelina fikir kisah mama Keranny ternyata mirip kisah diri nya


"aku turut prihatin atas orang tua mu" kata Evelina dengan senyuman datar namun tulus..


"thanks.." balas Keranny


"kenapa malah jadi aku yang bercerita?" tawa Keranny...


Evelina pun langsung tertawa juga..


"ayo kita mulai" kata Keranny seraya mengajak Evelina duduk di sofa..


mungkin tidak akan ada psikoterapi apalagi Hipnoterapi di sini. Keranny hanya akan melakukan Konseling saja karena Evelina belum benar-benar di fase yang berfokus untuk penyembuhan, saat ini Evelina hanya perlu melakukan pencegahan kondisi kecemasan nya saja..


💙💙💙💙💙


Alex berusaha menghubungi Evelina setelah terakhir kali ia coba menghubungi Evelina untuk membatalkan penarikan sejumlah investasi di Jezen group, Alex dan keluarga Jezen tentu saja panik dengan penurunan saham yang drastis.


terakhir kali Alex meminta agar Evelina untuk lebih baik hati lagi,namun Evelina malah berkata.. "anggap saja ini untuk anak ku yang kalian bunuh" kata Evelina dengan sangat tenang namun terdengar menusuk..


Belum sempat Alex menjawab Kemudian panggilan telepon nya langsung di tutup dengan dingin oleh Evelina.


Hari ini saat Alex melihat Evelina di jalan ia malah mencoba merayu nya lagi..


"sayang...Evelina..aku minta maaf, bisakah kita perbaiki semua nya seperti di awal lagi?" tanya Alex dengan begitu tak tau malu


Evelina sudah muak dengan segala kepalsuan manusia bernama Alex Jezen ini, Evelina tentu tau ini hanya lah akal-akalan Alex untuk mendapatkan lagi keutuhan Jezen group seperti dulu, dan itu hanya bisa di dapat jika Evelina berbaik hati pada keluarga jezen.


Evelina terus berjalan tanpa mempedulikan Alex, tapi Alex mengejar nya mencekal tangan nya dan memohon.


"aku akan memutus kan hubungan ku dengan Verna jika itu yang kau mau" rayu Alex


Evelina merasa muak


"Alex berhentilah mengganggu ku.." Evelina kesal


putusan sidang sudah akan jatuh beberapa hari lagi, memang nya apa lagi yang di harapkan pria licik satu ini? batin Evelina


anak buah Eric yang selalu mengikuti Evelina menatap dari jarak beberapa meter dan melapor pada bos nya..


"pastikan jangan sampai dia macam-macam pada Evelina" kata Eric, ia kesal sekali..rasa nya Eric sangat marah.


Eric mendengar Alex menghadang Evelina membuat Eric merasa kalau istri nya sedang di ganggu pria lain, padahal Evelina belum lah menjadi siapa-siapa nya..


"tunggu saja secepat aku akan menikahi Evelina agar aku bisa mematahkan tangan pria mana saja yang berani dengan lancang menyentuh Evelina.."gumam Eric pada diri nya sendiri..


Alex terus berusaha mengejar Evelina, melihat Evelina terus di ganggu, anak buah Eric langsung menghampiri dan segera mengamankan Evelina agar langsung bisa segera masuk ke dalam mobil.


"nona silahkan.." kata anak buah Eric sopan


"terimakasih" jawab Evelina yang tentu sudah tau kalau anak buah Eric selalu melindungi nya.


Alex terkejut dengan pria bertubuh besar seperti the rock ini entah dari mana muncul nya dan sekarang saat Alex sadar Evelina sudah melesat pergi dengan mobil nya..


"arghh..." Alex kesal karena pada akhir nya ia tak berhasil juga merayu Evelina