
Saat permasalahan Ismilia telah selesai, Evelina senang dan lega sekali karena ia bisa datang tepat waktu menyelamatkan gadis pelayan itu tepat waktu. Bagaimana pun Ismilia sangat berjasa besar pada hidup nya.
Evelina mendatangi apartemen Alisha siang ini, kebetulan Alisha ada di rumah. Alisha sudah mendengar apa yang Evelina lakukan akhir-akhir ini, Kakak nya itu sudah menceraikan Alex dan juga dengan terang-terangan melawan keluarga Jezen.
"kak kau sangat hebat dan menawan" puji Alisha
ia bergurau seraya meraba dahi Evelina dengan gaya lucu nya
"hei apa yang kau lakukan" tepis Evelina
"hentikan Lish..,kau kira aku sakit?" kata Evelina saat Alisha terus-menerus meraba dahi nya bolak balik dengan telapak tangan dan punggung tangan secara bergantian.
"aku hanya ingin melihat dan mengecek kesehatan mu kak, ternyata sekarang kau sudah sembuh total karena sudah memilih jalan yang benar" goda Alisha
"kau fikir selama ini jalan ku tak benar" kesal Evelina
Alisha terkekeh.."tidak..bukan begitu. hanya saja cara mu memperlakukan keluarga Jezen yang salah, kau terlalu baik pada mereka yang jelas-jelas jahat dan hanya memanfaat kan mu saja" jawab Alisha apa ada nya.
"pakai meraba kening ku segala lagi, sebenar nya yang seorang dokter itu kau atau pacar mu sih?" ledek Evelina.., Alisha nyengir mendengar nya
"sudah lah aku lapar, aku sangat kangen pada masakan mu" ujar Evelina seraya merangkul bahu Alisha menuju ke arah dapur
"orang super kaya satu ini masih saja mau meminta makan pada ku" canda Alisha
"hentikan.." Evelina mengapit leher Alisha dengan lengan nya yang memang sedang merangkul bahu Alisha tadi
"iya maaf aku mengaku salah, geli" Alisha terkikik, karena leher nya merasa geli di apit Evelina begitu.
"baik lah, kau mau ku masak kan apa kak?"tanya Alisha manis setelah mereka sampai di dapur, Alisha berpose bak pelayan-pelayan. Ia sengaja menggoda kakak nya, Evelina geleng-geleng kepala melihat nya
"terserah kau saja..semua masakan mu sangat enak aku akan menghabiskan nya" jawab Evelina seraya tiduran di atas sofa lipat di sudut dapur.
Alisha memang sangat pandai memasak, ia menuruni mendiang ibu nya, walau pun ia belum pernah di ajari memasak karena saat itu ibu nya tiada ia masih kecil bersekolah dasar, Alisha hanya sering kali membantu ibu nya mencuci bahan makanan saat sang ibu akan memasak. Ia akan menatap,menunggui sang ibu menyelesaikan masakan sembari makan sosis bakar favorit nya, bikinan sang ibu tercinta.
Saat duduk di bangku highschool Alisha mulai seringkali mengikuti kursus memasak di kala senggang nya. Sejak dulu Ia lebih senang mengisi waktu nya untuk mengasah kemampuan desain nya dan juga belajar memasak ketimbang pergi bermain atau sekedar hangout seperti anak muda seumuran nya kala itu.
Evelina terbangun saat mencium aroma harum dari arah dapur.., ia melirik jam tangan nya, tak terasa ternyata sudah hampir satu jam diri nya tertidur di sofa lipat ini.
Evelina melangkah menuju dapur dan melihat Alisha hampir menyelesaikan masakan nya.
"wow..aku jadi lapar" kata Evelina saat melihat jajaran makanan di atas meja dapur.
ada Sushi,Sashimi dan juga Sup ikan segar yang tampak nikmat dan sedap.
"hhh, dia langsung bangun saat mencium aroma makanan" gumam Alisha menggoda Evelina
Evelina menyendokkan sup ikan ke mulut nya.. "ini sangat sempurna, sangat-sangat enak.." kata nya.
"taraaaa...ini menu spesial.." kata Alisha sembari membawa sebuah menu di atas piring cantik.
"roti baguetta?" tanya Evelina saat melihat piring yang di letakkan Alisha di hadapan nya
"cobalah..kau pasti suka" kata Alisha seraya tersenyum manis
"makanan dari negara mana pun kau sangat lihai menyiapkan nya.., aku heran kau ini chef atau desainer?" Evelina melirik Alisha
"dua-dua nya.." jawab Alisha
"aku menjadi desianer agar semua orang di dunia bisa memakai hasil karya ku, kalau untuk soal memasak aku hanya memasak untuk orang-orang tersayang dan terdekat ku. Kau...dan Adrian contoh nya" papar Alisha dengan senyuman nya yang merekah.
mendengar nama Adrian di ujung nya,Evelina langsung mengangkat alis nya dan terkekeh..
"aah, aku merinding dan telinga ku panas..dia berbicara tentang pacar nya. Hei...aku baru saja menjanda Lisha, jangan bikin aku mupeng dan ingin mencari suami baru juga" canda Evelina, terang saja Alisha tergelak..
"maka carilah pengganti nya, bagaimana dengan Tuan Eric? Paman nya itu bahkan seratus kali lipat lebih menawan dari pada Alex keponakan nya" kata Alisha seraya menurun-naik kan alis, ia tau akhir-akhir ini kakak nya sering bersama putera bungsu keluarga Maliqwe itu.
"jangan menggoda ku, aku mau makan" respon Evelina cuek.
Alisha mencebikkan bibir nya dan komat-kamit menirukan omongan kakak nya ini
"ya sudah makan lah kakak ku sayang, selamat menikmati.." kata Alisha
"aku harus mandi dulu" kata Alisha lagi
"hei makan lah dulu bersama ku" ajak Evelina
"aku gerah, jadi harus mandi dulu.." jawab Alisha
"makan lah dulu.." paksa Evelina lagi
"tidak, kalau aku makan setelah itu langsung mandi nanti tidak sehat untuk lambung ku, jadi kau harus mandi dulu baru makan..., kakak nikmati saja dulu" Alisha langsung berbalik pergi
"ya,ya ya ya..sangat mengutamakan kesehatan, mentang-mentang calon istri dokter.."goda Evelina. Alisha hanya terkekeh dan terus berlalu.
"jangan salah kan aku jika aku tak menyisakan makanan nya untuk mu" teriak Evelina saat Alisha sudah menjauh.
"terserah kakak saja.." samar-samar suara Alisha menjauh dan terdengar menutup pintu kamar nya dari dalam.
Saat Evelina sedang menyuapkan makanan ke mulut nya, ia melihat ponsel Alisha yang tergeletak di atas nakas dekat rak televisi. Evelina mengambil nya dan memasangkan sesuatu di ponsel Alisha.., ya itu lah alat penyadap.
Evelina tidak bisa lengah, jika ia sudah mengibarkan perang kepada komplotan keluarga Jezen yang licik dan keji maka Evelina harus sekuat tenaga melindungi orang-orang di sekitar nya terlebih orang-orang yang Evelina sayangi.
karena sudah pasti orang-orang selicik Keluarga Jezen pasti akan memikirkan berbagai macam cara untuk menjatuhkan Evelina, mereka itu keji dan juga sekaligus pengecut jadi mereka pasti akan dengan licik nya mengganggu orang-orang terdekat Evelina agar Evelina bisa jatuh dan lemah dengan mudah. Keluarga Jezen sangat lah tak punya hati nurani tak jauh berbeda dengan menantu pilihan mereka, wanita yang sangat di cintai Alex itu, Verna Amaurin
Evelina tidak bisa berdiam diri karena mereka pasti akan mencari celah untuk mematah kan sayap Evelina satu demi satu.
Alisha Milley