
Hennza yang emosi langsung meraih pisau steak di atas piring dan siap melukai Evelina.semua terjadi begitu cepat tanpa di duga belum sempat Hennza menghunus kan pisau ke hadapan Evelina,tangan Evelina sudah lebih dulu mencekik dan mengunuskan garpu di hadapan muka Hennza tepat di depan mata Hennza
Hennza shock sampai-sampai pisau di tangan nya gemetar dan terlepas..
pelayan langsung memanggil security,dan Eric tidak langsung buru-buru menahan Evelina, entah kenapa Eric malah suka melihat nya.Hennza ini sudah mengganggu hidup nya sejak bertahun-tahun dan itu sangat memuakkan, sekali-kali Hennza memang harus di kasih lawan yang sepadan.sebahaya-bahaya nya Hennza ternyata Evelina lebih bahaya. Evelina selama ini begitu baik dan lembut namun setelah kekecewaan dan kelukaan yang di berikan orang-orang terdekat pada nya, sisi keras Evelina menguar ke permukaan begitu saja dan ia reflek bersikap mengerikan saat ada yang mencoba mengganggu nya seperti ini.
Hennza terduduk dengan shock saat Evelina mendorong kasar tubuh nya. Ia selama ini begitu di atas angin, tak ada seorang pun wanita yang berani pada nya karena ia selalu bertindak kasar pada mereka yang berani mendekati Eric,dan ia semena-mena karena sang mama yang selalu menyelesaikan semua perkara nya dengan uang. namun ia menyerang Evelina maka kali ini dia salah lawan.
"kau..berani merebut Eric dari ku..." tangis Hennza dengan suara bergetar..
"tutup mulut mu" balas Evelina
"Eric milik ku" kata Hennza dengan suara bergetar
"tidak, dia milikku.." sekarang Evelina yang bermain dengan mental Hennza hingga gadis ini berteriak seperti orang stres.
"jika kau berani mengganggu Eric lagi maka aku akan menyiksa mu perlahan sampai kau mati" seringai Evelina dengan tatapan keji.
bagi Evelina jika gadis gila ini ingin bermain-main dengan nya maka akan ia ladeni.ayo siapa yang akan lebih dulu terkena mental.
Evelina tak takut apa pun, sebelum ini musuh yang ia hadapi lebih parah dari gadis ini.
gadis bernama Hennza ini sudah jelas musuh yang langsung bermain di depan tapi musuh Evelina sebelum nya adalah sahabat nya sendiri yang ternyata ular berbisa dan gemar bermain belakang.mana yang lebih mengerikan? Jadi bagi Evelina si Hennza ini bukan lah apa-apa.
Sebelum security menyeret Hennza keluar, gadis ini sudah lebih dulu pergi dari sana dengan rasa shock..
"maaf Eric.." senyum Evelina setelah pelayan juga pergi meninggalkan mereka berdua
saat ini hanya ada Evelina dan Eric
"aku yang minta maaf karena acara makan kita terganggu.." kata Eric yang tak menyangka dengan betapa kasar nya Evelina barusan
"tapi tetap saja, jangan masukkan ke hati perkataan ku tadi..aku hanya menakut-nakuti nya" senyum Evelina
Eric tentu ingat saat Evelina mengatakan kalau Eric milik nya kepada Hennza, Eric tau itu cara Evelina membalas Hennza tapi entah mengapa Eric sangat senang mendengar nya.
"tidak apa-apa.." kata Eric
"aku senang..."lanjut Eric lagi
"oh ya?" Evelina tertawa...
"ya..malah akan lebih menyenangkan kalau kau jadi istri ku saja, dengan begitu benar-benar tak ada yang berani mengganggu ku" goda Eric
"hentikan..." Evelina terkekeh..Eric pun ikut tertawa..
"jangan mencoba merayu wanita yang sedang dalam proses cerai, kau akan di cap sebagai pebinor pak Eric" canda Evelina yang membuat Eric langsung tergelak mendengar nya.
💙💙💙💙💙
Jezen group hari ini..
"perempuan ini.." kesal Alex.
gara-gara rentetan kejadian ini Alex bahkan menjadi tak fokus dengan kerjaan nya. Ia menjadi stres berat.
berkali-kali menatap ponsel seraya menarik-narik kerah dan dasi nya sendiri dengan kesal.
sudah hampir malam Alex bahkan tak ada niat untuk pulang ke rumah. ia menjadi risau dan galau di ruangan kantor nya seorang diri.
sesekali Alex hanya mengecek pada pelayan di rumah nya menanyai apakah Evelina sudah kembali apa belum? Namun jawaban nya tetap sama, Evelina belum juga kembali.
Verna di apartemen nya mendapat laporan dari security bahwa Alex belum pulang, karena beberapa hari ini Alex bertingkah aneh jadi Verna meminta security menghubungi nya jika hari ini Alex belum juga pulang dari kantor seperti hari yang sudah-sudah.
Verna menelepon Alex karena ia juga merasa semenjak kejadian demi kejadian baru-baru ini,Verna merasa Alex terkesan mengabaikan nya.
namun saat telepon Verna masuk satu dua bahkan tiga kali Alex tak juga merespon nya.
Verna pantang menyerah dan menelepon Alex lagi namun kali ini masih juga di abaikan dan akhir nya di panggilan ke empat baru lah Alex menerima nya.
"mau apa sih???" bentak Alex
Verna kaget ia di marahi Alex, sejak awal hubungan mereka Alex selalu bersikap lembut pada nya, ini kali pertama Alex bersuara kasar pada nya.
"kenapa kau marah Alex?" Verna kesal juga
"kau mengganggu ku.." balas alex tak kalah kesal
"aku mengkhawatirkan mu Alex, sejak kapan kau merasa terganggu dengan ku?" Verna mulai emosi, berani sekali Alex memarahi nya
"arrgh sudah lah, aku pusing" kesal Alex kemudian mematikan sambungan telepon Verna.dan di seberang sana Verna hanya terbengong menatap sambungan telepon nya yang di matikan Alex secara sepihak
"kurang ajar..." Verna marah dan membanting ponsel nya ke sembarangan arah, untung lah saat ini ia berada di atas kasur jadi ponsel itu hanya terjerembab keras di atas kasur saja.
Alex masih terus uring-uringan di kantor nya. Verna yang merasa tak puas akhir nya datang menyusul Alex ke Jezen group.
suasana sudah sepi,hanya ruangan Alex yang masih terang
"sayang...kenapa kau begini..?" tanya nya lembut saat sampai di ambang pintu ruangan Alex.
tadi di lift ia sengaja memakai lipstik merah menyala dan menyemprotkan parfum dengan aroma Erootis.ini selalu jadi cara Verna membujuk Alex.., ia selalu membujuk Alex dengan kemolekan tubuh nya.
Alex kaget dengan kedatangan Verna
"kenapa kau kemari?" tapi suara nya tak lagi kasar karena melihat kedatangan Verna yang penampilan nya begitu mengundang naf5u..
Verna membuka outher yang di pakai nya dan tampak lah pakaian ketat yang di pakai mengekspos dada nya yang sengaja tanpa mengenakan b-ra di dalam nya.
saat Verna mendekat dan memeluk Alex, pria ini langsung bergaiirahhhh...aroma Verna begitu mengundang tuntutan kelakian nya.
tanpa menunggu lama lagi Alex langsung melaahap bibir merah menyala Verna dan melor0tkan pakaian Verna dalam satu kali gerakan..sekarang Verna sudah tak memakai apa-apa, ternyata ia sudah siap datang untuk menggoda.
"Verna...sayang..ach.." de-saah Alex tak tahan saat melihat gundukan besar milik Verna..
tanpa menunggu lama Alex langsung melor0tkan celana nya sampai sepaha dan menghunus kan milik nya, ia menghajar tubuh bug!l Verna di atas meja kerja dengan brutal..Verna terus memekik manja karena Alex menghunuskan milik nya tanpa henti, Verna menggeliat-geliat kenikmatan...tak tahan karena kejantanan alex terus bergerak liar di dalam tubuh nya..